05 March 2019

Ketahui 3 Jenis Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Splenomegali

splenomegali

Halodoc, Jakarta - Limpa merupakan suatu organ yang terletak di dalam rongga perut, di bawah tulang rusuk sebelah kiri. Limpa berfungsi untuk menyaring dan menghancurkan sel darah yang rusak, menyimpan cadangan sel darah merah, serta mencegah terjadinya infeksi dengan menghasilkan sel darah putih yang menjadi pertahanan pertama dari organisme penyebab penyakit. Ketika seseorang mengidap splenomegali, maka semua fungsi limpa akan terganggu. Ini jenis pemeriksaan untuk mendiagnosis splenomegali.

Baca juga: Mengenal Hepatosplenomegali, Pembengkakan Limpa dan Hati Secara Bersamaan

Splenomegali, Pembengkakan yang Terjadi pada Limpa

Pembengkakan limpa atau splenomegali merupakan kondisi ketika organ limpa membesar. Limpa merupakan organ yang berukuran satu kepalan kecil yang terletak di sisi kiri perut. Limpa dilindungi oleh tulang rusuk, sehingga tidak langsung terasa ketika disentuh.

Organ ini mempunyai fungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat asing. Normalnya, limpa memiliki berat 150 gram dan panjang sekitar 11-12 sentimeter. Namun, organ ini juga dapat terinfeksi dan mengalami pembengkakan. Nah, pembengkakan inilah yang disebut dengan splenomegali.

Gejala yang Dialami oleh Pengidap Splenomegali

Pembengkakan ini tidak selalu menimbulkan gejala dan sering kali terdeteksi pada saat dilakukannya pemeriksaan kesehatan. Biasanya, gejala yang timbul pada splenomegali antara lain sering lelah dan rasa sakit yang membuat tidak nyaman pada perut di bagian kiri atas. Nyeri ini bahkan bisa menjalar hingga ke punggung dan tulang belikat atau bahu kiri. Pengidap kondisi ini biasanya lebih mudah merasa kenyang, walaupun cuma makan dalam porsi sedikit. Hal ini dikarenakan, limpa yang membengkak dan membesar menekan lambung.

Mengidap Splenomegali? Ini Penyebabnya

Berat limpa yang membengkak ini dapat mencapai 1 kilogram dan panjangnya dapat melebihi 20 sentimeter. Limpa yang normal mempunyai fungsi untuk menyaring dan menghancurkan sel darah yang rusak, menyimpan sel darah merah, membantu proses pembekuan darah, serta mencegah infeksi dengan cara memproduksi sel darah putih.

Nah, jika limpa membengkak, kerja limpa menjadi tidak maksimal. Dengan makin membesarnya limpa, jumlah sel darah merah yang terangkut dalam aliran darah juga akan berkurang. Selain itu, kondisi ini bisa mengakibatkan penumpukan sel darah merah dan trombosit di dalam limpa, sehingga dapat menyumbat dan merusak jaringan limpa.

Baca juga: Kadar Trombosit Normal dalam Tubuh

Ketahui Jenis Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Splenomegali

Beberapa jenis pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis splenomegali, antara lain:

  1. Tes MRI yang digunakan untuk melihat aliran darah melalui limpa.

  2. Tes USG dan CT Scan yang dilakukan untuk melihat ukuran limpa dan adanya desakan dari organ lain akibat dari limpa yang membesar.

  3. Tes darah yang dilakukan untuk melihat jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang ada di dalam tubuh.

Jika tidak segera diobati splenomegali dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih dalam darah, sehingga infeksi dan perdarahan akan lebih sering terjadi. Selain itu, limpa berisiko untuk pecah atau bocor, sehingga memicu perdarahan pada rongga perut yang dapat mengancam nyawa.

Baca juga: 7 Makanan untuk Meningkatkan Jumlah Trombosit

Oleh karena itu, jika kamu menemukan gejalanya, lebih baik diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!