• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Lelah Kronis Seperti yang Dialami Casey Stoner

Waspada Lelah Kronis Seperti yang Dialami Casey Stoner

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Semua penggemar otomotif, terutama yang menyukai MotoGP, pasti mengenal nama Casey Stoner. Pria kelahiran Australia tersebut telah menjuarai kejuaraan motor bergengsi tersebut dua kali. Prestasi yang ditorehkannya ternyata berbanding terbalik dengan kondisinya belakangan ini.

Casey Stoner disebut-sebut mengalami penyakit lelah kronis, yang juga membuatnya harus pensiun dari MotoGP. Gangguan tersebut pun bahkan menyebabkannya harus meninggalkan hobinya yang lain seperti memanah. Lalu, penyakit seperti apa yang menyebabkan seseorang sulit untuk beraktivitas? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Sering Lelah Tanpa Sebab, Hati-Hati Tanda Sindrom Kelelahan Kronis

Penjelasan Penyakit Lelah Kronis yang Menyerang Casey Stoner

Stamina adalah hal yang penting agar tiap orang dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Jika stamina yang ada di tubuh sudah habis maka kelelahan akan timbul. Namun, terdapat suatu gangguan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan ekstrem, sehingga kesulitan untuk beraktivitas.

Gangguan tersebut disebut dengan lelah kronis yang juga dialami oleh Casey Stoner. Kelainan ini akan menimbulkan gejala rasa lelah yang parah tanpa alasan yang jelas dan tidak dapat dijelaskan dengan medis. Seseorang yang mengalami ini dapat tetap merasakan lelah meski telah beristirahat.

Penyakit ini yang menyebabkannya pensiun dini karena kerap kelelahan dan sulit berkonsentrasi saat mengendarai motor. Selain itu, tubuhnya sudah tidak dapat melakukan hobi yang terbilang lebih ringan untuk dilakukan, seperti gokart dan memanah.

Penyebab dari penyakit lelah kronis ini belum diketahui secara pasti. Diketahui gangguan ini disebabkan oleh infeksi virus atau tekanan psikologis. Ada juga yang percaya hal ini disebabkan oleh kombinasi faktor tersebut. Maka dari itu, cara penyembuhannya juga terbilang sulit.

Apa saja gejala yang dapat terjadi pada seorang pengidap penyakit lelah kronis? Gejala dari Chronic Fatigue Syndrome ini dapat berbeda-beda tergantung pada seseorang yang mengidapnya dan tingkat keparahan dari kondisi yang terjadi. Memang gejala yang paling umum terjadi adalah kelelahan yang cukup parah sehingga seseorang akan kesulitan untuk beraktivitas.

Cara mendiagnosis gangguan ini dilihat dari gejalanya adalah dengan menilai kemampuan sehari-hari yang terus berkurang secara signifikan karena kelelahan yang terjadi selama kurang lebih enam bulan. Hal tersebut akan sulit untuk diatasi hanya dengan bed rest.

Jika mengidap kondisi ini, seseorang juga akan mengalami kelelahan yang parah setelah melakukan aktivitas fisik atau mental, yang disebut juga dengan post-exertional malaise (PEM). Gangguan ini dapat bertahan lebih dari 24 jam setelah aktivitas tersebut dilakukan. Di samping itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan masalah tidur, seperti:

  • Merasa masih lelah setelah tidur semalaman.

  • Mengalami insomnia yang kronis.

  • Mengidap gangguan tidur lainnya.

Baca juga: 6 Alasan yang Bikin Tubuh Selalu Kelelahan

Pengidap lelah kronis juga mungkin mengalami gejala lainnya yang melibatkan fisik. Tubuh mungkin akan mengalami nyeri otot, lebih sering mengalami sakit kepala, terasa nyeri pada sendi tubuh tanpa mengalami kemerahan atau bengkak, serta sakit pada tenggorokan yang lebih sering dan tanpa sebab.

Gejala-gejala tersebut terkadang akan hilang dan tidak menimbulkan gejala kembali setelahnya. Walau begitu, masih ada kemungkinan yang dapat terjadi ketika gejalanya terjadi kembali, atau kekambuhan. Dengan adanya hal tersebut, pengidap mungkin akan sulit untuk mengelola gejala yang terjadi.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait penyakit lelah kronis, tanyakan saja pada dokter di Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar rumah dengan aplikasi tersebut.

Bagaimana Cara Mengatasi Lelah Kronis?

Memang hingga saat ini belum ada obat yang dapat mengalami penyakit lelah kronis tersebut. Namun, beberapa langkah dapat dilakukan untuk meredam gangguan tersebut dengan berfokus pada pengurangan gejala yang timbul. Berikut adalah beberapa hal yang akan dokter sarankan untuk dilakukan:

  1. Obat-obatan

Seseorang yang mengidap gangguan ini umumnya juga mengalami depresi yang dapat diredam dengan obat-obatan. Dengan mengatasi depresi yang timbul, pengidap akan lebih mudah menekan sindrom kelelahan kronis tersebut. Dosis rendah dari antidepresan juga dapat membantu agar lebih mudah tidur dan menghilangkan rasa sakit.

Baca juga: Selalu Merasa Kelelahan? Ini 5 Penyebabnya

  1. Terapi

Terapi juga dapat dilakukan sebagai perawatan yang paling efektif untuk mengatasi gangguan kelelahan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan pendekatan dua cara, yaitu menggabungkan pelatihan kognitif dengan program latihan yang mudah. Berikut beberapa program latihannya:

  • Pelatihan kognitif: Hal ini dapat dilakukan untuk mengatasi beberapa keterbatasan yang ditimbulkan sindrom kelelahan kronis. Cara ini terbilang lebih mudah untuk mengendalikan stamina tubuh.

  • Latihan bertingkat: Kamu akan mendapatkan bantuan ahli untuk menentukan latihan yang terbaik. Kegiatan ini dimulai dengan rentang gerak dan peregangan. Dengan bertahap, intensitas latihan akan ditingkatkan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Chronic fatigue syndrome
Health Line. Diakses pada 2019. CFS (Chronic Fatigue Syndrome)