Serangan Panik Bisa Sebabkan Tremor hingga Pingsan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Serangan Panik Bisa Sebabkan Tremor hingga Pingsan

Halodoc, Jakarta - Panik adalah reaksi ketika suatu hal yang tidak terduga terjadi. Panik sebenarnya hal yang wajar terjadi. Meski begitu, seseorang dapat mengalami serangan panik yang ternyata dapat terjadi tiba-tiba.

Serangan panik yang terjadi terkadang tidak berhubungan dengan kepanikan yang timbul. Pasalnya, pengidapnya mungkin tidak dalam keadaan bahaya. Namun, serangan panik tersebut dapat terjadi kapan dan di mana saja ketika kamu merasa ketakutan.

Gejala yang Ditimbulkan Serangan Panik

Serangan panik yang terjadi adalah gejala utama dari gangguan panik. Hal tersebut dapat terjadi karena kondisi mental dan gangguan medis lainnya. Sedangkan gangguan panik adalah diagnosis yang diberikan ketika seseorang mengalami serangan panik yang berulang dan tidak terduga.

Gangguan panik terjadi ketika kamu mengalami serangan panik, paling tidak dua kali dalam jarak yang berdekatan. Hal tersebut akan membuat kamu terus-menerus khawatir dan mengubah rutinitas agar tidak kambuh. Serangan panik yang terjadi dapat disebabkan gejala fisik, emosi, dan kognitif yang tidak terkendali.

Baca juga: Ini Bedanya Serangan Jantung dan Serangan Panik

Serangan Panik Sebabkan Tremor dan Pingsan

Kamu dapat melakukan eksplorasi gejala dari serangan tersebut. Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan oleh gangguan ini adalah tremor, yang dapat berkembang hingga pengidapnya pingsan. Selain itu, Gangguan ini lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Ketika kamu mengalami serangan panik, tubuh kamu mungkin akan mengalami sensasi gemetar. Hal tersebut umumnya terjadi pada lengan, paha, tangan, dan kaki. Gejala dari serangan panik tersebut terjadi, karena tubuh sulit menentukan untuk menghadapi atau menghindari masalah yang terjadi.

Hal ini merupakan tanggapan dari tubuh yang umumnya dipicu oleh kepanikan yang terjadi, serta umumnya tanpa sebab. Tremor yang terjadi dapat bertambah parah. Akibatnya, pengidapnya dapat mengalami pusing, tidak stabil, pusing, hingga pingsan. Gangguan ini dapat membuat penderitanya sulit untuk fokus dan tingkat kecemasan naik.

Seseorang yang pingsan karena serangan panik adalah hal yang jarang terjadi. Jika kamu mengalami gejala ini, cobalah untuk menenangkan diri. Hal yang dapat kamu lakukan adalah duduk atau berbaring, dan pilihlah tempat yang sunyi. Setelah itu, atur napas kamu agar rasa panik dapat hilang.

Selain itu, hal yang dapat kamu lakukan untuk meredam gangguan ini adalah terapi dan pengobatan. Hal tersebut dapat mengelola tubuh kamu agar lebih baik. Meditasi juga termasuk salah satu hal yang membantu kamu mengatasi gangguan ini. Jika sudah tidak tertahankan, kamu dapat berdiskusi dengan psikolog atau psikiater dari Halodoc.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Bedanya Serangan Panik dan Serangan Kecemasan

Serangan Panik Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Disebutkan bahwa seseorang yang mengalami serangan panik dapat meningkatkan risiko terhadap serangan jantung. Risiko tersebut dapat meningkat lagi apabila gangguan tersebut telah berkembang menjadi gangguan panik. Walau begitu, hubungan antara gangguan panik dengan penyakit jantung masih kontroversial.

Seseorang yang mengalami gangguan panik memiliki risiko terhadap serangan jantung 36 persen lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Lalu, risiko terhadap penyakit jantung 47 persen lebih tinggi dibanding orang normal. Jika kamu mengalami serangan panik dan mengalami nyeri dada, cobalah untuk memeriksakan diri kamu ke dokter.

Baca juga: Temperamen Mudah Berubah, Mungkin Gejala Serangan Panik