Sudah Operasi, Bisakah Payudara Pria Mengempis?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
ginekomastia, payudara pada pria

Halodoc, Jakarta - Payudara yang membesar pada seorang pria merupakan suatu kondisi kesehatan yang disebut dengan ginekomastia. Kondisi kesehatan ini umumnya dialami oleh bayi laki-laki yang baru lahir, anak laki-laki yang berusia 12-16 tahun, dan pada pria berusia lanjut. Ginekomastia dapat terjadi karena kurangnya produksi hormon testosteron pada laki-laki. Nah, apakah jika sudah melakukan operasi, payudara bisa mengempis? Yuk, cari tahu penjelasan selengkapnya di sini!

Baca juga: Tak Cuma Perempuan, Laki-laki dengan Ginekomastia Memiliki Payudara Besar

Ginekomastia, Tidak Berbahaya Tapi Mengganggu Estetika

Ginekomastia merupakan pembesaran pada jaringan kelenjar payudara yang terjadi pada laki-laki. Pembesaran ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen dengan testosteron. Kondisi ini biasanya dialami pada laki-laki di usia remaja maupun dewasa, dan terjadi secara alami.

Pada dasarnya, ginekomastia hanya mengganggu estetika penampilan pada seseorang dan bukan merupakan penyakit yang berbahaya, karena hal ini terjadi secara alami. Namun, diskusikan segera dengan dokter ahli jika ginekomastia terjadi akibat dari kondisi medis lain, karena hal ini membutuhkan penanganan segera.

Pria dengan Ginekomastia Akan Mengalami Gejala Ini

Gejala utama yang ditunjukkan adalah pembesaran pada payudara seorang laki-laki dan umumnya terjadi di kedua payudara. Payudara biasanya akan terasa kencang atau kenyal, sensitif terhadap sentuhan, serta terdapat jaringan yang mengeras dan meradang di bawah puting yang dapat dirasakan oleh tangan. Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.

Baca juga: Inilah Tindakan Medis untuk Mengatasi Ginekomastia

Penyebab Pembesaran Payudara pada Pria

Kondisi ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan testosteron pada laki-laki. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh sejumlah obat-obatan. Selain obat-obatan, beberapa penyakit yang memicu terjadinya ginekomastia, antara lain:

  • Obesitas.

  • Hipertiroidisme, yaitu suatu kondisi ketika kadar hormon tiroksin di dalam tubuh sangat tinggi.

  • Sirosis, yaitu penyakit hati yang kronis akibat konsumsi alkohol yang berlebihan.

  • Hipogonadisme, yaitu suatu kondisi yang menghambat produksi hormon testosteron, seperti sindrom klinefelter (kelainan genetik pada laki-laki yang diakibatkan oleh kelebihan kromosom X).

Sudah Operasi, Apakah Payudara Akan Mengempis?

Pada dasarnya ginekomastia tidak memerlukan pengobatan apapun, karena kondisi ini akan kembali normal seiring dengan berjalannya waktu. Namun, jika pembesaran ini diakibatkan oleh suatu penyakit, kondisi ini harus ditangani secara medis seperti operasi. Perlu diingat bahwa ginekomastia membutuhkan jalan operasi karena pembesaran yang terjadi diakibatkan oleh suatu penyakit, seperti tumor atau kanker.

Beberapa langkah ini bisa kamu lakukan untuk mengatasi ginekomastia tanpa harus melakukan operasi, yaitu jangan konsumsi stimulan, kompres dengan es, hindari olahan pangan berbahan kedelai, batasi konsumsi alkohol, jika terjadi peradangan pada payudara gunakan obat pereda nyeri, dan hindari konsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen.

Baca juga: Junk Food Bisa Sebabkan Ginekomastia, Benarkah?

Ada baiknya jika kamu segera mendiskusikan masalah kesehatan yang kamu alami dengan dokter. Kamu perlu diskusi dengan dokter tanpa perlu repot keluar rumah? Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc, lho. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store!