Tumor Payudara Muncul Setelah Puber, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Tumor Payudara Muncul Setelah Puber, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta - Pada remaja wanita yang baru memasuki puber, terdapat banyak perubahan yang terjadi di tubuhnya. Salah satu perubahan yang terjadi adalah pertumbuhan payudara. Umumnya, anak yang akan tumbuh payudara akan merasakan dadanya yang sedikit membesar dibanding sebelumnya.

Namun, banyak orang yang mempertanyakan apabila mungkinkah anak-anak mengalami kanker payudara? Untuk itu, kamu harus tahu kemungkinan tumor payudara terjadi. Berikut pembahasan mengenai hal tersebut!

Baca juga: Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui

Tumor Payudara Terjadi Setelah Puber?

Perubahan yang terjadi pada anak-anak masa pubertas mungkin selalu menjadi momok yang menakutkan. Gadis yang masih belia tersebut akan mendapati tumbuhnya payudara untuk pertama kalinya dan mungkin akan sulit membiasakannya karena terjadinya perubahan penampilan.

Payudara yang baru tumbuh mungkin akan menimbulkan kepanikan pada beberapa orang yang khawatir apabila gangguan tersebut adalah tumor. Padahal, gangguan pada dada wanita tersebut sangat jarang terjadi pada remaja, terutama yang baru terjadi puber. Walau begitu, kamu harus tetap memeriksakannya pada dokter.

Salah satu hal yang membuat wanita tersebut panik adalah kuncup payudara yang menjadi sensitif, sehingga mengambil kesimpulan terdapat suatu hal yang salah. Peran orangtua sangat penting untuk mengajarkan apabila dirinya sedang mengalami pertumbuhan payudara yang normal.

Walaupun sangat jarang, hal ini tetap mungkin saja terjadi pada remaja yang baru puber. Tumor yang terjadi mungkin saja jinak atau ganas. Jika gangguan tersebut ganas, anak tersebut akan mengalami kanker payudara. Perkembangan yang tidak terkendali akan membahayakan pengidapnya.

Wanita yang mengidap kanker payudara selama hidup diperkirakan sekitar 10 persen. Walau begitu, risiko seorang wanita untuk mengalami tumor pada payudaranya ketika usianya semakin tua. Perubahan genetik menyebabkan risiko mengalami tumor payudara juga meningkat.

Maka dari itu, remaja yang baru memasuki masa puber memiliki risiko yang lebih kecil untuk terserang gangguan yang disebabkan oleh kanker tersebut. Walau begitu, gangguan yang menyerang wanita yang lebih muda umumnya lebih agresif dan ganas. Jika kamu merasakan hal yang tidak wajar, segeralah periksakan ke dokter.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait tumor payudara, dokter dari Halodoc dapat menjawab kebingungan tersebut. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc dari Apps Store atau Play Store. Selain itu, kamu juga dapat memesan pemeriksaan fisik melalui aplikasi tersebut.

Baca juga: 3 Komplikasi Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Diagnosis Tumor Payudara pada Remaja

Untuk memastikan gangguan yang terjadi pada dada, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan oleh dokter. Awalnya, dokter akan memeriksa payudara dan kelenjar getah bening yang mungkin mengalami benjolan atau gangguan lainnya. Selain itu, pemeriksaan lainnya dapat dilakukan, seperti:

  • Mammogram

Salah satu pemeriksaan tumor payudara yang dapat dilakukan adalah mammogram atau rontgen payudara. Mammogram biasanya digunakan untuk mendeteksi kanker payudara. Jika kelainan terdeteksi pada pemeriksaan ini, dokter akan merekomendasikan mammogram diagnostik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  • Ultrasonografi Payudara

Pemeriksaan ultrasonografi atau USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur jauh di dalam tubuh. Hal ini dapat digunakan untuk menentukan apakah benjolan pada payudara tersebut adalah massa padat atau kista yang berisi cairan.

Baca juga: Mitos atau Fakta Mastalgia Tanda Idap Kanker Payudara

Berikut adalah pembahasan mengenai tumor payudara yang mungkin menyerang remaja yang baru mengalami pubertas. Memang, gangguan ini sangat jarang terjadi, tetapi kemungkinan tersebut tetap ada. Maka dari itu, jika kamu merasakan tidak nyaman pada dada yang bukan pertanda tumbuhnya payudara, segera periksakan diri ke dokter.

Referensi:
Medical News Today.Diakses pada 2019.What you should know about breast cancer in teens
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Breast cancer