Yang Perlu Diperhatikan Pengidap Penyakit Ginjal Saat Puasa

Yang Perlu Diperhatikan Pengidap Penyakit Ginjal Saat Puasa

Halodoc, Jakarta - Tak hanya gangguan pencernaan, pengidap penyakit ginjal juga memiliki kekhawatiran saat menjalani puasa. Hal ini karena selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama hampir 14 jam. Padahal, pengidap penyakit ginjal sedang mengalami peningkatan kebutuhan nutrisi agar kondisinya tidak memburuk. Lalu, apa yang harus diperhatikan pengidap penyakit ginjal saat puasa?

Meski masih menjadi perdebatan, puasa berdampak positif pada kondisi ginjal, misalnya pada pengidap ginjal kronik. Aktivitas berpuasa mengurangi beban kerja ginjal karena asupan cairan cenderung rendah. Itulah sebabnya pengidap ginjal kronik tidak diperbolehkan minum terlalu banyak, karena bisa membuat tubuhnya membengkak akibat urine yang dikeluarkan sedikit.

Baca juga: 6 Fakta Seputar Penyakit Ginjal yang Harus Diketahui

Kondisi ini berbeda dengan pengidap batu ginjal. Kebalikan dengan penyakit ginjal kronik, pengidap batu ginjal dianjurkan minum air lebih banyak. Puasa juga diklaim berdampak positif bagi pengidap batu kandung kemih (urolithiasis), transplantasi ginjal, dan penyakit ginjal lainnya. Meski begitu, tidak semua pengidap penyakit ginjal boleh berpuasa, karena tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing pengidap.

Umumnya, seseorang tidak dianjurkan berpuasa jika mengidap poliuria, kadar gula darah dalam tubuh tidak terkendali, tekanan darah selalu tinggi, dan mengalami infeksi hingga komplikasi fungsi jantung. Bila dipaksakan, puasa berpotensi memperburuk kondisi tersebut. Pengidap penyakit ginjal yang kondisinya stabil dan tidak mengalami komplikasi bisa dipertimbangkan untuk puasa.

Baca juga: Benarkah Ginjal Sehat dengan Puasa?

Perhatikan Hal-Hal Ini Jika Ingin Berpuasa

Sebenarnya, pengidap penyakit ginjal boleh saja berpuasa, selama mendapatkan izin dan pertimbangan dari dokter yang menangani. Jika dibolehkan berpuasa pun, ada beberapa hal umum yang perlu diperhatikan pengidap penyakit ginjal, yaitu:

  • Konsumsi obat yang diresepkan dokter secara rutin. Minum ketika sahur dan berbuka sesuai petunjuk yang diberikan dokter. Hindari secara sengaja menghentikan konsumsi obat karena bisa berakibat fatal.
  • Hindari konsumsi makanan mengandung kalium dan fosfor tinggi seperti kurma, aprikot, dan gorengan. Prinsip diet pengidap penyakit ginjal adalah menjaga agar kadar elektrolit, mineral, dan cairan dalam tubuh tetap dalam keadaan seimbang. Makanan yang dianjurkan meliputi nasi, roti, buah (apel, nanas, pir, ceri), dan sayuran (brokoli, kol, wortel).
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. Aturannya dua gelas air putih saat sahur, dua gelas air putih saat berbuka, dan empat gelas air putih saat makan malam. Sebaiknya hindari atau batasi konsumsi minuman berkafein, bersoda, dan beralkohol.
  • Rutin periksa ke dokter, setidaknya 1-2 minggu sekali selama bulan puasa. Hal ini untuk memastikan kondisi ginjal pengidap, sehingga bila ditemukan kelainan, dokter bisa mempertimbangkan kembali boleh tidaknya pengidap melanjutkan puasa. Pengidap dianjurkan segera ke dokter jika mengalami bengkak di beberapa bagian tubuh, merasa pusing, susah bernapas, dan merasa kelelahan.

Baca juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Merusak Fungsi Ginjal

Itulah sedikit penjelasan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan pengidap penyakit ginjal saat puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya.

Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!