18 January 2019

3 Komplikasi Akibat Edema Paru

3 komplikasi akibat edema paru

Halodoc, Jakarta – Sering merasa sesak napas? Hati-hati, mungkin saja itu pertanda bahwa kamu mengidap penyakit paru-paru. Paru-paru merupakan salah satu organ tubuh vital yang sangat penting, karena memiliki peran utama dalam pernapasan. Paru-paru berfungsi untuk menukarkan oksigen dengan karbondioksida atau yang biasa dikenal sebagai proses bernapas.

Itulah mengapa orang yang mengidap penyakit paru, biasanya akan mengalami gejala berupa gangguan pernapasan. Salah satu penyakit paru yang ditandai dengan gejala sesak napas adalah edema paru. Bila tidak ditangani segera, edema paru bisa menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya.

Apa Itu Edema Paru?

Edema paru terjadi karena adanya penumpukan cairan di dalam kantong paru-paru (alveoli). Normalnya, saat kamu bernapas, udara akan masuk ke dalam paru-paru. Namun, pada pengidap edema paru, oksigen yang dihirup tidak bisa masuk ke paru-paru karena organ tersebut sudah terisi oleh cairan. Akibatnya, pengidap akan mengalami gejala sulit bernapas. Edema paru bisa terjadi secara tiba-tiba maupun berkembang dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Belum Tentu Asma, Sesak Napas Bisa Juga Gejala Edema Paru

Penyebab Edema Paru

Edema paru biasanya disebabkan oleh gangguan jantung. Jadi, jantung memompa darah ke seluruh tubuh dari bagian rongga jantung yang disebut ventrikel kiri. Ventrikel kiri ini mendapat darah dari paru-paru yang kemudian akan disalurkan ke seluruh tubuh. Sebelum mencapai ventrikel kiri, darah dari paru-paru melewati bagian rongga jantung lainnya, yaitu atrium kiri.

Nah, pada kasus edema paru yang disebabkan oleh gangguan jantung, ventrikel kiri tidak mampu memompa masuk darah dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, tekanan di dalam atrium kiri serta pembuluh darah di paru-paru jadi meningkat. Peningkatan tekanan ini akan menyebabkan terdorongnya cairan melalui dinding pembuluh darah ke dalam alveoli. Beberapa penyakit jantung yang bisa memicu terjadinya edema paru, antara lain hipertensi, penyakit jantung koroner, kardiomiopati, dan penyakit katup jantung.

Namun, edema paru juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lain selain gangguan jantung, yaitu infeksi virus, emboli paru, cedera pada paru-paru, tenggelam, dan menghirup asap berlebihan saat terjadi kebakaran.

Komplikasi Edema Paru

Bila edema paru tidak ditangani atau dibiarkan terlalu lama, maka tekanan di ruang jantung sebelah kanan yang menerima darah dari seluruh tubuh juga akan meningkat. Akibatnya, ruang jantung kanan akan rusak atau gagal berfungsi, sehingga menyebabkan terjadinya komplikasi berupa:

  1. Penumpukan cairan di rongga perut (asites)

  2. Pembengkakan organ hati

  3. Bengkak pada tungkai.

Baca juga: Hati-hati, Dampak Edema Paru pada Ibu Hamil

Pengobatan Edema Paru

Jadi, bila kamu atau ada seseorang yang kamu lihat mengalami serangan edema paru akut, segera bawa ke rumah sakit. Edema paru akut yang tidak mendapatkan penanganan segera bisa menyebabkan kematian. Berikut gejala edema akut yang perlu diwaspadai:

  • Pusing,

  • Sesak napas secara tiba-tiba,

  • Napas terengah-engah disertai mengi,

  • Batuk yang disertai dahak berbusa atau bercampur darah,

  • Kulit berubah warna menjadi biru,

  • Terlihat kelelahan, dan

  • Banyak mengeluarkan keringat.  

Untuk menangani edema paru, pertama-tama dokter akan memberikan oksigen pada pengidap. Bila perlu dokter akan memasangkan selang yang disambungkan ke alat bantu napas, untuk memastikan pengidap mendapatkan oksigen yang cukup.

Selain itu, pengidap juga akan diberikan obat-obatan untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Jenis obat yang biasanya diberikan adalah diuretik, seperti furosemide dan obat golongan nitrat, seperti nitrogliserin. Diuretik bekerja dengan membuang cairan yang berlebih, sedangkan nitrat bekerja dengan melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan di dalam pembuluh darah bisa berkurang. Edema paru bisa menyebabkan tekanan darah naik atau turun. Jadi, tujuan pemberian obat-obatan adalah untuk membuat tekanan darah menjadi normal, baik menurunkan ataupun menaikkan.

Baca juga: Kenali Terapi Oksigen untuk Pengidap Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Bila kamu ingin mengetahui lebih jauh seputar edema paru, tanyakan saja langsung kepada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa berdiskusi dan minta saran kesehatan dari dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.