20 February 2019

SIDS Terjadi pada Bayi Bisa Karena Sesak Napas

SIDS, bayi sesak napas

Halodoc, Jakarta - Tidak jarang terjadi kematian mendadak atau SIDS pada bayi yang sebenarnya meninggal karena lemas dan tidak disengaja oleh orangtua atau pun saudara kandung. Banyak ahli yang meyakini bahwa bayi lebih mungkin meninggal karena sudden infant death syndrome (SIDS/ sindrom kematian bayi mendadak) ketika tidur di sebelah orangtua mereka.

Namun, ada pula yang berpendapat bahwa kematian bayi karena tidur di samping orangtuanya belum dapat diidentifikasi kebenarannya. Terdapat perbedaan signifikan antara kemungkinan aktivitas otak pada bayi korban SIDS dengan bayi yang mati karena lemas.

Baca juga: Tidak Perlu Bantal, Ini Alasan Newborn tetap Nyaman

Perlu diketahui bahwa di Amerika Serikat, tingkat kematian bayi secara mendadak banyak terjadi di tempat tidur. Tingkat kematian bayi di bawah 1 tahun meningkat dari 12,4 menjadi 28,3 kematian untuk setiap 1000 bayi di Amerika Serikat. Kematian ini dikarenakan masih banyak orangtua yang memberikan berbagai hiasan seperti boneka di tempat tidur bayinya.

Padahal, rekomendasi tempat tidur yang aman adalah yang tanpa boneka, selimut lembut, bantal guling, dan barang lainnya. Barang-barang tersebut dianggap dapat menyebabkan bayi meninggal, karena bisa menyebabkan bayi kehabisan napas.

Baca juga: 4 Faktor yang Meningkatkan Potensi Sindrom Kematian Bayi

Mungkin selama ini banyak orangtua yang tidak diingatkan tentang bahaya berguling atau meletakan boneka di tempat tidur, berbagi tempat tidur, dan meletakkan bayi di permukaan miring seperti di sofa. Sebagian dari kematian bayi yang disebabkan oleh SIDS dalam kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh sesak napas atau overlay.

Lebih Baik Cegah SIDS

Kematian bayi karena kelalaian orangtua ataupun SIDS merupakan penyesalan yang menyakitkan bagi orangtua. Oleh karena itu, orangtua perlu menyadari betapa pentingnya untuk menghindari bayi meninggal karena SIDS, daripada menyesal di kemudian hari. Berikut cara pencegahan yang dapat dilakukan:

  1. Letakan bayi pada posisi telentang saat tidur. Posisi ini tidak akan menghalangi jalan napas bayi, sehingga bayi tidak mengalami gangguan pernapasan saat tidur. Pilihlah posisi telentang dibandingkan posisi telungkup kapan saja saat bayi tidur.

  2. Hindari meletakkan berbagai macam benda di atas tempat tidur bayi. Jauhkan bayi dari bantal, selimut, boneka, mainan, atau hal lainnya saat bayi tidur. Benda-benda ini dapat menghalangi mulut dan hidung bayi sebagai jalan napas, sehingga bayi dapat mengalami sesak napas saat tidur..

  3. Apabila memungkinkan, sebaiknya bayi tidur sendiri di tempat tidurnya yang dekat dengan kamu. Ketika bayi tidur di kasur yang sama dengan orangtuanya, ini dapat membatasi ruang gerak bayi dan mungkin juga dapat mengganggu pernapasan bayi.

  4. Beri ASI pada bayi kamu selama yang kamu bisa. Menyusui bayi terbukti dapat menurunkan risiko SIDS pada bayi sebesar 50 persen. Beberapa ahli percaya bahwa ASI dapat melindungi bayi dari infeksi yang dapat meningkatkan risiko SIDS.

  5. Jaga bayi agar tidak kepanasan. Kepanasan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS. Sebaiknya selalu jaga suhu kamar bayi kamu, hindari pemakaian pakaian yang terlalu tebal dan selimut, dan pakaikan pakaian tidur yang nyaman saat bayi tidur.

  6. Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun. Madu dapat menyebabkan bayi mengidap botulisme. Botulisme dan bakteri penyebab botulisme dapat dihubungkan dengan kejadian SIDS pada bayi.

Baca juga: Tips Memilih Tempat Tidur untuk Bayi

Untuk mengetahui informasi lebih banyak mengenai SIDS kamu juga bisa lho berdiskusi langsung dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.