14 November 2018

Waspada, Ini Komplikasi yang Bisa Ditimbulkan Fibroadenoma

waspada, ini komplikasi yang bisa ditimbulkan fibroadenoma

Halodoc, Jakarta – Bagi wanita, kesehatan payudara menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Ketika ditemukan benjolan pada payudara membuat para wanita khawatir. Padahal tidak semua benjolan yang muncul pada payudara merupakan tanda kesehatan yang buruk atau kanker. Ada beberapa benjolan pada payudara yang tidak berbahaya dan tidak selalu berhubungan dengan penyakit kanker, salah satunya adalah fibroadenoma.

Fibroadenoma adalah kondisi benjolan pada payudara yang merupakan tumor jinak. Kondisi fibroadenoma sering terjadi pada payudara yang berbentuk benjolan bulat atau oval dan memiliki batas yang cukup tegas.

Ketika dirasakan atau diraba, benjolan yang dihasilkan karena kondisi fibroadenoma terasa halus pada permukaannya dan memiliki kepadatan benjolan yang cukup konsisten dan terasa lebih kenyal. Benjolan yang disebabkan fibroadenoma juga tidak terasa sakit jika disentuh. Selain itu, benjolan bisa bergeser dengan mudah. Biasanya, fibroadenoma dialami oleh wanita yang telah memasuki masa puber di antara usia 15 ke atas.

Mengenal Jenis dan Komplikasi pada Fibroadenoma

Fibroadenoma umumnya disebabkan oleh perubahan hormon reproduksi pada wanita. Ukuran fibroadenoma juga beragam. Biasanya benjolan yang disebabkan fibroadenoma memiliki ukuran lebar 1-2 cm dengan panjang 5 cm. Benjolan fibroadenoma dapat bertambah besar seiring kondisi pengidap. Ketika pengidapnya sedang hamil atau menjalani terapi hormon, ukuran benjolan fibroadenoma dapat bertambah besar. Begitu juga ketika pengidap memasuki masa menopause, ukuran benjolan fibroadenoma bisa mengecil dengan sendirinya.

Meskipun tidak termasuk benjolan yang berbahaya, kondisi fibroadenoma memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi benjolan fibroadenoma, seperti pemeriksaan USG payudara, mamografi, atau biopsi.

Ada beberapa jenis fibroadenoma yang perlu kamu ketahui, yaitu sebagai berikut:

1. Fibroadenoma Juvenile

Jenis ini banyak dialami oleh wanita pada usia 10 hingga 18 tahun, fibroadenoma juvenile dapat membesar, namun seiring berjalannya waktu, fibroadenoma jenis ini menghilang sendirinya.

2. Fibroadenoma Besar

Biasanya, benjolan yang dihasilkan oleh fibroadenoma besar lebih dari 5 cm besarnya sehingga memerlukan pengangkatan karena menekan jaringan pada payudara.

3. Fibroadenoma Kompleks

Benjolan yang disebabkan oleh fibroadenoma kompleks memiliki pertumbuhan sel yang cepat. Sehingga membutuhkan pemeriksaan secepatnya melalui proses biopsi.

4. Tumor Phyllodes

Benjolan yang disebabkan oleh tumor phyllodes memerlukan pemeriksaan lebih detail. Benjolan ini umumnya tidak berbahaya, namun seiring waktu bisa berubah sifatnya menjadi ganas sehingga memerlukan pengangkatan.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah komplikasi pada kondisi fibroadenoma. Meskipun beberapa jenis fibroadenoma tidak menyebabkan komplikasi penyakit apa pun pada pengidap, tetapi fibroadenoma kompleks meningkatkan risiko pengidap mengalami kanker payudara.

Sebaiknya, rutin melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan payudara, baik dengan tim medis maupun mengecek keadaan payudara sendiri dengan metode SADARI.

Untuk melakukan pemeriksaan sendiri, kamu perlu mengangkat salah satu tangan kamu dan letakan pada belakang kepala. Setelah itu tekan payudara secara melingkar, rasakan apakah ada benjolan atau tidak. Pijat payudara ke arah puting, pastikan tidak ada cairan yang keluar. Kamu bisa melakukan gerakan memijat payudara sambil berbaring untuk memastikan ada atau tidaknya benjolan pada payudara. Lakukan pemeriksaan ini 7-10 hari setelah menstruasi.

Jika ditemukan benjolan, sebaiknya tetap tenang dan jangan panik. Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai benjolan pada payudara. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: