Tidak Ditangani, Liposarkoma Dapat Sebabkan Komplikasi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tidak Ditangani, Liposarkoma Dapat Sebabkan Komplikasi

Halodoc, Jakarta – Kondisi liposarkoma yang dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Liposarkoma adalah tumor ganas yang dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Ini termasuk organ dan jaringan vital yang mengelilingi tumor asli. 

Liposarkoma adalah jenis kanker yang sangat langka yang umumnya dimulai di jaringan lemak. Memiliki sindrom genetik tertentu meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ini. Sulit mendeteksi liposarkoma sering tidak menimbulkan gejala sejak dini. 

Namun, kadang-kadang benjolan yang tidak nyeri yang dapat dilihat atau dirasakan berkembang di bawah kulit. Biopsi seringkali diperlukan untuk mendiagnosis liposarkoma dan pembedahan adalah perawatan yang paling umum.

Baca juga: Kenali Penyebab Terjadinya Liposarcoma

Penyebab Liposarkoma

Liposarkoma terjadi ketika sel-sel dalam tubuh berubah dan tumbuh di luar kendali. Sel-sel abnormal ini dapat tumbuh membentuk benjolan atau massa yang disebut tumor. Jika tumornya ternyata kanker, ini dapat tumbuh menjadi (menyerang) area terdekat. Bahkan dapat menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis).

Penyebab pasti seseorang mengidap liposarkoma sukar untuk diketahui. Namun, faktor-faktor risiko dapat membuat seseorang lebih mungkin terkena kanker. Liposarkoma cenderung muncul antara usia 50 dan 65 tahun. Faktor-faktor risiko ini dapat meningkatkan risiko kanker yang dimulai pada jaringan lunak (sarkoma jaringan lunak), seperti liposarkoma:

  1. Sindrom genetik tertentu, seperti neurofibromatosis dan sindrom Li-Fraumeni;

  2. Paparan radiasi sebagai pengobatan untuk kanker lain; dan

  3. Sering bekerja dengan lingkungan yang terpapar bahan kimia tertentu.

Liposarkoma paling sering dimulai di kaki. Dalam kebanyakan kasus, itu tidak menyebabkan gejala sejak dini. Terkadang benjolan dapat terlihat atau terasa di bawah kulit. Tumbuh lambat dan seringkali tidak menyakitkan pada awalnya.

Liposarkoma sering tidak menimbulkan gejala sampai kanker telah tumbuh selama beberapa waktu. Gejalanya tergantung pada di mana tumor itu dan seberapa besar itu. Tumor di perut bisa membesar sebelum menyebabkan masalah.

Baca juga: 2 Jenis Terapi untuk Atasi Kondisi Liposarcoma

Saat tumor tumbuh, gejalanya meliputi:

  1. Pembengkakan menyakitkan atau mati rasa di daerah sekitar benjolan; dan

  2. Kemunculan benjolan baru secara tiba-tiba atau benjolan yang sudah ada yang terus tumbuh.

Saat tumor tumbuh, liposarkoma di perut dapat menyebabkan:

  1. Feses berwarna hitam, berdarah, atau lembap;

  2. Terdapat darah di muntahan; dan

  3. Sakit perut atau kram.

Banyak dari kondisi ini yang mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya. Namun, penting untuk mengunjungi rumah sakit bila kamu memiliki gejala-gejala tersebut. Kalau ingin tahu lebih dalam mengenai liposarkoma, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Diagnosis liposarkoma dapat dimulai dari pemeriksaan tentang riwayat kesehatan, gejala, faktor risiko, dan riwayat penyakit pada keluarga. Ketika pemeriksaan fisik dilakukan akan dilakukan beberapa tes, seperti:

Baca juga: Ketahui 4 Jenis Liposarkoma yang Dapat Menyerang

  1. Tes Pencitraan

Ini dapat menemukan tumor. Dokter dapat menunjukkan sejauh mana kanker dan seberapa jauh penyebarannya. Tes pencitraan ini termasuk sinar-X, MRI, CT scan, atau USG.

  1. Biopsi

Biopsi adalah satu-satunya cara untuk mengonfirmasi kanker. Baik dilakukan dengan operasi atau dengan jarum dan jarum suntik. Potongan-potongan kecil jaringan diambil dan diperiksa untuk sel-sel kanker.

Setelah diagnosis liposarkoma, kamu kemungkinan akan membutuhkan tes lain. Ini membantu penyedia tim medis mempelajari lebih lanjut tentang kanker dan menentukan stadiumnya

Tahapnya adalah seberapa jauh kanker telah menyebar (bermetastasis) dalam tubuh. Ini adalah salah satu hal terpenting yang perlu diketahui ketika memutuskan bagaimana cara mengobati kanker.