Seberapa Buruk Dampak Rokok Terhadap PPOK?

Seberapa Buruk Dampak Rokok Terhadap PPOK?

Halodoc, Jakarta – Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Pasalnya, penyakit yang menyerang paru-paru ini bisa memberi dampak yang sangat berbahaya, bahkan bisa berujung pada kematian. Ironisnya, penyebab utama penyakit ini ternyata hanya hal sepele, yaitu kebiasaan merokok. 

Umumnya, hal itu tidak dimiliki oleh orang yang mengidap penyakit paru obstruktif kronis. Penyakit paru obstruktif kronis merupakan sebuah penyakit yang terjadi karena adanya peradangan paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang. Kondisi ini kemudian menyebabkan aliran udara dari paru-paru terhalang. Pengidap penyakit ini bisa mengalami kesulitan bernapas karena adanya pembengkakan dan lendir atau dahak. 

Baca juga: Inilah 5 Faktor Pemicu Paru Obstruktif Kronis

Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi risiko PPOK meningkat pada orang-orang yang sudah lanjut usia dan aktif merokok dalam jangka waktu yang lama. Berita buruknya, orang yang mengalami penyakit ini memiliki risiko untuk mengalami penyakit jantung dan kanker paru-paru. Seberapa buruk dampak rokok terhadap penyakit ini? Sangat buruk. 

Paparan asap rokok menjadi salah satu penyebab utama penyakit ini. Dengan kata lain, PPOK bisa saja menyerang orang yang merokok secara aktif maupun pasif. Kandungan bahan kimia yang ada pada rokok sangat berbahaya dan dapat merusak lapisan paru-paru serta jalan napas. Maka dari itu, salah satu cara terbaik untuk mencegah serangan penyakit ini adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok. 

Pada tahap awal, penyakit ini jarang menunjukkan gejala khusus dan membuat seseorang lengah. Gejala penyakit PPOK seringnya baru muncul dan dikenali ketika sudah terjadi kerusakan yang signifikan pada paru-paru. 

Dan hal itu biasanya barus terdeteksi setelah bertahun-tahun. Hingga kini penyakit PPOK masih belum bisa disembuhkan. Namun, pengobatan pada penyakit ini perlu dilakukan, untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit. 

Baca juga: 5 Hal Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis Selain Rokok

Saluran pernapasan terbagi menjadi dua cabang yang menuju paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Pada masing-masing bagian paru terdapat lagi banyak cabang saluran pernapasan yang berujung pada satu kantong kecil bernama alveoli. Pada tempat inilah, terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida Kelenturan saluran udara dan alveoli sangat dibutuhkan paru-paru untuk mendorong udara berisi karbon dioksida untuk keluar dari tubuh.

Umumnya, hal itu yang bisa dimiliki oleh orang yang mengidap penyakit paru obstruktif kronis. Penyakit ini menyebabkan saluran udara dan alveoli jadi kehilangan kelenturan dan mengalami kesulitan untuk mendorong udara. Kondisi ini diperparah dengan membengkaknya saluran pernapasan, dan meningkatnya produksi dahak. Akibatnya, karbon dioksida tidak dapat dikeluarkan dengan baik dan menyebabkan pasokan oksigen berkurang. 

Selain kebiasaan merokok, ternyata ada faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami PPOK. Antara lain: 

  • Polusi Udara 

Aktivitas sehari-hari juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini. PPOK rentan menyerang orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, dan banyak terpapar polusi udara seperti asap kendaraan bermotor, debu, dan zat kimia tertentu.  

  • Faktor Usia 

Gejala dari penyakit paru ini muncul secara perlahan, dan mulai berkembang setelah bertahun-tahun. Hal itu membuat penyakit paru obstruktif kronis lebih rentan dialami orang yang sudah berusia lanjut, biasanya di atas usia 40 tahun.  

  • Penyakit Tertentu 

Riwayat penyakit tertentu juga bisa menjadi faktor penyebab PPOK. Penyakit ini lebih mudah menyerang orang yang sebelumnya sudah mengidap asma, serta penyakit lain yang berkaitan dengan kerusakan paru-paru. 

Baca juga: Kenali Terapi Oksigen untuk Pengidap Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Cari tahu lebih lanjut mengenai PPOK dan penyakit paru lain dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!