09 January 2019

Waspada Bayi Tiba-Tiba Panas Tinggi Tanda Terserang Roseola

Waspada Bayi Tiba-Tiba Panas Tinggi Tanda Terserang Roseola

Halodoc, Jakarta – Ada banyak hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami demam. Mulai dari hal yang sepele, hingga gangguan kesehatan yang serius. Jika demam terjadi tanpa sebab dan muncul secara tiba-tiba, ibu patut waspada. Karena, demam yang muncul tiba-tiba, membuat bayi panas tinggi, bisa menjadi tanda penyakit roseola. Apa itu?

Roseola adalah penyakit yang terjadi karena serangan virus yang menyebabkan infeksi. Umumnya, virus tersebut menyerang bayi dan anak-anak berusia 6 bulan sampai 2 tahun. Roseola ditandai dengan gejala demam dan muncul ruam berwarna merah mudah di kulit. Virus herpes merupakan jenis virus yang menjadi penyebab penyakit ini.

Baca juga: Cara Lindungi Anak dari Serangan Roseola Infantum

Penularan virus penyebab penyakit ini bisa terjadi melalui percikan ludah saat bersin atau batuk dari orang yang sebelumnya sudah terinfeksi. Penularan virus juga bisa terjadi melalui benda-benda yang sudah terkontaminasi virus herpes. Tapi jangan khawatir, umumnya infeksi yang terjadi bersifat ringan dan akan sembuh dalam waktu satu minggu.

Meski bisa menular melalui udara dan percikan ludah, tapi virus penyebab roseola biasanya membutuhkan waktu sebelum akhirnya menunjukkan gejala. Setelah terpapar, virus membutuhkan sekitar 1–2 minggu untuk masuk ke dalam tubuh. Virus yang menginfeksi, kemudian akan menyebabkan gejala berupa demam, batuk yang disertai pilek, sakit tenggorokan, dan kehilangan nafsu makan. Pada beberapa kasus, gejala pembesaran kelenjar di leher, diare ringan, dan pembengkakan pada kelopak mata bisa menjadi tanda penyakit ini.

Pengobatan dan Komplikasi Penyakit Roseola pada Bayi dan Anak

Bayi panas tinggi yang terjadi karena penyakit ini, biasanya akan mereda dalam 3–5 hari, tapi akan dilanjutkan dengan timbulnya ruam kulit berwarna merah muda. Meski demikian, biasanya ruam yang muncul tidak menyebabkan rasa gatal, dan sering ditemukan pada bagian dada, perut, serta punggung. Seiring berjalannya waktu, ruam mungkin akan menyebar ke lengan, leher, bahkan wajah. Ruam biasanya akan mulai menghilang dalam waktu dua hari.

Pada dasarnya, tidak ada metode pengobatan khusus untuk menangani kondisi ini, mengingat gejala penyakit akan hilang seiring berjalannya waktu. Bahkan, bayi dan anak bisa kembali pulih hanya dengan perawatan mandiri di rumah. Kuncinya adalah membuat anak merasa nyaman dan cukup beristirahat, terutama setelah gejala demam muncul.

Baca juga: Fakta-Fakta Menarik tentang Penyakit Anak Roseola

Agar Si Kecil bisa beristirahat, pastikan untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk, dan jika dibutuhkan coba letakkan kain kompres di dahi bayi. Pastikan juga bayi atau anak mendapat asupan air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi alias kurang cairan tubuh.

Roseola, biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika demam yang terjadi terlalu tinggi, yaitu lebih dari 39 derajat Celsius, segera lakukan pemeriksaan. Apalagi jika demam tidak kunjung turun setelah satu minggu dan ruam kulit tidak menghilang dalam tiga hari.

Meski jarang menyebabkan komplikasi, tapi roseola yang tidak ditangani dengan benar bisa saja berdampak serius. Penyakit roseola pada anak bisa memicu komplikasi berupa kejang, karena demam yang terlalu tinggi, radang otak, hingga pneumonia yang muncul akibat daya tahan tubuh anak rendah.

Baca juga: Ini Tanda Bayi Terkena Roseola, Penyakit Kulit Mirip Campak

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit roseola pada bayi dan anak dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!