• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sesak Napas Akibat Edema Paru, Ini Cara Pencegahannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sesak Napas Akibat Edema Paru, Ini Cara Pencegahannya

Sesak Napas Akibat Edema Paru, Ini Cara Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Agustus 2021
Sesak Napas Akibat Edema Paru, Ini Cara Pencegahannya

"Edema paru memiliki gejala khas yang menyebabkan pengidapnya kesulitan bernapas alias sesak napas. Hal ini terjadi karena ada penumpukan cairan di dalam paru-paru. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk penyakit ini!" 


Halodoc, Jakarta – Edema paru ditandai dengan gejala sesak napas. Kondisi ini muncul karena ada penumpukan cairan di paru-paru. Cairan tersebut terakumulasi pada kantung udara yang ada di paru-paru. Hal inilah yang kemudian menyebabkan pengidapnya kesulitan bernapas dan merasa sesak. Penyakit ini bisa datang secara tiba-tiba atau berlangsung dalam jangka panjang. 

Gejala khas dari kondisi ini adalah sesak napas. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab penumpukan cairan di paru-paru. Karena itu, penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu edema paru kardiogenik dan edema paru non-kardiogenik. Biar lebih jelas, simak penjelasannya di artikel berikut ini! 

Penyebab Sesak Napas pada Pengidap Edema Paru 

Sebelum mengetahui langkah pencegahan sesak napas edema paru, perlu untuk mengetahui terlebih dulu penyebab kondisi ini bisa terjadi. Gangguan jantung adalah salah satu hal yang menyebabkan seseorang bisa mengalami edema paru. Seperti yang diketahui, jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh dari bagian rongga jantung yang disebut ventrikel kiri. 

Ventrikel kiri mendapat darah dari paru-paru yang merupakan tempat pengisian oksigen ke dalam darah untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Darah dari paru-paru, sebelum mencapai ventrikel kiri, melewati bagian rongga jantung lainnya, yaitu atrium kiri. Edema paru yang disebabkan oleh gangguan jantung terjadi akibat ventrikel kiri tidak mampu memompa masuk darah dalam jumlah yang cukup, sehingga tekanan di dalam atrium kiri, serta pembuluh darah di paru-paru meningkat. 

Peningkatan tekanan ini kemudian menyebabkan terdorongnya cairan melalui dinding pembuluh darah ke dalam alveoli. Beberapa penyakit jantung yang bisa menyebabkan edema paru, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner;
  • Kardiomiopati;
  • Hipertensi;
  • Penyakit katup jantung.

Baca Juga: Hati-hati, Dampak Edema Paru pada Ibu Hamil

Tidak hanya itu, edema paru bisa disebabkan oleh beberapa kondisi atau faktor lainnya, misalnya:

  • Acute respiratory distress syndrome.
  • Infeksi virus.
  • Emboli paru.
  • Cedera pada paru-paru.
  • Tenggelam.
  • Berada di ketinggian (di atas 2.400 meter di atas permukaan laut).
  • Cedera kepala, kejang, atau setelah operasi otak.
  • Menghirup asap saat terjadi kebakaran. Terpapar racun amonia dan klorin yang terjadi saat kecelakaan kereta.
  • Kecanduan kokain.

Pencegahan Sesak Napas yang Bisa Dilakukan

Untuk mencegah sesak napas, maka cara terbaik yang bisa dilakukan adalah mencegah penyakit edema paru. Salah satu hal yang penting dilakukan adalah menjaga kesehatan jantung agar tidak mengalami masalah atau komplikasi. Beberapa cara pencegahan edema paru yang bisa dilakukan adalah: 

  • Berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit tiap hari.
  • Konsumsi makanan sehat berupa sayur-sayuran, buah-buahan, serta makanan rendah lemak, gula, dan garam. Hal tersebut bertujuan menjaga berat badan, kadar kolesterol dalam darah, dan tekanan darah selalu berada di batas normal.
  • Tidak merokok dan menghindari stres.
  • Kurangi konsumsi alkohol.

Baca Juga: Apakah Edema Paru Menular?

Selain menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga, menjaga kebugaran tubuh juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen tambahan. Biar lebih mudah, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membeli vitamin atau produk kesehatan lain yang dibutuhkan. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim segera tanpa harus keluar rumah. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Pulmonary Edema.
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Pulmonary Edema?
WebMD. Diakses pada 2021. Pulmonary Edema.