05 October 2018

Kena Ulat Bulu Bisa Sebabkan Biduran, Benarkah?

kena ulat bulu bisa sebabkan biduran benarkah

Halodoc, Jakarta – Tidak sengaja menyentuh ulat bulu memang bisa bikin kulit menjadi gatal-gatal dan muncul bentol. Gejala ini sebenarnya mirip dengan gejala biduran. Namun, apakah hal ini berarti terkena ulat bulu bisa menyebabkan biduran? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Ulat Bulu Penyebab Biduran

Biduran atau yang dikenal juga dengan istilah medisnya adalah urtikaria, merupakan reaksi kulit yang gejala utamanya berupa munculnya bilur berwarna merah atau putih yang terasa gatal. Bilur biduran ini bisa muncul di satu bagian tubuh maupun menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ukuran dan bentuk bilurnya pun bisa berbeda-beda. Biduran paling sering disebabkan karena alergi. Nah, kontak dengan ulat bulu merupakan salah satu pemicu munculnya alergi ini. Jadi kesimpulannya, benar bahwa terkena ulat bulu memang bisa memicu terjadinya biduran pada kulit.

Gejala Biduran

Oleh karena biduran merupakan dampak yang terjadi akibat terkena ulat bulu, maka gejala yang ditimbulkan setelah terkena ulat bulu sama dengan gejala biduran, antara lain:

Muncul ruam atau bentol berwarna merah atau putih yang terasa gatal.

Selain gatal, ruam ini juga bisa terasa perih, menyengat, dan bengkak.

Ruam ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, termasuk pada bibir, lidah, tenggorokan, dan telinga.

Namun, bila bulu ulat masuk ke dalam mata, maka kamu mungkin mengalami iritasi mata.

Bila bulu ulat masuk ke saluran pernapasan, kamu mungkin akan batuk-batuk dan sulit bernapas.

Gejala biduran bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari.

Penyebab Lain Biduran

Selain terkena ulat bulu, kamu juga harus tahu penyebab biduran lainnya. Berikut penyebab umum biduran:

Paparan udara panas atau dingin.

Kontak langsung dengan alergen atau pemicu alergi, misalnya serangga, serbuk sari, hewan peliharaan.

Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, dan obat anti-inflamasi nonsteroid.

Infeksi.

Adapun penyebab munculnya bilur pada kulit saat biduran adalah karena meningkatnya kadar histamin dan senyawa kimia lain yang dilepaskan oleh lapisan di bawah kulit. Hal itulah yang  menyebabkan pembengkakan jaringan. Histamin kadang-kadang juga bisa menyebabkan bocornya cairan plasma dari pembuluh darah, sehingga terjadi penumpukan cairan atau angioedema. Kelebihan cairan ini lah yang menyebabkan kulit bengkak dan terasa gatal.

Beberapa faktor seperti konsumsi minuman beralkohol atau berkafein, stres, dan suhu udara panas juga bisa membuat kondisi biduran semakin parah.

Cara Mengobati Biduran

Tenang saja biduran akibat terkena ulat bulu ini tidak memerlukan pengobatan khusus. Sebab, gejala-gejala biduran juga akan menghilang dalam beberapa hari. Namun, bila kamu merasa terganggu dengan rasa gatalnya, kamu bisa mengonsumsi obat antihistamin. Sedangkan bila kondisi biduran semakin parah, konsumsilah tablet kortikosteroid.

Kapan Harus Ke Dokter?

Untuk memastikan apakah gejala yang kamu alami setelah terkena ulat bulu memang adalah biduran, kamu bisa memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan memeriksa bilur atau ruam yang ada pada kulit secara langsung. Selain melakukan pemeriksaan, dokter juga akan menanyakan riwayat biduran untuk memastikan penyebabnya. Bila biduran sudah berlangsung selama berhari-hari bahkan sampai lebih dari enam minggu, maka dapat dipastikan bahwa penyebabnya bukan alergi karena ulat bulu.

Kamu juga perlu ke dokter bila kulit yang kena ulat bulu mulai melepuh atau bernanah.

Bila kamu mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai gejala biduran, tanyakan saja kepada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter dan minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: