Sakit Kepala Cluster dengan Migrain, Sama atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
sakit kepala cluster, perbedaan sakit kepala cluster dengan migrain

Halodoc, Jakarta - Sakit kepala memiliki beragam jenis, lokasi, dan intensitas rasa sakit yang berbeda-beda. Dengan beragam jenis ini, penanganannya pun akan berbeda antara yang satu dengan lainnya. Seperti sakit kepala cluster dan migrain akan terasa sama, padahal keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Apakah yang membedakan keduanya?

Baca juga: Bedanya Sakit Kepala Cluster dengan Sakit Kepala Biasa

Sakit Kepala Cluster dengan Migrain, Apa Perbedaannya?

Sakit kepala cluster merupakan sakit kepala yang menyerang pengidapnya pada salah satu sisi kepala dan rasa sakitnya akan menjalar di sekitar bola mata. Akibatnya, pengidap akan merasakan nyeri parah dan pembengkakan pada area di sekitar mata. Sakit kepala yang satu ini akan muncul secara tiba-tiba dan dapat kembali menyerang di kemudian hari.

Sedangkan sakit kepala migrain merupakan sakit kepala yang terasa berdenyut, dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Migrain termasuk dalam penyakit saraf yang akan sangat mengganggu ketika muncul. Sakit kepala yang satu ini dapat muncul dan berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari, kemudian sembuh dengan sendirinya.

Baca juga: Sering Terserang Migrain, Waspadai Gejala Terkena Vertigo

Perbedaan Gejala yang Muncul pada Sakit Kepala Cluster dan Migrain

Pada pengidap sakit kepala cluster, gejala akan muncul secara tiba-tiba tanpa disertai dengan gejala yang mendahului. Namun, pada beberapa orang, sakit kepala yang muncul bisa ditandai dengan rasa mual dan sakit kepala migrain. Selain itu, gejala yang muncul meliputi, pucat pada wajah, pupil mengecil, nyeri sebelah tubuh, keluar air mata secara berlebihan, keringat pada wajah, kelopak mata turun, serta salah satu hidung tersumbat.

Sedangkan pada pengidap migrain, gejala yang muncul meliputi serangan sakit kepala sebelah selama 4-72 jam, sakit kepala seperti berdenyut, pandangan kabur, sensitif terhadap cahaya, serta mual dan muntah. Gejala tersebut bisa saja berkembang jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala meliputi keringat berlebih, diare, sulit berkonsentrasi, serta merasa sangat panas atau sangat dingin.

Jika terjadi gejala-gejala yang telah disebutkan, segera diskusikan dengan dokter pada aplikasi Halodoc untuk meredakan gejala yang kamu alami. Dokter akan meresepkan obat yang kamu butuhkan, dan obat akan kamu terima kurang dari satu jam. Jadi, jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc segera, ya!

Baca juga: Sakit Kepala Mendadak, Obati dengan 5 Cara Ini

Apa yang Menjadi Penyebab Sakit Kepala Cluster dan Migrain?

Sakit kepala cluster dan migrain dapat terjadi karena adanya peran hormon di dalamnya. Selain itu, alkohol, stres yang berlebihan juga menjadi pemicu terjadinya kedua jenis sakit kepala ini. Untuk mencegah terjadinya sakit kepala cluster dan migrain, kamu dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini:

  • Hindari pemicu sakit kepala, seperti mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

  • Hindari melakukan olahraga saat cuaca sedang panas-panasnya.

  • Hindari stres berlebihan dengan relaksasi, mendengarkan musik, membaca buku, atau menonton film yang disukai. Selain itu, kamu dapat melakukan yoga untuk membantu merelaksasi pikiran.

  • Atur pola tidur dengan cukup selama delapan jam setiap harinya.

Jika langkah pencegahan tersebut tidak menghindarimu dari sakit kepala cluster dan juga migrain, kamu bisa diskusikan dengan dokter. Karena sakit kepala yang kamu rasakan bisa saja menjadi indikasi penyakit berbahaya lainnya. Jadi, sebelum terlambat, jaga selalu kesehatanmu dengan menerapkan pola hidup sehat, ya!

Referensi: 
WebMD (Diakses pada 2019). Cluster Headache.
Healthline (Diakses pada 2019). Everything You Want to Know About Migraine.