30 October 2018

3 Trik Jitu Tingkatkan Tekanan Darah Rendah

Hipotensi

Halodoc, Jakarta - Tekanan darah rendah biasa juga disebut dengan hipotensi. Hipotensi merupakan kondisi tekanan darah yang dihasilkan saat jantung memompa darah ke seluruh arteri darah dalam tubuh berada di bawah tekanan normal. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri. Tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.

Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa pusing. Ini juga berarti menandakan bahwa jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh tidak mendapatkan cukup darah. Ukuran tekanan darah yang normal ada di antara 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg.

Namun, tekanan darah dapat sewaktu-waktu berubah. Beberapa ahli mengatakan bahwa tekanan darah yang rendah sistoliknya berada pada ukuran 90 (angka pertama) dan diastoliknya berada pada ukuran 60 (angka kedua). Perubahan tekanan darah menjadi rendah secara tiba-tiba juga dapat membahayakan, karena bisa mengakibatkan pusing yang hebat. Hal ini dikarenakan otak gagal menerima aliran darah yang cukup.

Tekanan darah rendah sendiri terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:

  1. Hipotensi postprandial, yaitu tekanan darah yang dapat terjadi setelah makan. Hal ini terjadi karena setelah makan aliran darah dalam tubuh akan bergerak pada saluran pencernaan. Cara untuk mengatasi hipotensi jenis ini adalah dengan mengurangi porsi makan, mengurangi dosis obat yang sedang dikonsumsi, dan makan camilan yang rendah karbohidrat.

  2. Hipotensi postural, yaitu hipotensi yang terjadi akibat buru-buru berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Hipotensi ini juga dapat dipicu dengan hal-hal seperti dehidrasi, kehamilan, istirahat yang lama, masalah jantung, varises yang membesar, suhu yang panas, dan kelainan saraf.

  3. Hipotensi akibat dari kerusakan sistem otak, yaitu kondisi yang disebabkan adanya kerusakan progresif pada sistem saraf yang mengontrol fungsi otomatis tubuh (sistem saraf otonom).

  4. Hipotensi karena salah sinyal otak, yaitu hipotensi yang terjadi akibat terlalu lamanya berdiri. Tekanan darah ini terjadi karena saraf pada ventrikel kiri jantung memberikan sinyal otak bahwa darah terlalu tinggi. Otak pun menurunkan denyut jantung, sehingga tekanan darah pun menurun. Hal inilah yang menyebabkan darah mengumpul di kaki dan kesulitan untuk mencapai otak.

Untuk mengatasi tekanan darah rendah yang kamu alami, sebenarnya tergantung pada penyebab yang melatarbelakangi dan gejala yang muncul. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kembali tekanan darah menjadi normal. Kamu bisa melakukan hal-hal di bawah ini untuk mengembalikan tekanan darah kamu menjadi normal kembali:

Hindari Minuman Beralkohol

Hal ini dikarenakan alkohol dapat memicu terjadinya dehidrasi. Semakin banyak cairan yang hilang dari tubuh kamu, tekanan darah juga akan semakin berkurang.

Meningkatkan Asupan Cairan

Cairan dapat meningkatkan volume darah dan mencegah terjadinya dehidrasi. Minum minimal 8 gelas setiap hari akan membantu meningkatkan jumlah darah dan akan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah arteri.

Jangan Berdiri Terlalu Lama

Berdiri terlalu lama dapat memicu terjadinya tekanan darah yang semakin rendah. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi saraf. Biasanya, orang yang terlalu lama  berdiri dapat mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebanyak 20 mmHg dan diastolik sebanyak 10 mmHg.

Jika kamu atau orang-orang terdekat kamu merasakan gejala-gejala hipotensi, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter ahli. Kamu dapat berdiskusi langsung melalui Chat atau Voice/Video Call di aplikasi Halodoc. Tidak hanya itu, kamu juga dapat membeli obat dan diantar dalam waktu satu jam. Jadi, kamu tidak perlu repot keluar rumah dan antri untuk membeli obat. Obat akan diantar ke rumah kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera!

Baca juga: