26 February 2019

Sesak Napas Akibat Edema Paru, Ini Cara Pencegahannya

Sesak Napas Akibat Edema Paru, Ini Cara Pencegahannya

Halodoc, Jakarta - Edema paru adalah kondisi saat terjadi penumpukan pada paru-paru. Cairan tersebut terakumulasi pada kantung udara sehingga pengidapnya merasakan kesulitan saat bernapas. Penyakit ini bisa datang secara tiba-tiba atau muncul dalam jangka panjang. Hal yang paling terasa dari penyakit ini adalah kesulitan bernapas, namun terdapat pencegahan sesak napas edema paru yang bisa dilakukan.

Penyebab Edema Paru

Edema paru dapat diklasifikasikan sebagai edema paru kardiogenik dan edema paru non-kardiogenik. Sebelum mengetahui langkah pencegahan sesak napas edema paru, kamu wajib mengetahui terlebih dulu penyebab kondisi ini bisa terjadi. Gangguan jantung adalah salah satu hal yang menyebabkan kondisi ini.

Seperti yang diketahui, jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh dari bagian rongga jantung yang disebut ventrikel kiri. Ventrikel kiri mendapat darah dari paru-paru, yang merupakan tempat pengisian oksigen ke dalam darah untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Darah dari paru-paru, sebelum mencapai ventrikel kiri, melewati bagian rongga jantung lainnya, yaitu atrium kiri. Edema paru yang disebabkan oleh gangguan jantung terjadi akibat ventrikel kiri tidak mampu memompa masuk darah dalam jumlah yang cukup, sehingga tekanan di dalam atrium kiri, serta pembuluh darah di paru-paru meningkat. Peningkatan tekanan ini kemudian menyebabkan terdorongnya cairan melalui dinding pembuluh darah ke dalam alveoli.

Beberapa penyakit jantung yang menyebabkan edema paru, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner.

  • Kardiomiopati.

  • Hipertensi.

  • Penyakit katup jantung.

Baca Juga: Hati-hati, Dampak Edema Paru pada Ibu Hamil

Tidak hanya itu, nyatanya edema paru bisa disebabkan oleh beberapa kondisi atau faktor lainnya, misalnya:

  • Acute respiratory distress syndrome.

  • Infeksi virus.

  • Emboli paru.

  • Cedera pada paru-paru.

  • Tenggelam.

  • Berada di ketinggian (di atas 2.400 meter di atas permukaan laut).

  • Cedera kepala, kejang, atau setelah operasi otak.

  • Menghirup asap saat terjadi kebakaran. Terpapar racun amonia dan klorin, yang terjadi saat kecelakaan kereta.

  • Kecanduan kokain.

Pencegahan Sesak Napas Edema Paru

Untuk mencegah munculnya edema paru, maka yang paling benar dengan menghindari penyebab terjadinya edema paru. Kamu wajib menjaga kesehatan jantung agar tidak mengalami masalah seperti yang sudah disebutkan tadi, kemudian untuk beberapa faktor lainnya seperti risiko tenggelam, berada di ketinggian, dan kecanduan kokain adalah langkah pencegahan yang paling memungkinkan.

Jika masalahnya datang dari kondisi kesehatan, ini langkah yang bisa dilakukan:

  • Berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit tiap hari.

  • Konsumsi makanan sehat berupa sayur-sayuran, buah-buahan, serta makanan rendah lemak, gula, dan garam. Hal tersebut bertujuan menjaga berat badan, kadar kolesterol dalam darah, dan tekanan darah selalu berada di batas normal.

  • Tidak merokok dan menghindari stres.

  • Kurangi alkohol.

Beberapa gejala dari edema paru antara lain sesak napas, mudah lelah, batuk darah, atau nyeri dada. Nah, apabila salah satu gejala tersebut muncul, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Terlebih jika kamu memang memiliki masalah pada jantung, sehingga gejala serangan jantung yang harus segera ditangani dengan benar.

Baca Juga: Apakah Edema Paru Menular?

Bila kamu ingin mengetahui lebih jauh seputar pencegahan sesak napas edema paru, tanyakan saja langsung kepada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa berdiskusi dan minta saran kesehatan dari dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.