Sering Lakukan CT Scan, Adakah Efek Sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sering Lakukan CT Scan, Adakah Efek Sampingnya?

Halodoc, Jakarta - Pemeriksaan CT Scan dilakukan untuk mengetahui keadaan dalam tubuh manusia untuk membantu mendeteksi adanya kelainan yang mungkin terjadi. Sayangnya, beberapa waktu terakhir beredar kabar bahwa CT Scan yang dilakukan dalam periode dan frekuensi yang dekat atau terlalu sering bisa menyebabkan kanker. Benarkah demikian?

Kerusakan DNA adalah Efek Samping dari CT Scan

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat segala hal menjadi lebih mudah untuk diketahui. Termasuk perihal efek samping CT Scan yang menjadi salah satu prosedur medis yang sering digunakan untuk membantu dokter mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. Ketika melakukan pemindaian, setidaknya dibutuhkan radiasi minimal 150 kali lebih banyak dibandingkan dengan proses rontgen.

Sayangnya, dosis radiasi yang masuk di tubuh, sekecil apa pun, selalu memicu terjadinya kerusakan pada sel di tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti kanker yang tentu saja sangat membahayakan. Inilah mengapa muncul kekhawatiran terhadap penggunaan CT Scan yang frekuensinya terlalu sering.

Baca juga: 6 Hal yang Mesti Dilakukan Sebelum Jalani Proses CT Scan

Patricia Nguyen, salah seorang peneliti sekaligus asisten profesor ahli kardiovaskuler di Stanford yang berpartisipasi dalam penelitian berjudul “DNA Damage Seen in Patients Undergoing CT Scanning” yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology: Cardiovascular Imaging membuktikan bahwa terjadi peningkatan rusaknya DNA tubuh dan sel yang mati setelah seseorang melakukan proses pemindaian CT Scan. Namun, bersamaan dengan peningkatan kerusakan ini, terjadi pula peningkatan gen yang berperan untuk melakukan perbaikan sel tersebut.

Lalu, Benarkah Rusaknya DNA Memicu Kanker?

Meski terbukti terdapat kerusakan pada sel dan jaringan tubuh sebagai efek samping CT Scan, belum dapat dipastikan bahwa hal tersebut bisa memicu terjadinya kanker. Pasalnya, kerusakan yang terjadi akan diperbaiki langsung oleh tubuh dengan peningkatan produksi gen tertentu.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Ini Bisa Diketahui Lewat CT Scan

Meski begitu, tetap diperlukan penelitian dan studi lanjutan terkait dengan pembuktian ini. Pasalnya, muncul pertanyaan terkait dengan tetap terjadinya kanker pada seseorang yang sering melakukan CT Scan meski sel yang rusak telah diperbaiki. Muncul anggapan apakah kanker yang menyerang adalah efek samping dari sel dan jaringan yang lolos dari proses perbaikan sel rusak?

Haruskah Tetap Menjalani CT Scan?

Faktanya, memang demikian. Prosedur pemindaian ini tetap perlu dilakukan dalam kondisi medis tertentu. Namun, adanya studi ini membuat petugas medis harus lebih hati-hati dan waspada pada penggunaan pemindaian, terutama terkait dengan banyaknya dosis radiasi yang terjadi pada tubuh ketika CT Scan dijalankan.

Petugas medis membutuhkan citraan gambar organ tubuh tertentu dengan kualitas terbaik untuk bisa melakukan diagnosis yang akurat. Meski begitu, perlu dipertimbangkan efek samping CT Scan terhadap organ tubuh yang dipindai, juga terkait kesehatan jangka panjang pengidap. Ini, tentu saja, perlu penelitian mendalam dan pemanfaatan teknologi yang lebih canggih lagi.

Baca juga: Beginilah Prosedur Saat Melakukan Pemeriksaan CT Scan

Munculnya efek samping CT Scan ini tentu tidak boleh dianggap sepele. Kamu perlu mendiskusikan lebih lanjut dengan petugas medis atau dokter terkait dengan prosedur ini. Jangan khawatir, kini membuat janji dengan dokter lebih mudah dilakukan, terlebih kamu bisa memilih sendiri lokasi rumah sakit yang terdekat dengan tempat tinggalmu di sini. Kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk memudahkan tanya jawab dengan fitur Tanya Dokter.