Takut Bicara di Depan Orang Banyak? Mungkin Ini Alasannya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Takut Bicara di Depan Orang Banyak? Mungkin Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta - Ajang debat yang dilakukan oleh dua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, hingga saat ini masih menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Tak hanya menguji kedalaman wawasan, debat yang digelar itu juga menguji sejauh apa kemampuan bicara  dan menyampaikan pendapat para calon pemimpin negeri.

Terlepas dari topik yang dibahas, berbicara di depan orang banyak merupakan hal yang tidak bisa dibilang mudah, lho. Bagi sebagian orang, meski memiliki wawasan yang luas, hal ini dapat menjadi cukup menakutkan.

Adalah glossophobia, nama medis yang disematkan pada kondisi yang membuat seseorang mengalami ketakutan ketika harus berbicara di depan umum. Fobia ini dapat terjadi pada siapa saja, dari berbagai rentang usia, dan kelas sosial. Kondisi ini juga konon diidap oleh Pangeran Harry, dari Kerajaan Inggris. Pada 2014 silam, ketika menghadiri peringatan World’s AIDS Day, Pangeran Harry mengaku bahwa sebenarnya ia mengalami rasa takut, gugup, dan cemas, setiap kali harus berbicara di depan orang banyak.

Baca juga: 4 Trik Ini untuk Mengenali & Atasi Fobia

Lebih lanjut, glossophobia dijelaskan sebagai salah satu jenis fobia sosial yang membuat pengidapnya memiliki ketakutan yang kuat, ketika harus berbicara di depan umum. Tingkat keparahan gejala yang dialami satu pengidap dengan yang lainnya dapat berbeda-beda. Ada yang masih bisa menahannya, dan ada pula yang cukup parah, sehingga mengganggu proses berpikir dan mengolah kata-kata.

Yang Dialami oleh Pengidap Glossophobia

Ketika dihadapkan pada situasi yang mengharuskan diri untuk berbicara di depan banyak orang, seperti pidato, debat, atau memberikan presentasi, pengidap glossophobia akan mengalami respons pertarungan dalam dirinya. Ini sebenarnya adalah mekanisme alami tubuh yang tidak dapat dicegah. Bisa dibilang, respons ini adalah cara tubuh bersiap untuk membela diri terhadap ancaman yang dirasakan.

Saat merasa terancam itulah, otak akan memicu pelepasan adrenalin dan steroid. Ini menyebabkan kadar gula darah, atau tingkat energi, meningkat. Kemudian tekanan darah dan detak jantung pun akan ikut meningkat, mengirimkan lebih banyak aliran darah ke otot-otot.

Baca juga: Hai Gengs, Mengganggu Temanmu yang Phobia Sama Sekali Tidak Lucu. Ini Alasannya

Lebih rinci lagi, gejala yang umum dirasakan oleh pengidap glossophobia, adalah:

  • Detak jantung yang cepat.

  • Gemetaran.

  • Berkeringat berlebihan.

  • Mual atau muntah.

  • Sesak napas atau hiperventilasi.

  • Pusing.

  • Ketegangan otot.

  • Memiliki keinginan untuk pergi menyendiri.

Mengapa Orang Bisa Mengalami Glossophobia?

Belum bisa dikatakan secara pasti, tetapi ada banyak hal yang dapat memicu seseorang mengalami glossophobia. Kebanyakan dari mereka yang memiliki ketakutan kuat ketika berbicara di depan umum takut dihakimi, dipermalukan, atau ditolak. Mereka mungkin memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan sebelumnya, seperti memberikan laporan di kelas yang tidak berjalan dengan baik, atau diminta tampil di tempat tanpa persiapan.

Namun, pengujian yang dilakukan oleh National Institute of Mental Health menemukan bahwa otak orang-orang dengan kecemasan sosial memiliki respons yang tinggi ketika komentar negatif dibacakan kepada mereka. Daerah yang terkena dampak adalah mereka yang bertanggung jawab untuk evaluasi diri dan proses emosional. Respons tinggi ini tidak terlihat pada orang tanpa gangguan.

Baca juga: Punya Fobia Parah Sering Dianggap Aneh, Wajarkah?

Adakah Cara untuk Mengatasinya?

Jika rasa takut berbicara di depan umum sangat parah atau mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan psikolog atau psikiater. Salah satu solusi yang mungkin akan ditawarkan adalah psikoterapi atau terapi perilaku kognitif.

Bersama dengan terapis, pengidap glossophobia akan diajak untuk mengeksplorasi ketakutan dan pikiran negatif yang selama ini menghantui. Terapis akan mengajari cara untuk mengelola pikiran negatif, dengan berbagai cara, seperti:

  • Alih-alih berpikir "Saya tidak bisa membuat kesalahan," menerima bahwa semua orang membuat kesalahan atau memiliki kelalaian saat bicara di depan umum. Tidak masalah. Sebagian besar audiens mungkin saja tidak menyadarinya.

  • Alih-alih berpikir "Semua orang akan berpikir saya tidak kompeten," fokus pada fakta bahwa audiens ingin kamu sukses. Kemudian ingatkan diri bahwa materi yang dipersiapkan sudah cukup baik dan dikuasai.

  • Setelah mengidentifikasi ketakutan, berlatihlah mempresentasikan kepada kelompok-kelompok kecil yang mendukung. Saat kepercayaan diri  tumbuh ketika bicara di depan kelompok kecil, bukan tidak mungkin jika rasa percaya diri itu juga terbangun untuk audiens yang lebih besar.

Itulah sedikit penjelasan tentang glossophobia. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, psikolog, atau psikiater di aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter, psikolog, atau psikiater yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!