• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Winter Blues Bisa Sebabkan Depresi Tiba-Tiba

Winter Blues Bisa Sebabkan Depresi Tiba-Tiba

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Musim mulai berganti dari sebelumnya selalu merasakan cuaca yang panas, sekarang sudah mulai berganti menjadi hujan yang mulai gerimis hingga lebat. Banyak risiko yang dapat terjadi ketika perubahan cuaca ini terjadi, bahkan tidak menutup kemungkinan kamu mengalami depresi.

Beberapa orang mungkin saja mengalami depresi musiman yang disebabkan oleh cuaca atau udara dingin, yang disebut juga dengan winter blues. Orang tersebut akan merasakan sedih dan tekanan yang kuat kala melihat cuaca yang berubah menjadi dingin. Berikut pembahasan lengkapnya mengenai winter blues, depresi karena udara dingin!

Baca juga: Depresi Bisa Terjadi pada Segala Usia

Winter Blues Dapat Sebabkan Depresi karena Udara Dingin

Belakangan ini, hujan sudah mulai turun hampir satu kali setiap hari dan terkadang menghambat aktivitas luar ruangan. Selain itu, beberapa orang juga akan merasa sedih dan depresi ketika hujan turun dengan lebat. Orang tersebut mengidap gangguan winter blues atau depresi karena udara dingin.

Kelainan ini termasuk dalam gangguan afektif musiman, yaitu jenis depresi yang terjadi disebabkan perubahan musim. Umumnya, hal ini terjadi dan berakhir pada waktu yang sama tiap tahunnya. Hal ini identik dengan negara yang memiliki 4 musim dan depresi terjadi pada musim dingin. Namun, di Indonesia kamu dapat mengalaminya ketika musim hujan.

Ketika musim hujan datang, kamu akan merasa lebih sedih dan energi seperti banyak terkuras. Selain itu, kamu juga dapat merasa depresi karena udara dingin secara tiba-tiba apabila cuaca yang tadinya cerah berubah drastis menjadi hujan deras. Mungkin saja kamu harus mencari ruangan tertutup agar tidak melihat itu semua.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait kesehatan mental atau masalah kesehatan lainnya, tanyakan saja pada psikolog atau dokter di Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar rumah dengan aplikasi ini.

Baca juga: Ciri dan Tanda Gejala Depresi Pada yang Wajib Kamu Ketahui

Penyebab Depresi karena Musim Dingin Akibat Winter Blues

Belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang mengalami gangguan afektif musiman seperti winter blues. Beberapa sumber mengatakan jika hormon tertentu yang sangat dalam pada otak dapat memicu perubahan yang berhubungan dengan sikap pada waktu-waktu tertentu dalam satu tahun yang umumnya pada musim dingin.

Disebutkan juga kurangnya sinar matahari pada musim hujan di Indonesia dapat membuat otak mempunyai lebih sedikit serotonin. Hal tersebut berhubungan dengan jalur otak yang mengatur suasana hati, karenanya rentan menimbulkan kesedihan dan depresi. Selain itu, kamu juga akan mengalami kelelahan dan kenaikan berat badan.

Kelainan ini umumnya terjadi pada orang yang baru dewasa dan lebih berisiko menyerang wanita dibandingkan pria. Kamu mungkin mengalami gejala yang ringan dan merasa tidak nyaman ketika cuaca berubah, hingga emosi yang tidak terkendali sehingga mudah marah. Dalam tahap parah, kamu mengalami gangguan pada hubungan dan pekerjaan.

Baca juga: Selamat Tinggal Depresi

Pengobatan Winter Blues yang Dapat Timbulkan Depresi

Terdapat beberapa perawatan yang berbeda untuk mengatasi gangguan afektif musim ini. Walau begitu, hal ini tergantung pada keparahan gejala yang timbul. Selain itu, jika kamu memiliki tipe depresi atau gangguan bipolar lainnya yang bersamaan dengan winter blues, mungkin perawatan yang dilakukan akan berbeda.

Umumnya, dokter akan memberikan obat antidepresan untuk mengobati gejala dari depresi musiman tersebut. Hal ini sangat penting untuk mencegah episode depresi utama pada orang dengan kelainan winter blues yang sebabkan depresi karena udara dingin. Dengan begitu, gejala yang parah dapat ditekan.

Pun banyak dokter yang menyarankan seseorang yang mengalami gangguan ini untuk keluar di pagi hari agar mendapatkan lebih banyak cahaya matahari. Jika tidak memungkinkan, kamu mungkin harus tetap mengonsumsi obat antidepresan hingga melakukan terapi cahaya (fototerapi) agar membantu untuk menekan gangguan tersebut.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Seasonal affective disorder (SAD)
WebMD. Diakses pada 2019. Seasonal Depression (Seasonal Affective Disorder)