15 December 2018

Serangan Jantung Lebih Sering Terjadi di Pagi Hari, Benarkah?

Serangan Jantung Lebih Sering Terjadi di Pagi Hari, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Serangan jantung menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 17,7 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung, di mana 80 persennya disebabkan oleh serangan jantung mendadak. Serangan terjadi ketika pasokan darah menuju jantung terhambat sehingga pengidapnya mengalami sesak napas, nyeri dada, lemah, pusing dan gelisah. Penyebabnya adalah penumpukan lemak, kolesterol, dan unsur lain yang memicu pembentukan plak dalam arteri.

Serangan Jantung Lebih Sering Terjadi di Pagi Hari

Sebenarnya, bisa terjadi kapan saja. Namun, para ahli menyebut serangannya lebih sering terjadi di pagi hari. Hal ini berkaitan dengan jam biologis tubuh manusia. Di pagi hari, tubuh secara otomatis menyiapkan semua organ untuk bekerja normal sehingga membutuhkan asupan darah dan makanan lebih banyak. Proses ini memacu jantung bekerja lebih cepat. Jika tiba-tiba terjadi penyumbatan di salah satu pembuluh darah, serangan jantung tidak bisa dihindari.

Pertolongan Pertama Saat Terjadi Serangan Jantung

Gejala serangan jantung berbeda-beda tiap orang. Gejala tergantung pada usia, jenis kelamin dan tingkat keparahannya. Secara umum, ditandai dengan nyeri dada, sesak napas, dan keringat dingin. Pengidap perlu mendapat pertolongan sedini mungkin untuk memperbaiki sirkulasi darah jantung.

Maka itu, saat seseorang di dekat kamu mengalami serangan jantung, hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Letakkan pengidap pada posisi duduk dan tetaplah tenang.

  • Longgarkan semua pakaian untuk melancarkan sirkulasi darah jantung.

  • Segera hubungi UGD atau pergi ke rumah sakit terdekat.

  • Lakukan RJP (resusitasi jantung paru) jika kamu pernah mendapat pelatihannya sambil menunggu ambulans datang.

  • Jangan tinggalkan pengidap sendirian. Jika kamu tidak bisa RJP dan panik, panggil bantuan terdekat.

  • Jangan memberikan apa pun ke dalam mulut, kecuali obat yang sudah pernah diresepkan dokter pada pengidap serangan jantung.

Cegah Serangan Jantung dengan Gaya Hidup Sehat

Meski sering terjadi tiba-tiba, hal ini bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung, termasuk serangan jantung mendadak:

  • Kenali gejala penyakit jantung. Gejala yang perlu diwaspadai adalah nyeri dada mendadak yang disertai sesak napas, pusing, mual, muntah dan keringat dingin. Segera bicara pada dokter jika gejala tersebut sering muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 menit per hari atau minimal 5 hari seminggu. Kamu bisa memiliki jenis olahraga yang disukai, seperti jalan kaki, lari, berenang, yoga, dan lainnya.

  • Rutin cek tensi untuk pantau tekanan darah. Hipertensi (tekanan darah tinggi) meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Tekanan darah dikatakan tinggi jika lebih dari 140/90 mmHg.

  • Hindari makanan berlemak, terutama yang mengandung lemak jenuh karena bisa meningkatkan kolesterol dalam darah. Tingginya kolesterol dalam darah juga memicu terjadinya serangan jantung akibat pembentukan plak dalam arteri.

  • Perbanyak minum air putih, setidaknya 8 gelas per hari atau disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

  • Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah dan sayuran.

  • Kendalikan stres yang dihadapi, yakni dengan kegiatan yang bisa melegakan pikiran dan perasaan negatif.

  • Berhenti merokok. Merokok meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah yang bisa memicu serangan jantung.

  • Konsumsi obat secara teratur. Misalnya obat pengencer darah dan obat lain yang diresepkan dokter untuk mengurangi risiko.

Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk membicarakan keluhan serangan jantung pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: