Perlu Tahu, Ini Gejala dan Perawatan Sakit Kepala Tegang

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perlu Tahu, Ini Gejala dan Perawatan Sakit Kepala Tegang

Halodoc, Jakarta - Selain migrain ada pula jenis sakit kepala tegang yang bisa menyerang siapa saja. Sakit kepala tegang ini merupakan jenis sakit kepala yang rasanya sering digambarkan seperti ada tali yang mengikat kuat di kepala. Kondisi ini memang bisa dialami oleh siapa saja dan di usia berapa pun, tapi lebih sering menyerang wanita dewasa.

Meski bisa mengganggu untungnya sakit kepala tegang ini kebanyakan tak terlalu parah. Alhasil, pengidapnya masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Lalu, seperti apa sih gejala dan perawatan sakit kepala tegang?

Baca juga:  4 Kebiasaan yang Dapat Mencegah Sakit Kepala Tegang

Gejalanya Tak cuma Nyeri Kepala Saja

Gejala yang ditimbulkan oleh sakit kepala tegang bisa bermacam-macam. Pastinya, tak hanya nyeri pada bagian kepala saja. Nah, berikut gejala yang umumnya muncul.

  •  Rasa nyeri terus-menerus pada kedua sisi kepala.

  •  Terasa tekanan di belakang mata.

  •  Otot leher yang tegang.

Sakit kepala tegang berlangsung selama 30 menit hingga beberapa hari untuk tingkat keparahan yang rendah. Sedangkan tingkat keparahan tinggi, dapat muncul setiap hari dan selama lebih dari 15 hari, bahkan hingga sebulan. Beberapa gejala dan sakit kepala yang serius, membutuhkan interaksi dengan dokter dan mempunyai ciri-ciri, seperti:

  •  Datang secara tiba-tiba dengan tingkat keparahan tinggi.

  •  Adanya rasa mual, leher kaku, demam dan linglung.

  •  Datangnya rasa lemas, bicara tak jelas, serta mati rasa.

  •  Muncul setelah kecelakaan yang membentur bagian kepala.

Baca juga: Ini Cara Mendeteksi Sakit Kepala Tegang

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Sampai saat ini penyebab pasti dari sakit kepala tegang belum diketahui. Tapi, kondisi ini diduga terjadi ketika otot pada wajah, kulit kelapa, dan leher menjadi tegang atau mengalami kontraksi. Nah, berikut beberapa kondisi yang bisa memicu sakit kepala tegang.

  • Kelaparan.

  • Dehidrasi.

  • Stres atau tekanan (baik secara fisik maupun kejiwaan), dan kegelisahan.

  • Mencium aroma tertentu.

  • Kurang istirahat atau kelelahan.

  • Postur tubuh yang buruk.

  • Kondisi lain, seperti flu, gangguan pada gigi, atau ketegangan pada mata.

  • Kurang aktif atau kurang berolahraga.

  • Suara berisik.

  • Sinar matahari yang terik.

  • Terlalu banyak mengasup kafein, alkohol, atau mengonsumsi rokok.

Tips Mengobati Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang bisa disembuhkan dengan perawatan yang sederhana, seperti:

  • Menghindari faktor pemicu sakit kepala.

  • Mengompres bagian dahi dan leher dengan air hangat atau dingin.

  • Melakukan sejumlah teknik relaksasi.

  • Mengonsumsi analgesik sesuai dengan tata cara pemakaian dan pemilihan jenis yang sesuai.

  • Memperbaiki gaya hidup, misalnya melakukan olahraga secara rutin,  menjaga berat badan, cukup beristirahat, banyak minum air putih, serta hindari merokok dan minuman keras.

Baca juga: Stres Sebabkan Sakit Kepala Tegang?

Di samping itu, sakit kepala tegang juga bisa disembuhkan dengan obat penghilang rasa sakit. Beberapa obat yang tersedia di pasaran, seperti paracetamol dan ibuprofen. Sedangkan sakit kepala tegang yang terbilang parah, biasanya dokter akan meresepkan obat, seperti antidepresan trisiklik, venlafaxine, mirtazapine, antikonvulsan, atau obat pelemas otot, misalnya tizanidine.

Sakit kepala tak kunjung hilang? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya?  Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!