Tahi Lalat Terus Tumbuh, Harus Operasi atau Laser?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
menghilangkan tahi lalat, tahi lalat yang berbahaya

Halodoc, Jakarta - Setiap manusia, pasti memiliki tanda lahir berupa tahi lalat. Lalu, apakah berbahaya jika tahi lalat terus mengalami pertumbuhan dan semakin membesar? Jika iya, langkah pengobatan apa saja yang harus diambil?

Baca juga: Amankah menghilangkan tahi lalat

Walaupun tahi lalat terlihat tidak berbahaya, ternyata ada beberapa indikasi yang bisa menjadikan tahi lalat berbahaya. Bahkan, mungkin fenomena ini belum banyak orang yang mengetahuinya. Tahi lalat yang berbahaya merupakan gejala dari jenis kanker kulit ganas bernama melanoma. Bentuk dari tahi lalat melanoma biasanya terdiri dari tiga warna atau lebih, dan dengan diameter lebih dari 6 milimeter.

Nah, tahi lalat dapat dikatakan berbahaya, jika:

  1. Tahi lalat ini mengalami pertumbuhan dan membesar dengan cepat.

  2. Pinggiran pada tahi lalat ini tidak rata atau mempunyai ujung yang bergerigi.

  3. Tahi lalat yang berdarah, gatal, merah, bengkak, atau berkerak.

  4. Satu tahi lalat mempunyai lebih dari dua warna.

Tahi lalat merupakan bintik kecil yang berwarna coklat atau agak kehitaman di atas permukaan kulit. Semua orang pasti mempunyai tanda ini. Nah, tahukah kamu bahwa tahi lalat terbentuk dari pengelompokan sel-sel penghasil zat warna kulit yang bernama melanosit. Selain berwarna coklat atau agak kehitaman, tahi lalat juga ada yang berwarna persis seperti kulit. Tahi lalat sendiri biasanya bertekstur halus atau kasar, bahkan beberapa di antaranya ada yang ditumbuhi dengan bulu. Lalu, jika tahi lalat sudah menunjukkan gejala-gejala yang terlihat membahayakan, bagaimana penanganan untuk tahi lalat yang berbahaya?

  • Imunoterapi. Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikan obat-obatan ke pembuluh darah yang berada di bawah permukaan kulit. Penyuntikkan juga dapat dilakukan ke dalam gumpalan tahi lalat yang berbahaya dan bertujuan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh, guna melawan tahi lalat yang berbahaya dan sewaktu-waktu dapat berubah menjadi melanoma.

  • Radioterapi juga dapat ditempuh untuk menangani tahi lalat yang berbahaya. Radioterapi disarankan untuk meringankan gejala-gejala yang akan timbul setelah operasi.

  • Kamu juga bisa menempuh pengobatan medis dengan cara operasi. Metode ini bertujuan untuk mengangkat sel-sel yang berbahaya.

  • Metode kemoterapi juga dapat dilakukan untuk menangani tahi lalat yang berbahaya yang sudah menjalar ke bagian tubuh lainnya. Awal proses ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan anti-kanker.

Baca juga: Serba Serbi Hilangkan Tahi Lalat

Biasanya, orang-orang berkulit terang akan memiliki lebih banyak tahi lalat daripada mereka yang memiliki kulit berwarna gelap. Meski lebih banyak tahi lalat yang tidak berbahaya, sebagian orang menjadi tidak percaya diri, karena hal tersebut dapat mengganggu penampilan. Sebagian besar tahi lalat yang ada pada tubuh memang tidak memerlukan penanganan secara medis. Nah, ternyata ada beberapa faktor yang dapat memicu tahi lalat menjadi berbahaya, lho. Faktor-faktor itu, antara lain:

  • Memiliki tahi lalat lebih dari 50 buah dalam tubuh.

  • Sering terpapar sinar matahari. Radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari bersifat merusak jaringan kulit, sehingga meningkatkan risiko terkena melanoma.

  • Memiliki riwayat penyakit melanoma.

  • Sering mengonsumsi obat-obatan, seperti obat antidepresan, obat hormonal, dan antibiotik. Obat-obatan jenis ini dapat menurunkan kinerja sistem kekebalan tubuh dan membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

  • Memiliki kulit sensitif yang mudah terbakar ketika terpapar sinar matahari.

Baca juga: Mengoperasi Tahi Lalat di Wajah Perlukah?

Jika kamu merasa ada gejala yang aneh dengan tahi lalat yang kamu miliki, Halodoc menyediakan layanan berdiskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call di mana pun dan kapan pun. Aplikasi Halodoc juga memudahkan kamu untuk membeli obat yang sedang kamu butuhkan, dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera di Google Play atau App Store!