• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Setelah Operasi, Bayi Atresia Ani Bisakah Normal Kembali?

Setelah Operasi, Bayi Atresia Ani Bisakah Normal Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Atresia Ani yang menyerang bayi baru lahir ditangani dengan prosedur operasi. Sebelumnya perlu diketahui, atresia ani merupakan jenis cacat lahir yang bisa terjadi pada bayi. Kelainan yang juga dikenal dengan nama anus imperforata ini terjadi karena adanya gangguan perkembangan bentuk rektum pada tubuh bayi. 

Pada pengidap penyakit atresia ani, bagian akhir dari usus besar tersebut tidak dapat berkembang dengan sempurna. Apa penyebab kondisi ini bisa terjadi? Setelah menjalani proses operasi, apakah bayi bisa kembali normal? Jawabannya bisa! Operasi yang dilakukan memang bertujuan untuk mengoreksi bagian yang mengalami kerusakan agar sistem pencernaan bisa berjalan normal. 

Baca juga: Atresia Ani Bisa Diketahui Sejak Trimester Pertama

Mengenal Atresia Ani dan Cara Pengobatannya 

Gangguan biasanya mulai terjadi saat kehamilan mencapai usia kehamilan 5–7 minggu. Berita buruknya, atresia ani yang tidak ditangani dengan segera, bisa berubah serius dan memberi dampak yang berbahaya. Prosedur operasi menjadi tindakan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengoreksi gangguan dan membuat sistem pencernaan pada bayi berjalan normal. 

Selama dalam kandungan, perkembangan lubang anus, saluran kemih, dan kelamin janin mulai terjadi pada usia kehamilan tujuh, hingga delapan minggu. Pada masa tersebut, terjadi pembelahan dan pemisahan dinding-dinding pencernaan janin. 

Gangguan yang terjadi pada proses tersebut yang menyebabkan bayi berisiko mengalami atresia ani. Meski begitu, hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan perkembangan itu bisa terjadi.

Meski belum diketahui penyebabnya, sejumlah ahli menduga bahwa atresia ani mungkin ada hubungannya dengan faktor keturunan alias genetika. Ada beberapa gejala atau tanda yang bisa dikenali dan muncul pada bayi yang lahir dengan membawa gangguan ini. Biasanya, tanda tersebut akan diketahui setelah dokter melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sesaat setelah bayi lahir.

Baca juga: Lahir Tanpa Lubang Anus, Waspadai Kelainan Atresia Ani

Gejala klinis yang muncul adalah lubang anus berada di tempat yang tidak semestinya. Pada beberapa kasus, gangguan bisa bahkan menyebabkan bayi tidak memiliki anus sama sekali. Sementara pada bayi perempuan, gangguan ini biasanya menyebabkan lubang anus berada terlalu dengan dengan alat reproduksi alias Mrs. V.

Setelah terdeteksi, dokter biasanya akan memberi penanganan untuk menangani kondisi ini, untuk membantu saluran pencernaan bayi tetap berjalan normal. Selanjutnya, atresia ani harus diatasi dengan melakukan prosedur operasi. Hanya saja, biasanya ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum melakukan langkah operasi. Dengan kata lain, tidak semua bayi yang lahir dengan kondisi ini bisa langsung dioperasi. 

Penentuan saat operasi yang tepat mungkin akan berbeda antara satu bayi dengan yang lainnya, tergantung pada kondisi kesehatan dan keparahan atresia ani yang terjadi. Apalagi, sebagian besar bayi yang mengalami gangguan ini biasanya juga membawa kelainan kongenital lainnya. Dibutuhkan pertimbangan dan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh bayi.  

Jika operasi belum bisa dilakukan, dokter akan membuat pertolongan “darurat” untuk mengatasi atresia ani. Caranya adalah dengan membuat lubang (stoma) di dinding perut, sebagai saluran pembuangan sementara. Lubang tersebut akan tersambung dengan usus dan berfungsi mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh. 

Baca juga: 3 Jenis Gangguan Plasenta dan Cara Mengatasinya

Penasaran dan mau tahu lebih lanjut tentang atresia ani? Tanya saja pada dokter di aplikasi Halodoc. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari ahlinya. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Imperforate Anus.
MedicineNet. Diakses pada 2020. Imperforate anus.
Healthline. Diakses pada 2020. Imperforate Anus.
Web MD. Diakses pada 2020. Imperforate Anus.