Selain Obesitas, Ini 6 Faktor Risiko Hernia Umbilikalis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Selain Obesitas, Ini 6 Faktor Risiko Hernia Umbilikalis

Halodoc, Jakarta – Memiliki berat badan berlebih alias obesitas tidak hanya bisa membuat seseorang jadi rentan terserang penyakit, tapi juga bisa memicu terjadinya kondisi-kondisi medis tertentu. Contohnya, hernia umbilikalis, yaitu kondisi ketika bagian usus menonjol keluar dari pusar. Kondisi ini sebenarnya lebih sering terjadi pada bayi, tapi orang dewasa juga bisa mengalami hernia umbilikalis.

Selain obesitas, masih ada beberapa faktor lain yang bisa memicu hernia umbilikalis pada orang dewasa. Apa saja? Yuk, cari tahu di sini.

Kenali Gejala Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis bisa dikenali dari gejalanya yang khas yaitu munculnya benjolan lunak di area sekitar pusar. Pada bayi, benjolan ini tidak terasa sakit dan dapat terlihat sangat jelas ketika bayi menangis, tertawa, batuk atau mengejan. Hernia umbilikalis pada bayi juga umumnya tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya setelah bayi berumur satu atau dua tahun.

Namun terkadang, kondisi ini juga bisa bertahan lebih lama. Bila hernia umbilikalis tidak menghilang setelah anak memasuki usia empat tahun, sebaiknya segera atasi dengan menjalani prosedur operasi.

Baca juga: Hernia Umbilikalis pada Bayi Bisa Sembuh dengan Sendirinya

Sedangkan pada orang dewasa, benjolan akibat hernia umbilikalis bisa menimbulkan nyeri hebat pada perut. Segera periksakan ke dokter bila benjolan pada perut semakin membesar dan berubah warna. Hernia umbilikalis pada orang dewasa juga ditangani dengan prosedur operasi.

Penyebab dan Faktor Risiko Hernia Umbilikalis

Pada kasus hernia umbilikalis, usus bisa menonjol keluar dari pusar karena otot perut gagal menutup lubang bekas tali pusat dengan sempurna, sesaat setelah bayi lahir. Karena kegagalan tersebut, hernia umbilikalis bisa terjadi pada saat lahir maupun setelah dewasa.

Risiko untuk mengalami hernia umbilikalis ditemukan lebih tinggi pada pada bayi yang lahir prematur atau bayi dengan berat badan lahir yang rendah. Sedangkan pada orang dewasa, memiliki berat badan berlebih atau obesitas bisa memicu usus untuk keluar dari pusar. Selain itu, beberapa faktor berikut juga bisa meningkatkan risiko terjadinya hernia umbilikalis pada orang dewasa:

1. Terjadinya Penumpukan Cairan di Rongga Perut (Asites)

Asites biasanya disebabkan oleh beberapa penyakit, seperti penyakit liver, kanker, gagal ginjal atau gagal jantung. Cairan yang semakin menumpuk di rongga perut lama-kelamaan akan memberi tekanan yang banyak pada perut, sehingga memicu terjadinya hernia umbilikalis.

2. Batuk Kronis

Pengidap batuk kronis juga berisiko tinggi mengalami hernia umbilikalis, karena sering batuk-batuk dengan keras bisa memicu usus keluar dari pusar.

3. Pernah Menjalani Operasi pada Perut

Seperti operasi usus buntu atau pada ibu hamil yang menjalani proses persalinan secara caesar.

4. Menjalani Cuci Darah pada Perut (CAPD)

Langkah pengobatan cuci darah pada perut yang biasanya dijalani oleh pengidap ginjal kronis juga bisa menyebabkan efek samping berupa hernia umbilikalis. Ini disebabkan karena adanya cairan yang bertahan selama berjam-jam pada rongga peritoneal yang menyebabkan terjadinya ketegangan otot perut.

5. Kehamilan

Ibu yang hamil kembar atau sudah pernah hamil beberapa kali, berisiko tinggi mengalami hernia umbilikalis.

6. Sering Mengangkat Barang Berat

Kebiasaan sering mengangkat barang yang berat juga dipercaya menjadi salah satu faktor pemicu hernia umbilikalis. Ini karena saat kamu mengangkat benda berat, maka akan terjadi tekanan yang besar di bagian dalam perut yang memicu organ dalam melesak ke bagian jaringan yang lebih lemah.

Baca juga: 5 Jenis Hernia, Penyakit yang Dikenal Sebagai Turun Berok

Cara Mencegah Hernia Umbilikalis

Nah, dengan mengetahui faktor-faktor risiko hernia umbilikalis di atasi, kamu jadi bisa tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah kondisi medis tersebut terjadi. Bila kamu memiliki berat badan yang berlebih, usahakan untuk mengurangi berat badan dengan cara mengurangi porsi makan, memperbanyak konsumsi makanan sehat, dan berolahraga secara rutin. Selain itu, hindari memindahkan atau mengangkat barang-barang yang terlalu berat. Mintalah bantuan orang lain bila perlu.

Baca juga: Atasi Turun Berok dengan Pijat, Bolehkah?

Bila kamu masih memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai hernia umbilikalis, tanyakan saja langsung ke ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.