• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rambut Rontok Menyerang Pria, Ini Penyebabnya

Rambut Rontok Menyerang Pria, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Rambut rontok bisa terjadi pada siapa saja, baik pada wanita maupun pria. Namun secara umum, rambut rontok paling banyak ditemukan pada orang yang sudah lanjut usia alias lansia. Empat dari lima orang pria yang sudah berusia 70 tahun disebut mengalami rambut rontok yang berujung pada kebotakan. Lantas, apa saja sebenarnya hal-hal yang bisa menyebabkan rambut rontok terjadi pada pria? 

Rambut rontok memang tidak berbahaya, tetapi jika dibiarkan hal ini bisa berujung pada kebotakan. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang mengalami rambut rontok secara berlebihan. Pada beberapa kasus, rambut rontok bisa terjadi karena faktor keturunan alias genetik. Biar lebih jelas, simak pembahasan seputar faktor-faktor penyebab rambut rontok berikut!

Baca juga: Fakta Tentang Rambut Rontok yang Harus Diketahui

Penyebab Rambut Rontok yang Perlu Diketahui 

Rambut tidak hanya mengganggu, tetapi juga bisa membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Pasalnya, rambut rontok yang dibiarkan terus bisa menyebabkan terjadinya kebotakan. Kalau sudah begitu, penampilan juga bisa terganggu. Sebenarnya bukan tanpa alasan, ada faktor yang disebut berkaitan dengan rambut rontok pada pria, di antaranya: 

  • Faktor Genetik 

Salah satu hal yang disebut bisa memicu rambut rontok adalah faktor genetik. Memiliki kedua orangtua atau riwayat keluarga dengan rambut rontok membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang sama. Pria yang memiliki riwayat keluarga dengan rambut rontok disebut bisa mengalami hal yang sama, bahkan sejak usia muda. Tidak hanya menyebabkan rambut rontok, faktor genetik juga bisa mengakibatkan rambut menjadi lebih tipis, rusak, dan mudah patah. 

  • Stres

Stres dan perasaan tertekan nyatanya bisa menjadi pemicu terjadinya rambut rontok pada pria. Pasalnya, mengalami kondisi emosional yang kacau, seperti stres, bisa memicu rambut gagal tumbuh dengan normal, sehingga menjadi lebih mudah rusak dan rontok. Saat mengalami stres, kamu mungkin menemukan dua hingga tiga helai rambut yang rontok. Kabar baiknya, kondisi ini umumnya tidak permanen. Rambut rontok akan berhenti saat stres hilang. 

Baca juga: Serba-Serbi Penyebab Rambut Rontok yang Sering Terjadi

  • Masalah Kesehatan 

Rambut rontok juga bisa menjadi tanda ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatan tubuh. Kondisi ini bisa terjadi pada orang yang mengalami anemia, gangguan tiroid, hingga diet rendah protein dan iron. Pada beberapa kasus, rambut rontok juga bisa terjadi karena adanya infeksi. Jika rambut rontok terus terjadi dan disertai dengan gejala penyakit, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit untuk mengetahui apa penyebabnya. 

  • Konsumsi Obat

Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi pemicu seseorang mengalami rambut rontok. Rambut rontok umumnya dipicu oleh konsumsi obat seperti anticoagulants serta obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi untuk penyakit kanker.

  • Ketidakseimbangan Hormon 

Rambut rontok pada pria juga bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon, yaitu hormon testosteron. Pada pria, hormon ini memiliki peran yang besar, termasuk mengatur pertumbuhan rambut dan bulu pada tubuh. Adanya ketidakseimbangan pada hormon ini diduga bisa menjadi salah satu pemicu pria mudah mengalami rambut rontok dan berujung pada kebotakan.

Baca juga: Rambut Banyak Rontok? Ini Cara Mengatasi Rambut Rontok

Cari tahu lebih lanjut seputar rambut rontok dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hair loss.
Healthline. Diakses pada 2020. Male Pattern Baldness.
Verywell. Diakses pada 2020. The Common Causes of Excessive Hair Loss in Men.
WebMD. Diakses pada 2020. What Causes Hair Loss in Men?