Tidak Bisa Mandiri, Kenali Gangguan Kepribadian Dependen

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tidak Bisa Mandiri, Kenali Gangguan Kepribadian Dependen

Halodoc, Jakarta - Manusia terlahir sebagai makhluk sosial, yang sejak lahir hingga berjalannya usia, tidak pernah lepas dari orang lain di sekitarnya. Sebagai makhluk sosial pula, manusia membutuhkan manusia lainnya untuk berinteraksi dan saling menolong kala mengalami kesulitan. Namun, jika kebutuhan untuk bergantung pada orang lain itu berlebihan, dan selalu merasa cemas ketika tidak ada orang yang dapat dimintai tolong, bisa jadi itu tanda gangguan kepribadian dependen.

Secara sederhana, gangguan kepribadian dijelaskan sebagai salah satu jenis gangguan kesehatan mental, yang memengaruhi cara seseorang berpikir dan berperilaku. Dalam dunia kesehatan, ada cukup banyak jenis gangguan kepribadian. Namun, yang akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini adalah gangguan kepribadian dependen.

Baca juga: 5 Gangguan Kepribadian dengan Rasa Cemas Berlebihan

Seperti telah disinggung di awal, gangguan kepribadian dependen adalah kondisi ketika seseorang memiliki kecemasan berlebihan, dan cenderung tak beralasan, yang membuat dirinya merasa tidak dapat melakukan berbagai hal sendirian. Orang dengan gangguan kepribadian ini akan selalu merasa perlu diperhatikan dan merasa sangat cemas jika ditinggalkan, atau dipisahkan dari seseorang yang ia anggap penting dalam hidupnya.

Orang yang mengidap gangguan kepribadian dependen biasanya terlihat pasif dan tidak percaya akan kemampuan dirinya. Hal itu kemudian berdampak pada kemampuan mereka dalam menjalani hidup, terutama dalam bersosialisasi dan bekerja. Orang yang memiliki gangguan kepribadian dependen juga rentan mengalami depresi, fobia, dan penyimpangan perilaku, seperti misalnya penyalahgunaan obat-obatan.

Gangguan Kepribadian Dependen dapat Disebabkan oleh Berbagai Hal

Hingga saat ini, belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab dari gangguan kepribadian dependen. Secara umum, kepribadian terbentuk dari bagaimana interaksi sosial orang tersebut dalam keluarga dan pertemanan selama masa kecil. Namun, ada beberapa hal atau pengalaman yang diduga dapat memicu munculnya gangguan kepribadian dependen pada seseorang. Berikut di antaranya:

  • Trauma akibat ditinggalkan seseorang.

  • Mengalami tindakan kekerasan pada masa lampau.

  • Berada di dalam hubungan yang abusif dalam waktu lama.

  • Trauma masa kecil.

  • Pola asuh orangtua yang otoriter.

Baca juga: Tak Bisa Hidup Mandiri, Kenali Gejala Gangguan Kepribadian Dependen

Lebih Mudah Dideteksi pada Usia Dewasa

Gejala gangguan kepribadian dependen biasanya cenderung sulit dikenali jika pengidapnya masih dalam usia anak-anak atau remaja. Sebab, sikap manja dan bergantung anak-anak sering dimaklumi sebagai bagian dari proses menuju pendewasaan. Namun, ketika telah memasuki usia dewasa, gejala gangguan kepribadian ini biasanya dapat terlihat dari sikap dan tingkah laku yang ditunjukkan.

Berikut beberapa tanda dan gejala umum jika seseorang memiliki gangguan kepribadian dependen:

  1. Kesulitan mengambil keputusan dalam hal sehari-hari. Mereka juga cenderung selalu membutuhkan nasihat dan merasa perlu seseorang untuk meyakinkan akan pilihan yang dibuatnya.

  2. Sulit menunjukan rasa tidak setuju. Hal ini dikarenakan mereka cemas akan kehilangan bantuan dan pengakuan dari orang lain.

  3. Kurang inisiatif. Orang dengan gangguan kepribadian dependen biasanya akan selalu menunggu orang lain untuk memintanya melakukan sesuatu hal dan merasa tidak nyaman untuk melakukan sesuatu atas sukarela.

  4. Merasa tidak nyaman saat sendiri. Mereka akan mengalami ketakutan abnormal dan merasa tidak akan bisa melakukan sesuatu hal sendirian. Kesendirian juga dapat membuat pengidap mengalami rasa gugup, cemas, merasa tidak berdaya hingga memicu panic attack.

  5. Sulit memulai sesuatu pekerjaan sendiri. Hal ini lebih cenderung disebabkan oleh ketidakyakinan akan kemampuannya, dibandingkan oleh rasa malas dan kurangnya motivasi.

  6. Selalu berusaha mencari ikatan dengan orang lain, terutama ketika putus dari suatu hubungan, karena memiliki pandangan bahwa suatu hubungan merupakan sumber dari perhatian dan bantuan.

Baca juga: Apakah Olahraga Dapat Meminimalisir Gangguan Kepribadian?

Itulah sedikit penjelasan tentang gangguan kepribadian dependen yang perlu diketahui. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!