Yang Terjadi pada Tubuh Ketika Mengidap Agoraphobia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Yang Terjadi pada Tubuh Ketika Mengidap Agoraphobia

Halodoc, Jakarta – Agoraphobia adalah gangguan kecemasan yang bermanifestasi sebagai ketakutan akan situasi di mana pelarian bisa sulit atau ketika bantuan tidak akan tersedia jika sesuatu yang buruk terjadi. Kondisi ini sering disalahpahami sebagai ketakutan akan ruang terbuka, namun pada kenyataannya lebih kompleks.

Agoraphobia mungkin melibatkan rasa takut akan kerumunan, jembatan, atau berada di luar sendirian. Berikut beberapa poin penting tentang agoraphobia.

Baca juga: Takut Tempat Ramai atau Sepi? Hati-Hati Kena Agoraphobia

  1. Agoraphobia sering berkembang setelah mengalami satu atau lebih serangan panik.

  2. Ini dapat menyebabkan berbagai ketakutan, seperti ketakutan akan ruang terbuka dan ketakutan akan tempat-tempat yang sulit diloloskan, misalnya lift.

  3. Agoraphobia dapat menyulitkan seseorang untuk meninggalkan rumah.

  4. Gejala fisik meliputi nyeri dada, pusing, dan sesak napas.

  5. Agoraphobia sering dirawat secara medis dengan antidepresan atau obat penurun kecemasan

  6. Kebanyakan orang dengan agoraphobia dapat menjadi lebih baik melalui perawatan

Agoraphobia dapat hadir sebagai kombinasi dari ketakutan, perasaan, dan gejala fisik.

Seseorang dengan agoraphobia umumnya akan takut:

  • Menghabiskan waktu sendirian

  • Berada di tempat ramai, ruang terbuka, atau ruang kecil

  • Malu atau menunjukkan rasa malu

  • Kehilangan kendali di tempat umum

  • Menjadi perhatian orang banyak

  • Kehilangan kewarasan

  • Kematian atau serangan panik akan mengancam jiwa

Selain rasa takut, seseorang dengan agoraphobia mungkin mengalami perasaan berikut ketidakberdayaan, agitasi, kehilangan kendali, perasaan bahwa tubuh itu tidak nyata, perasaan bahwa lingkungan itu tidak nyata. Beberapa orang menjadi terlalu tergantung pada orang lain atau tetap tinggal di rumah untuk waktu yang lama.

Baca juga: Selalu Cemas, Kenali 3 Jenis Gejala Agoraphobia

Untuk gejala fisik sendiri, pengidap agoraphobia bisa mengalami beberapa kondisi, seperti  nyeri dada atau ketidaknyamanan, pusing, jantung berdebar kencang, sesak napas, berkeringat, gemetaran, sakit perut, mual, dan diare, kulit memerah, dan menggigil kemudian tersedak.

Orang yang mengalami serangan panik dapat mengubah perilaku dan fungsinya di rumah, di sekolah, ataupun di tempat kerja.  Mereka mungkin mencoba menghindari situasi yang dapat memicu serangan lebih lanjut. Pengidapnya mungkin menjadi sedih atau tertekan dan mungkin mempertimbangkan untuk bunuh diri. Beberapa mungkin menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan lainnya.

Mengapa agorafobia terjadi masih belum jelas, namun diperkirakan bahwa area otak yang mengendalikan respons rasa takut mungkin memainkan peran. Faktor lingkungan, seperti kerusakan otak akibat atau serangan fisik, juga berkontribusi.

Gangguan kecemasan berjalan dalam keluarga, faktor genetik juga dapat berperan dalam agoraphobia dan gangguan panik lainnya. Pada beberapa orang, ini terjadi setelah mereka mengalami satu atau lebih serangan panik dan mereka mulai takut akan situasi yang berpotensi menyebabkan serangan panik di masa depan. Gangguan panik dan phobia lainnya juga dapat memainkan peran perkembangan agoraphobia.

Baca juga: Inilah Penyebab dari Agoraphobia yang Perlu Diketahui

Agoraphobia biasanya didiagnosis setelah wawancara dengan seorang profesional kesehatan, biasanya dalam bidang psikiatri. Spesialis akan menilai tanda dan gejala. Keluarga atau teman dapat membantu dengan menggambarkan perilaku orang tersebut. Pemeriksaan fisik mungkin mengesampingkan kondisi lain yang berpotensi menyebabkan gejala.

Kriteria diagnostik untuk agoraphobia setidaknya terjadi dalam situasi berikut, di mana pengidapnya melarikan diri atau mencari bantuan saat berada pada transportasi umum, di ruang terbuka, di ruang tertutup, dalam kerumunan atau antrian ataupun keluar rumah sendirian.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai agoraphobia dan perubahan apa yang terjadi pada tubuh saat mengalami ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.