Suka Berkebun? Hati-Hati Terkena Sporotrichosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Suka Berkebun? Hati-Hati Terkena Sporotrichosis

Halodoc, Jakarta - Memiliki kebiasaan berkebun membuat kamu rentan mengidap infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur bernama Sporothrix schenckii. Apalagi bagi kamu yang gemar dan suka dengan bunga mawar. Pasalnya, jamur tersebut tumbuh subur pada duri mawar yang jika disentuh akan menyebabkan infeksi jamur pada kulit. Bukan hanya pada duri bunga mawar, jamur tersebut juga tumbuh subur pada tanah. Berikut ulasan selengkapnya!

Baca juga: Pentingnya Menjaga Lingkungan untuk Kesehatan

Suka Berkebun? Hati-Hati dengan Penyakit Sporotrichosis

Sporotrichosis merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur Sporothrix schenckii yang sering ditemukan pada duri bunga mawar, jerami, lumut, ranting, dan tanah. Selain seseorang yang gemar berkebun, sporotrichosis juga rentan dialami oleh pengusaha kembang biak bunga mawar dan lumut, serta orang-orang yang memiliki pekerjaan berkaitan dengan tanah. 

Ketika kulit sudah terkena infeksi jamur, diperlukan waktu selama berbulan-bulan hingga gejala muncul. Infeksi yang disebabkan oleh jamur Sporothrix schenckii termasuk jarang terjadi. Pada kasus yang jarang terjadi, spora jamur yang tertelan atau terhirup dapat menyebabkan infeksi di bagian dalam tubuh. Kenali gejalanya!

Baca juga: 6 Cara Mudah Menjaga Gaya Hidup Sehat

Gejala yang Tampak pada Pengidap Sporotrichosis 

Gejala baru akan muncul setelah berbulan-bulan seseorang terinfeksi. Pada tahap awal kemunculan gejala, pengidap akan memiliki bintil kulit bertekstur keras berwarna merah muda atau keunguan. Setelah bintil tampak pada kulit, berikut gejala selanjutnya:

  • Bintil tidak terasa nyeri atau hanya terasa sedikit nyeri saat ditekan. 

  • Bintil dapat pecah sewaktu-waktu ketika tidak sengaja tersenggol, dan mengeluarkan cairan bening.

  • Bintil semakin banyak tumbuh, dan timbul dengan formasi barisan pada tangan atau lengan yang terinfeksi.

  • Bintil dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya, jika seseorang tidak segera mendapat perawatan yang tepat.

Selain beberapa hal tersebut, pada kebanyakan kasus, infeksi jamur dapat menyerang kelenjar limpa, tulang, persendian, paru-paru, bahkan otak. Kondisi tersebut merupakan komplikasi sporotrichosis yang dapat terjadi pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang rendah. Jika komplikasi tidak segera diatasi, kondisi tersebut akan sulit untuk diobati, sehingga dapat berakibat fatal bagi pengidapnya.

Untuk itu, segera temui dokter di rumah sakit terdekat ketika menemukan serangkaian gejalanya. Biasanya, tahap awal pemeriksaan dokter akan mewawancarai pengidap, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik lengkap. Jika data yang dibutuhkan kurang, dokter akan melakukan pengambilan sampel jaringan kulit atau biopsi untuk diperiksa di laboratorium. Dalam kasus yang parah, cek darah diperlukan.

Baca juga: Harus Tahu, Ini 5 Tips Menjaga Kesehatan Si Kecil

Adakah Upaya Pencegahan yang Dapat Dilakukan?

Seperti yang telah dijelaskan, sporotrichosis rentan terjadi pada orang-orang yang gemar berkebun atau budidaya bunga mawar. Sebagai upaya pencegahan, kamu dapat melakukan sejumlah langkah berikut ini:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan aktivitas berkebun.

  • Menggunakan sarung tangan selama berkebun.

  • Jaga kebersihan kuku dengan selalu memotong dan membersihkannya.

  • Selain mencuci tangan, cuci kaki untuk menghentikan perkembangan bakteri atau jamur.

  • Mandi setelah berkebun untuk memastikan tubuh bersih dari kotoran.

Ketika sudah muncul gejalanya, seperti bintil kulit bertekstur keras berwarna merah muda atau keunguan, bintil harus dijaga agar tetap kering, bersih, jangan tersentuh, serta tertutup sampai sembuh. Untuk mengetahui bagaimana langkah perawatan rumahan yang dapat dilakukan, diskusikan langsung dengan dokter untuk menemukan solusi terbaik dari masalah kesehatan yang kamu alami.

Referensi:

Cdc.gov. Diakses pada 2020. Sporotrichosis.
Medline Plus. Diakses pada 2020. Sporotrichosis.
WebMD. Diakses pada 2020. Sporotrichosis.