16 November 2018

5 Hal Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

5 Hal Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Halodoc, Jakarta - Sebagian besar masyarakat sudah paham mengenai bahaya merokok, tetapi terkadang mereka seakan menutup telinga akan bahaya yang mengintainya. Efek dari merokok tidak langsung kita rasakan, tetapi perlahan-lahan kebiasaan ini menghalangi udara untuk masuk ke dalam paru-paru. Gangguan semacam ini dalam istilah medis dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Apa itu Penyakit Paru Obstruktif Kronis?

Penyakit ini menyebabkan aliran udara terhalang masuk ke paru-paru akibat adanya  pembengkakan dan lendir atau dahak. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan bernapas. Selain itu, jika tidak ditangani dengan tepat, pengidap penyakit ini memiliki risiko untuk mengalami penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Saat menarik napas, udara akan masuk ke dalam tenggorokan. Dalam tenggorokan, saluran pernapasan terbagi menjadi dua cabang, yaitu menuju paru-paru kiri dan kanan. Di dalam paru-paru ini, saluran pernapasan terbagi menjadi banyak cabang yang berujung pada kantong kecil (alveoli), yaitu tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Untuk dapat menyentuh alveoli, paru-paru mengandalkan kelenturan alami yang dimiliki saluran udara dan alveoli untuk mendorong udara berisi karbon dioksida keluar dari tubuh.

Namun, mereka yang mengidap penyakit paru obstruktif kronis, kelenturan yang dimiliki alveoli dan seluruh cabang saluran napas berkurang sehingga udara mengalami kesulitan untuk didorong.

Selain itu, saluran napas menjadi bengkak dan menyempit, serta memproduksi banyak dahak. Akibatnya, karbon dioksida tidak dapat dikeluarkan dengan baik dan pasokan oksigen juga menjadi berkurang.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Kondisi menyempitnya saluran pernapasan dan berkurangnya dicurigai terjadi akibat banyak faktor, di antaranya:

  • Usia, penyakit ini rentan menyerang mereka yang berusia 40 tahun ke atas karena penyakit ini berkembang secara perlahan.

  • Keturunan, penyakit paru obstruktif kronis merupakan penyakit turunan. Oleh karena itu, mereka yang memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit ini harus berhati-hati dan menjauhi segala faktor yang menyebabkan penyakit ini menyerang.

  • Kebiasaan Merokok, ini alasan dokter menyarankan untuk segera menghentikan kebiasaan merokok. Paparan asap pada perokok aktif maupun pasif adalah salah satu penyebab munculnya penyakit ini, dan beberapa gangguan pernapasan lainnya. Bahan kimia berbahaya yang dikandung dalam rokok akan merusak lapisan paru-paru dan jalan napas secara perlahan. Menurut sebuah laporan, terdapat sekitar 20 hingga 30 persen perokok aktif menderita penyakit paru obstruktif kronis. Maka dari itu, menghentikan kebiasaan buruk ini membantu mencegah munculnya penyakit ini.

  • Polusi Udara, para pengendara motor memiliki risiko yang sama dengan para perokok. Asap kendaraan bermotor, debu, dan bahan kimia lainnya dapat mengganggu kinerja paru-paru dan meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis.

  • Penyakit Asma, hati-hati bagi kamu yang mengidap asma karena penyakit paru obstruktif kronis akan mengintai. Apalagi jika kamu memiliki gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok, risiko serangan penyakit ini semakin tinggi.

Kamu punya masalah kesehatan pernapasan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play.

Baca juga: