Selain Perdarahan Dalam Tubuh, Ini Komplikasi Lain dari Tifus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
selain-perdarahan-dalam-tubuh-ini-komplikasi-lain-dari-tifus-halodoc

Halodoc, Jakarta – Tifus adalah salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Penyakit ini seringkali disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu atau tungau. Walaupun bisa disembuhkan sendiri di rumah, tapi tifus sebaiknya jangan disepelekan atau dibiarkan saja. Bila tidak segera ditangani dengan cara yang tepat, tifus bisa menimbulkan komplikasi berupa perdarahan di dalam tubuh. Namun, selain itu, masih ada komplikasi tifus lainnya yang juga bisa berakibat fatal. Yuk, ketahui komplikasi tifus di sini agar kamu bisa mewaspadainya.

Mengenal Tifus

Banyak orang mengira bahwa tifus adalah penyakit yang sama dengan tipes. Penyebutan kedua penyakit tersebut memang sangat mirip sih, sehingga enggak heran bila banyak orang sering menganggap tifus dan tipes adalah penyakit yang sama. Padahal tifus dan tipes itu dua penyakit yang berbeda, lho

Tifus adalah infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri, yaitu Rickettsia typhi atau R. prowazekii. Bakteri ini bisa dibawa oleh ektoparasit seperti kutu, tungau dan caplak, kemudian menginfeksi manusia melalui gigitannya. Ektoparasit bisa ditemukan pada hewan seperti tikus, kucing dan tupai. Beberapa orang juga terinfeksi bakteri penyebab tifus dari ektoparasit yang terdapat pada pakaian, sprei, kulit atau rambut mereka.

Baca juga: Hati-Hati Gigitan Tungau dan Cara Mengatasinya

Bakteri penyebab tifus tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui udara, seperti pada kasus penyakit flu atau pilek. Berdasarkan jenis bakteri yang menjadi penyebabnya, tifus bisa dibedakan menjadi empat jenis:

  • Epidemik Typhus. Jenis tifus ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii yang ditularkan oleh gigitan kutu rambut pada tubuh manusia. Epidemik typhus bisa menyebabkan sakit berat, bahkan kematian.

  • Endemik Typhus atau tifus murine. Jenis tifus ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi yang ditularkan oleh kutu loncat yang sering ditemukan pada tikus. Dibandingkan epidemik typhus, endemic typhus menyebabkan gejala yang lebih ringan dan jarang menyebabkan kematian.

  • Scrub Typhus. Penyebab tifus ini adalah orientia tsutsugamushi yang bisa ditularkan melalui gigitan tungau larva yang hidup pada hewan pengerat. Penyakit ini bisa menyerang manusia dan menyebabkan gejala dalam tingkat yang ringan sampai berat.

  • Spotted Fever. Tifus ini ditandai dengan gejala demam yang disertai dengan bintik-bintik merah pada kulit. Penyebabnya adalah bakteri dari kelompok Rickettsia yang bisa menyebar oleh gigitan hewan caplak.

Baca juga: Perlu Tahu Lyme, Penyakit yang Diakibatkan Gigitan Kutu

Komplikasi Tifus

Sama seperti tipes, tifus juga merupakan penyakit yang sama-sama membutuhkan perawatan yang cepat dan tepat. Bila pengidap tifus dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan medis, komplikasi serius bisa terjadi. Selain perdarahan dalam tubuh, lebih tepatnya pada saluran cerna, tifus juga bisa menyebabkan komplikasi berupa hepatitis atau peradangan hati, dan hipovolemia atau penurunan volume cairan darah.

Pengobatan Tifus

Karena tifus disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi antibiotik. Salah satu obat tifus yang sering diresepkan dokter adalah antibiotik golongan tetracycline, seperti doxycycline. Antibiotik ini sudah bisa dikonsumsi sebelum hasil tes darah atau biopsi diketahui.

Obat tifus ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab tifus. Pengidap perlu meminum obat tifus sesuai dengan anjuran dokter, yang biasanya dikonsumsi sekali sehari sebelum atau setelah makan. Pengidap juga dianjurkan untuk mengonsumsi banyak air saat mengonsumsi obat tifus. Perlu diingat, penting untuk mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter sampai habis, bahkan bila kamu merasa gejala tifus sudah menghilang setelah beberapa hari. 

Dosis obat tifus dan lama pengobatan tergantung pada kondisi kesehatan dan respon tubuh kamu terhadap pengobatan. Untuk anak-anak, dosis obat tifus juga disesuaikan dengan berat badan.

Baca juga: Ini Alasan Minum Obat Antibiotik Harus Dihabiskan

Itulah sedikit penjelasan mengenai komplikasi tifus yang bisa berakibat fatal. Jadi, bila kamu mengalami gejala-gejala tifus, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan segera. Kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan apapun yang kamu alami pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk berbicara melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.