Perubahan Hormon pada Wanita Sebabkan Rhinitis Vasomotor

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 perubahan hormon wanita, rhinitis vasomotor

Halodoc, Jakarta - Rhinitis vasomotor, atau yang lebih akrab disapa dengan rhinitis non-alergi merupakan peradangan yang terjadi di dalam hidung. Karena kondisi ini bukan disebabkan oleh alergi, penyakit ini biasanya disebabkan oleh adanya gangguan saraf pada hidung. Nah, jika kamu sering mengalami bersin, meler, dan hidung tersumbat tanpa sebab yang jelas, bisa jadi kamu tengah mengidap rhinitis vasomotor. Apakah kondisi ini dapat disebabkan oleh perubahan hormon pada wanita?

Lapisan dinding dalam hidung kaya akan pembuluh darah. Normalnya, pembuluh darah ini akan menyempit, sehingga sirkulasi udara di dalam hidung berjalan dengan lancar. Ketika rhinitis vasomotor terjadi, pembuluh darah dalam hidung akan melebar, sehingga membuat saluran udara pada hidung terganggu. Biasanya, rhinitis vasomotor jenis ini disebabkan oleh adanya pembengkakan pembuluh darah dan adanya penumpukan cairan dalam hidung.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Rhinitis Alergi dan Rhinitis Non-Alergi

Faktor Risiko Terjadinya Rhinitis Vasomotor

Perubahan hormon wanita saat sedang menstruasi atau hamil merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu terjadinya rhinitis vasomotor. Belum diketahui lebih jelas apa yang menjadi penyebab pasti dari rhinitis vasomotor. Namun, sejumlah faktor risiko berikut ini dapat memengaruhi:

  1. Terpapar asap rokok.

  2. Terpapar debu dan polusi.

  3. Terpapar zat kimia berbahaya.

  4. Perubahan suhu dan kelembapan sekitar.

  5. Sering mengonsumsi makanan pedas.

  6. Terpapar parfum.

  7. Sering mengonsumsi minuman beralkohol.

  8. Mengalami stres.

  9. Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala pada pengidap rhinitis vasomotor dapat muncul dan menyerupai penyakit lain. Untuk itu, segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc jika kamu menemukan serangkaian gejalanya agar dapat didiagnosis secara pasti. Gejala parah akan ditandai dengan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan atau perawatan yang kamu lakukan di rumah. Gejala yang muncul dan ditangani dengan cara yang tepat akan menghindari kamu dari komplikasi yang berbahaya. 

Baca juga: Waspada, Ini Gejala dari Kondisi Rhinitis Vasomotor 

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Rhinitis Vasomotor

Rhinitis vasomotor merupakan kondisi yang terjadi saat pembuluh darah di dalam hidung melebar. Pelebaran pembuluh darah dalam hidung akan menyebabkan pembengkakan yang membuat hidung tersumbat. Gejala yang muncul pada pengidap rhinitis vasomotor dapat dipicu oleh sejumlah faktor risiko di atas. Selain itu, gejala yang muncul meliputi:

  • Hidung meler.

  • Hidung tersumbat.

  • Iritasi ringan pada hidung.

  • Mengalami penurunan fungsi indera penciuman.

  • Bersin-bersin.

  • Rasa tidak nyaman di sekitar hidung.

  • Adanya dahak pada saluran tenggorokan.

Rhinitis vasomotor yang terjadi biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat memengaruhi kualitas hidup pengidapnya. Jika sampai terjadi, pengobatan yang dilakukan akan tergantung pada tingkat keparahan kondisi pengidap, serta penyebab yang mendasari terjadinya kondisi ini. Dalam beberapa kasus, menangani rhinitis vasomotor dapat dengan mudah dilakukan dengan membilas hidung dengan air garam, serta mengonsumsi obat-obatan yang sesuai dengan anjuran dokter. 

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Rhinitis

Khawatir Mengidap Rhinitis Vasomotor, Adakah Langkah Pencegahannya?

Sampai saat ini, belum diketahui metode pencegahan yang efektif dalam mencegah terjadinya rhinitis vasomotor pada seseorang. Oleh karena itu, mengetahui apa saja yang menjadi faktor risikonya penting dilakukan untuk mencegah terjadinya rhinitis vasomotor. Jika kamu mengalami penyakit ini dan tidak dapat sembuh dengan pengobatan, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Gejala yang muncul pada setiap orang akan berbeda, tergantung kondisi kesehatan masing-masing pengidap. Jadi, jangan sampai terlambat dalam melakukan penanganan, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Vasomotor Rhinitis. 
WebMD. Diakses pada 2019. Nonallergic Rhinitis.