07 September 2018

Rutin Melakukan Hubungan Intim di Usia Lanjut bisa Menurunkan Risiko Demensia

seks di usia lanjut, risiko demensia

Halodoc, Jakarta – Menurut penelitian yang dilakukan oleh Coventry University dan Oxford University, dikatakan bahwa seks di usia lanjut dapat meningkatkan fungsi otak sehingga bisa menurunkan risiko demensia.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa orang-orang lansia yang melakukan seks secara teratur mendapatkan skor lebih tinggi pada tes mengukur kefasihan verbal serta kemampuan melihat objek secara visual ketimbang mereka yang tidak.

Pola fungsi otak lansia dengan aktivitas seks rutin menunjukkan hasil yang lebih fokus, memberikan perhatian lebih, memori lebih tajam, serta kemampuan mencerna bahasa dan visual yang mumpuni. Seks melepaskan hormon dopamin dan oksitosin ke otak yang dapat memaksimalkan fungsi otak melalui sinyal atau konektivitas antarwilayah otak.

Oleh karena itu, seks di usia lanjut terbukti tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan ataupun mengeratkan afeksi, tetapi juga sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kualitas hidup para lansia.

Sayangnya, pemahaman yang kerap salah kaprah mengenai seks di usia lanjut ini sering menjadi penghambat untuk para lansia ketika melakukan hubungan intim. Beberapa pemahaman yang salah adalah tidak sepantasnya orang tua masih aktif secara seksual atau libido yang menurun, seiring dengan pertambahan usia kerap dianggap sebagai ketidakmampuan untuk melakukan hubungan intim lagi.

Menurut Dr. Walter M. Bortz, pakar seks lansia mengatakan sudah seharusnya pemahaman mengenai seks tidak sepantasnya dilakukan di usia tua seperti di atas dihilangkan, sebab semua pasangan di segala usia berhak mendapatkan seks yang berkualitas. Oleh karena seks tidak hanya berfungsi sebagai kenikmatan fisik dan emosi saja, tetapi juga berhubungan ke kesehatan secara fisik dan memperbaiki mood.

Menyadari betapa pentingnya melakukan seks di usia lanjut, ada beberapa tips yang sejatinya bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan intim para lansia, di antaranya sebagai berikut:

  1. Menjaga Pola Makan

Pola makan yang sehat dapat memberikan kontribusi pada kualitas hubungan intim para lansia. Mengurangi rokok dan meningkatkan konsumsi buah, sayuran, serta protein sangat bisa menjaga stamina dalam berhubungan intim.

  1. Olahraga

Olahraga dapat memperlancar peredaran darah serta meningkatkan metabolisme tubuh. Ketika tubuh memiliki metabolisme tubuh yang seimbang dan lancar maka produktivitas seksual juga bisa lebih fit. Jenis olahraga yang sesuai untuk para lansia adalah lari pagi, yoga, berenang, senam, dan catur yang bisa  mengasah pikiran bila dilakukan secara rutin.

  1. Aktif dalam Kegiatan Sosial

Seringnya para lansia yang kurang aktif secara sosial akan menemukan dirinya menjadi tidak percaya diri dan semakin melemahkan fisiknya. Hal ini membuat mereka secara tidak langsung menjadi tidak percaya diri dan merasa tidak diinginkan di hadapan pasangannya. Karenanya, para lansia memang sangat disarankan untuk aktif dalam kegiatan sosial untuk “menyibukkan” diri serta memberikan peranan kepada lingkungan.

  1. Menjaga Kualitas Hubungan dengan Keluarga

Pada akhirnya, menjaga kualitas hubungan dengan keluarga menjadi salah satu faktor yang bisa juga meningkatkan kualitas hubungan intim. Sebenarnya ini lebih berpengaruh ke mood dan sensasi keintiman. Perasaan diinginkan oleh orang-orang terdekat akan membuat rasa percaya diri lansia meningkat yang berdampak ke rasa percaya diri saat berhubungan intim.

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan ataupun bagaimana dampak melakukan hubungan intim di usia lanjut terhadap menurunnya risiko demensia, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk pasangan. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor pasangan bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: