• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah Bayi Diberi Vaksin Influenza? Ini Faktanya

Perlukah Bayi Diberi Vaksin Influenza? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Vaksin influenza akhir-akhir ini banyak dibicarakan, karena membantu daya tahan tubuh lebih kuat dan risiko mengalami gejala parah akibat COVID-19 berkurang. Namun, apakah bayi juga perlu diberi vaksin influenza? American Academy of Pediatrics (AAP) sebenarnya menganjurkan, asalkan bayi sudah berusia lebih dari enam bulan. 

Meski terdengar sepele, penyakit flu tetap perlu diwaspadai. Terlebih pada bayi, yang daya tahan tubuhnya masih sangat lemah, sehingga rentan terkena penyakit. Jika sudah kena flu, bayi akan rewel karena merasakan berbagai gejala yang membuatnya tidak nyaman. Bahkan, flu pada bayi juga dapat membuatnya sulit bernapas lega dan sulit tidur. 

Baca juga: Ketahui Manfaat, Efek Samping & Jenis Imunisasi Bagi Bayi

Lebih Lanjut tentang Vaksin Influenza

Vaksin influenza adalah vaksin yang memberikan perlindungan terhadap penyakit flu. Idealnya, vaksin influenza perlu diberikan setiap setahun sekali. Meski merupakan penyakit ringan, pada beberapa orang, flu bisa menimbulkan komplikasi serius. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, angka kejadian influenza yang berkomplikasi mencapai 5 juta kasus per tahun, dan angka kematian mencapai 650.000 kasus, di seluruh dunia. Komplikasi serius akibat penyakit flu lebih rentan terjadi pada lansia, ibu hamil, bayi dan anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, serta pengidap penyakit tertentu.

Komplikasi serius yang dapat terjadi adalah pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, dan gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Penyakit flu juga bisa memperparah kondisi penyakit kronis yang dimiliki sebelumnya, seperti asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.

Baca juga: 5 Dampak Negatif Jika Bayi Tidak Imunisasi

Oleh karena itu, untuk menghindari risiko komplikasi serius, penyakit flu perlu dicegah. Salah satunya adalah dengan vaksinasi. Di tengah pandemi, pemberian vaksin influenza juga dianggap mampu mengurangi risiko gejala parah pada orang yang terinfeksi COVID-19. Namun, perlu diingat bahwa bukan berarti pemberian vaksin ini bisa mencegah infeksi virus corona.

Pada bayi dan anak-anak, AAP merekomendasikan pemberian vaksin influenza sebelum puncak dari musim flu berlangsung. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin influenza ini juga termasuk vaksin wajib anak yang direkomendasikan. 

Vaksin influenza dapat diberikan pada bayi usia 6 bulan hingga anak usia 8 tahun, dan diulang setiap tahunnya. Setelah diberikan, vaksin influenza bekerja 2 minggu setelahnya, dan bertahan hingga beberapa bulan sampai 1 tahun.

Adakah Efek Samping dari Vaksin Influenza?

Vaksin influenza sebaiknya segera diberikan pada anak yang memiliki imunitas rendah, mengidap kanker, penyakit pada jantung dan paru-paru, serta diabetes. Sebelum menerimanya, pastikan bahwa Si Kecil dalam kondisi yang sangat sehat.

Sebagian besar (meski tidak semua) vaksin influenza mengandung protein telur, sehingga ibu perlu membicarakan hal ini pada dokter, jika Si Kecil memiliki alergi telur ayam. Selain itu, anak yang mengidap Sindrom Guillain-Barre (kelumpuhan) juga tidak bisa menerimanya.

Pemberian vaksin influenza memiliki efek samping yang umumnya bersifat ringan atau tidak berbahaya, seperti demam. Selain itu, muncul ruam kemerahan di area bekas suntikan. Pada beberapa kasus, bisa juga terjadi efek samping berupa lesu, hidung berair, demam, hingga muntah.

Baca juga: Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir

Reaksi efek samping tersebut umumnya muncul 6-12 jam setelah vaksin, berlangsung selama 1-2 hari, dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika efek samping tak kunjung mereda lebih dari 2 hari, segera konsultasikan kondisi anak ke dokter.

Agar lebih mudah, ibu juga bisa download aplikasi Halodoc untuk membicarakan kondisi kesehatan anak setelah vaksinasi, pada dokter. Dokter biasanya akan memberi arahan perawatan rumahan yang bisa diberikan, dan saran berguna lainnya. 

Untuk membantu mencegah flu pada bayi, selain memberi vaksin influenza, ada beberapa upaya lain yang bisa dilakukan. Misalnya, rutin membersihkan hidung bayi, menjaga kebersihan peralatan menyusui, mengganti sarung bantal, guling, dan seprai secara berkala, dan tidak membiarkan sembarang orang mencium Si Kecil.  

Referensi:
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2020. Influenza​Implementation Guidance - Annual AAP Influenza Policy.
WHO. Diakses pada 2020. Influenza Vaccination – 7 Things to Know.
CDC. Diakses pada 2020. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine.