Wajah Berwarna Kemerahan Tanpa Sebab? Hati-Hati Polisitemia Vera Mengintai

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Wajah Berwarna Kemerahan Tanpa Sebab? Hati-Hati Polisitemia Vera Mengintai

Halodoc, Jakarta – Perubahan warna kemerahan pada wajah bisa menjadi tanda penyakit tertentu, salah satunya adalah polisitemia vera. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada sumsum tulang belakang. Meski tergolong langka, namun penyakit ini ternyata lebih sering mengintai pria dibandingkan wanita.

Polisitemia terjadi karena ada sesuatu yang “tidak normal” pada pengaturan sel-sel darah merah di dalam tubuh. Dalam kondisi normal, tubuh mengatur dan menentukan jumlah sel-sel darah merah yang akan diproduksi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Pada pengidap polisitemia vera, terjadi mutasi gen yang menyebabkan sel-sel pada sumsum tulang memproduksi sel darah merah secara berlebihan.

Meski demikian, masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab mutasi tersebut. Penyakit ini disebut lebih berisiko menyerang seiring bertambahnya usia, terutama pada orang yang sudah berusia di atas 60 tahun.

Baca juga: Orang Berusia di Atas 60 Tahun Rentan Kena Polisitemia Vera

Mengapa Polisitemia Vera Menyebabkan Wajah Kemerahan?

Perubahan warna pada wajah terjadi sebagai gejala yang menandai adanya penyakit polisitemia vera. Meski begitu, sebenarnya penyakit ini jarang menyebabkan gejala yang signifikan. Selain wajah memerah, ada beberapa gejala yang juga sering muncul, seperti lemas dan lelah, sakit kepala, pandangan kabur, mimisan, lebam, serta keluar keringat berlebihan.

Selain gejala-gejala tersebut, polisitemia vera juga bisa menyebabkan sendi yang bengkak dan sakit akibat penyakit asam urat. Penyakit ini juga membuat pengidapnya mengalami sensasi kebas pada kaki dan tangan, kesulitan bernapas, pembengkakan limfa, serta gatal-gatal pada kulit. Biasanya, gatal-gatal akan terasa semakin buruk setelah mandi air hangat.

Saat mengalami gejala gatal-gatal yang tak kunjung mereda, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Tujuannya untuk mengetahui secara pasti penyebab yang menyerang, sehingga terhindar dari komplikasi. Penyakit yang satu ini bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti serangan jantung, stroke, emboli paru, dan trombosis vena dalam.

Orang yang mengidap penyakit ini biasanya akan mengalami peningkatan jumlah sel darah merah yang terkadang juga disertai dengan kenaikan platelet dan sel darah putih. Peningkatan kadar hemoglobin dan penurunan kadar hormon eritropoietin juga menjadi tanda seseorang mengalami penyakit ini. Kondisi tersebut akan terdeteksi melalui pemeriksaan.

Baca juga: 7 Fakta tentang Penyakit Langka Polisitemia Vera

Pengobatan Polisitemia Vera yang Perlu Diketahui

Kabar buruknya, polisitemia vera adalah penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, pengobatan tetap dibutuhkan dan harus dijalani oleh pengidapnya. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi jumlah sel darah, mencegah komplikasi, serta mengurangi gejala yang muncul.

Setelah terdiagnosis penyakit ini, ada berbagai cara pengobatan yang biasanya dianjurkan oleh dokter, antara lain:

1. Mengeluarkan Darah

Prosedur pertama yang dianjurkan saat seseorang mengalami penyakit ini adalah mengeluarkan darah. Cara yang dilakukan adalah dengan prosedur yang sama seperti saat mendonorkan darah.

2. Konsumsi Obat

Pada beberapa kondisi, pengidap polisitemia vera akan dianjurkan mengonsumsi obat-obatan untuk menurunkan produksi sel darah merah. Obat yang diberikan adalah rekomendasi dari dokter dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Selain itu, pemberian obat juga dilakukan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah.

Baca juga:  Kenali Penyebab dan Cara Penanganan Polisitemia Vera

Cari tahu lebih lanjut seputar penyebab wajah merah dan gejala penyakit polisitemia vera dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!