29 January 2019

Perlu Tahu, Inilah Hubungannya Infeksi dengan Golongan Darah

Perlu Tahu, Inilah Hubungannya Infeksi dengan Golongan Darah

Halodoc, Jakarta – Menurut penelitian dari University Medical Center Groningen di Belanda, orang dengan tipe A, B, atau AB, 9 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung daripada mereka yang tipe O.

Ada  hubungan infeksi dengan golongan darah. Penjelasannya karena tipe darah memengaruhi cara antigen bekerja yang salah satunya adalah menyebabkan darah menggumpal. Orang dengan golongan darah O memiliki kadar antigen yang 20–30 persen lebih rendah. Ini berarti darahnya tidak terlalu lengket dibanding golongan darah lain.

Darah yang cenderung lebih mudah menggumpal dianggap sebagai alasan risiko stroke lebih tinggi pada tipe A, B, atau AB, dan mengapa laki-laki dengan tiga golongan ini lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi. Ini dikarenakan darahnya lebih tebal, sehingga peredarannya sulit mencapai alat kelamin.

Baca juga: Inilah Kepribadian Menurut Golongan Darah

Antigen juga berdampak pada penyakit-penyakit yang paling berisiko. Misalnya, malaria, kurang berbahaya bagi orang dengan darah tipe O. Parasit malaria membuat semacam lem yang menempel pada antigen tipe A, sehingga menyebabkan sel menggumpal dan mengakibatkan penyakit parah.

Malaria bukan satu-satunya infeksi yang dikaitkan dengan golongan darah. Infeksi streptococcus yang dapat menyebabkan mulai dari sakit tenggorokan ringan, hingga infeksi darah serius lebih cenderung melekat pada sel-sel darah tipe O.

Kondisi lain yang dikarenakan adanya  hubungan infeksi dengan golongan darah, termasuk penurunan kognitif yang tertinggi di AB. Risiko mengidap tukak lambung lebih tinggi pada mereka dengan tipe O, karena mereka lebih rentan tertular bakteri H. pylori yang menjadi penyebabnya. Tipe O juga lebih mungkin untuk terkena norovirus yang menyebabkan muntah, diare, dan dehidrasi parah.

Golongan darah juga dikaitkan dengan kesuburan. Perempuan dengan darah tipe B memiliki peluang terbaik untuk hamil. Sementara penelitian di Universitas Yale, Amerika Serikat, menemukan bahwa perempuan dengan darah tipe O cenderung memiliki kualitas telur yang lebih rendah.

Jika kamu tipe AB, kamu mungkin perlu untuk mengawasi tekanan darah dan kolesterol yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.  Menurut World Health Organization (WHO), 3–5 juta orang mengidap kolera dan menyebabkan 100.000–120.000 kematian di seluruh dunia. Bagi mereka yang terinfeksi yang juga memiliki golongan darah O, penyakit ini cenderung lebih parah.

Baca juga: Kadar Trombosit Normal dalam Tubuh

Para peneliti menemukan respon siklik adenosin monofosfat yang lebih besar secara signifikan terhadap toksin kolera dalam enteroid yang berasal dari sel-sel induk golongan darah O.  Hasil ini memberikan bukti yang meyakinkan bahwa toksin kolera memberikan efek yang lebih kuat pada sel-sel yang mengekspresikan golongan darah yang berhubungan dengan glycan.

Menurut Dr Peter D'Adamo, penulis The Blood Type Diet, golongan darah yang berbeda melepaskan jumlah bahan kimia yang berbeda, seperti kortisol atau adrenalin, sebagai tanggapan terhadap stres yang disebabkan oleh olahraga, dan pelatihan yang benar dapat menyeimbangkan ini. dengan cara mengurangi penyimpanan lemak.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Harus Rutin Donor Darah

Jika kamu makan-makanan yang tidak sesuai dengan golongan darah, maka dapat memicu peradangan yang terkait dengan kenaikan berat badan. Jenis golongan darah juga dikatakan memengaruhi kadar asam lambung dan cara mencerna makanan. Inilah klaim yang diperdebatkan yang terbaik untuk setiap golongan darah.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai hubungan antara infeksi dan golongan darah, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.