Pola Makan Dapat Cegah Sindrom Koroner Akut

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Pola Makan Dapat Cegah Sindrom Koroner Akut

Halodoc, Jakarta – Menjaga pola makan bisa menjadi cara yang kamu lakukan untuk menghindari kesehatan dari berbagai macam penyakit, salah satunya adalah penyakit sindrom koroner akut. Tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai penyakit sindrom koroner akut. Penyakit ini merupakan istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi aliran darah yang menuju jantung ketika berkurang secara drastis atau parahnya berhenti secara mendadak.

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Kenali Penyebab Sindrom Koroner Akut

Seseorang yang mengalami sindrom koroner akut dapat dilihat dari gejala atau tanda yang muncul pada kesehatan, misalnya nyeri dada yang cukup mengkhawatirkan dan tidak mereda. Aliran darah menuju jantung yang berkurang menyebabkan fungsi organ dalam tubuh juga terganggu. Kondisi ini berisiko pengidap sindrom koroner akut mengalami serangan jantung.

Ada 3 tipe sindrom koroner akut yang perlu diketahui, yaitu:

  1. Serangan angina tidak stabil menjadi salah satu tipe yang paling ringan. Kondisi darah menuju jantung namun tidak menyebabkan kerusakan pada jantung maupun organ tubuh lainnya. Meskipun ringan, kondisi ini harus diatasi agar tidak menyebabkan kerusakan jantung lainnya.

  2. Non-ST segment elevation myocardial infarction atau NSTEMI. Meskipun darah menuju jantung tidak tersumbat secara keseluruhan, kondisi ini dapat berbahaya ketika tidak diatasi.

  3. ST segment elevation myocardial infarction atau STEMI. Kondisi ini merupakan tipe yang paling parah karena dapat menyebabkan gangguan pada aliran darah.

Kebanyakan sindrom koroner akut disebabkan kondisi penyempitan pembuluh darah yang menuju jantung. Ada beragam penyebab yang membuat pembuluh darah menyempit, salah satunya kondisi aterosklerosis. Ketahui beragam kondisi lainnya dapat menyumbat aliran darah, seperti pembekuan darah dari organ lainnya, adanya komplikasi dari penyakit jantung, peradangan pada arteri koroner, tusukan luka menuju jantung, dan konsumsi obat terlarang atau narkotika. 

Baca juga: Begini Tanda Kamu Alami Sindrom Koroner Akut

Tidak hanya itu, ada beberapa faktor lain yang meningkatkan seseorang mengalami kondisi sindrom koroner akut, seperti:

  1. Seseorang dengan usia lebih dari 45 tahun;

  2. Memiliki penyakit tekanan darah tinggi, diabetes dan kadar kolesterol yang cukup tinggi dalam tubuh;

  3. Memiliki kebiasaan merokok;

  4. Kondisi obesitas atau kelebihan berat badan;

  5. Kurangnya kegiatan fisik atau olahraga.

Jaga Pola Makan agar Terhindar dari Sindrom Koroner Akut

Tidak ada salahnya untuk memeriksa kesehatan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala dari sindrom koroner akut, seperti nyeri dada disertai dengan kondisi jantung berdebar. Gejala lainnya adalah sesak napas, gangguan pada penurunan kesadaran, mual dan denyut jantung yang tidak beraturan juga dialami oleh pengidap sindrom koroner akut.

Selain pengobatan, kondisi ini bisa dicegah dengan berbagai gaya hidup yang sehat, salah satunya adalah menjaga pola makan. Untuk menjaga kesehatan jantung, hindari konsumsi makanan yang memiliki kadar lemak jenuh yang cukup tinggi. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang mengandung senyawa fitonutrien. Senyawa fitonutrien adalah salah satu zat pada makanan yang membantu jantung menjadi lebih kuat.

Sebaiknya batasi asupan garam untuk menjaga kesehatan jantung. Dalam satu hari batasi pengonsumsian garam sebanyak 5-6 gram perhari untuk orang dewasa. 

Baca juga: Kenali Makanan yang Membuat Jantung Makin Sehat

Referensi:
MayoClinic (diakses pada 2019). Acute Coronary Syndrome
Heart (diakses pada 2019). Acute Coronary Syndrome
Medical News Today (diakses pada 2019). Acute Coronaru Syndrome