• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Teror Ulat Bulu, Kenali Penanganan Awal di Rumah

Waspada Teror Ulat Bulu, Kenali Penanganan Awal di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Munculnya ratusan ulat bulu di Perumahan Hakiki Jalan Raya Bukit Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, sepekan terakhir membuat warga setempat panik. Mereka terserang gatal-gatal dan bentol akibat ulat bulu. Ternyata, warga yang mengalami gatal dan bentol karena melakukan penanganan dengan menggunakan minyak angin saja.

Baca juga: Kena Ulat Bulu Bisa Sebabkan Biduran, Benarkah?

Teror ulat bulu terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan dimulai dari salah satu lahan kosong di area tersebut. Setelah sepekan, ulat bulu menyebar dan memasuki kawasan perumahan dan memberikan gangguan kesehatan pada masyarakat sekitar. Lantas, bagaimana cara tepat mengatasi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh racun dari ulat bulu? Ini ulasannya!

Hindari Menyentuh Ulat Bulu Secara Langsung

Ulat bulu memiliki bulu atau duri yang memiliki jenis racun khusus sebagai alat pertahanan diri dari mangsa. Sebagian besar, ulat bulu memiliki bulu yang sangat halus. Jika kamu tidak sengaja menyentuh bulu ulat, bulu-bulu halusnya dapat menusuk kulit dan racunnya menyebar pada tubuh sehingga menyebabkan gatal dan bentol.

Menurut Michael Merchant, ahli entomologi dari Texas A&M University, racun pada ulat bulu mampu menyebabkan rasa sakit pada kulit selama 12 jam. Sebaiknya ketika ada ulat bulu yang menempel pada bagian tubuh, jangan dilepaskan dengan tangan kosong. Melepaskan ulat dari bagian tubuh dengan tangan kosong sama dengan memindahkan racun ulat bulu pada bagian tangan.

Sebaiknya lepaskan ulat bulu dari bagian tubuh dengan menggunakan peralatan lain yang ada di sekitar kamu. Jangan memukul ulat di atas kulit karena dapat membuat racun ulat bulu menyebar pada bagian tubuh lain. Setelah ulat bulu terlepas, pastikan tidak ada bulu-bulu halus yang tertinggal dengan mencuci bagian tubuh dengan air mengalir dan sabun anti bakteri.

Baca juga: Alasan Angioedema Dapat Sebabkan Sulit Bernapas

Penanganan Awal untuk Atasi Racun Ulat Bulu

Gejala yang dialami saat kamu terkena racun ulat bulu, yaitu muncul ruam dan bentol pada kulit serta kulit terasa gatal dan perih. Tidak hanya pada kulit, bulu dari ulat dapat masuk dalam mata dan menyebabkan iritasi. Jika masuk ke dalam saluran pernapasan, maka dapat mengakibatkan muntah-muntah, serta iritasi pada area mulut dan bibir.

Dilansir dari Healthline, kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dan lakukan penanganan sederhana di rumah untuk meredakan gejalanya, seperti: 

1. Kompres dengan Es Batu

Kamu bisa mengompres bagian kulit yang gatal dengan es batu yang dibungkus kain lembut. Hindari menggaruk kulit yang terasa gatal karena menyebarkan rasa gatal. Tidak hanya gatal, menggaruk kulit yang gatal dapat sebabkan iritasi dan infeksi pada kulit.

2. Oleskan Lidah Buaya

Selain menggunakan es batu, kamu bisa menggunakan lidah buaya untuk mengompres bagian kulit yang mengalami iritasi akibat ulat bulu. Lidah buaya dapat mengurangi rasa gatal yang dirasakan. 

3. Cuci dengan Air Hangat

Hindari menggaruk rasa gatal yang kamu alami. Sebaiknya cuci bagian kulit yang mengalami gatal dengan air hangat. Jangan lupa gunakan sabun anti bakteri agar racun dapat hilang dan tidak menyebar.

Baca juga: Ini 5 Dampak Gigitan Serangga Tidak Beracun bagi Tubuh

Itulah penanganan tepat untuk mengatasi racun ulat bulu. Tidak ada salahnya untuk berhati-hati ketika melakukan kegiatan di luar ruangan. Jika kulit yang terpapar racun ulat bulu alami nanah atau tampak melepuh, tidak ada salahnya untuk periksakan kesehatan pada rumah sakit terdekat. Kini kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Is Aloe Vera an Effective Treatment for Rashes
Very Well Health. Diakses pada 2020. What Parents Should Know About Caterpillars
University of Florida Gardening Solutions. Diakses pada 2020. Stinging and Venomous Caterpillars
Northern Territory Government. Diakses pada 2020. Itchy Caterpillars