Inilah 4 Cara Jitu Mencegah Aritmia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah 4 Cara Jitu Mencegah Aritmia

Halodoc, Jakarta – Aritmia adalah ketika irama jantung menjadi tidak normal yang menyebabkan detak jantung menjadi terlalu lambat atau terlalu cepat. Beberapa aritmia tidak menyebabkan gejala apa pun. Namun di sisi lain, aritmia bisa membuat kamu merasa pusing.

Ketika aritmia terjadi sangat singkat, itu bisa jadi kamu tidak merasakan gejala apapun. Namun kalau memiliki gejala, berikut adalah gejalanya:

  1. Debaran Aneh di Dada yang Merambat ke Leher

  2. Memengaruhi Detak Jantung

Ketika aritmia terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, maka bisa memengaruhi seberapa baik jantung bekerja, bahkan jantung mungkin tidak dapat memompa cukup darah ke tubuh. Ini bisa menyebabkan kamu merasa lelah, pusing, ataupun mungkin membuatmu pingsan. Bahkan, bisa sampai menyebabkan kematian.

  1. Gejala Bradikardia

Gejala yang dapat menyebabkan kelelahan, pusing, hampir pingsan, ataupun pada kasus ekstrem bisa menyebabkan jantung sampai berhenti berdetak.

  1. Gejala Takikardia

Gejala yang dapat mengurangi kemampuan jantung untuk pompa, menyebabkan sesak napas, nyeri dada, pusing, ataupun kehilangan kesadaran. Jika parah, maka juga dapat menyebabkan serangan jantung atau kematian.

Baca juga: Denyut Nadi Enggak Normal? Hati-Hati Aritmia

Dengan mengetahui bahaya dari aritmia, ini cara ataupun upaya pencegahan yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  1. Ketahui Faktor Risiko

Aritmia dapat memiliki komponen genetik, jadi tidak ada salahnya untuk mengetahui riwayat keluargamu tentang masalah jantung. Merokok dan gizi buruk juga meningkatkan kemungkinan gangguan jantung secara keseluruhan.

  1. Memantau Kondisi Jantung

Pantau kondisi jantungmu. Gunakan monitor detak jantung untuk melacak detak jantung selama beraktivitas. Melacak detak jantung dapat mengungkapkan perubahan dalam kesehatan jantungmu dan ketidakkonsistenan dalam detak seiring waktu.

  1. Mengelola Pola Makan

Kelola kesehatanmu melalui asupan nutrisi yang tepat. Diet tinggi asam lemak trans, karbohidrat olahan, dan gula mendorong tubuh untuk membuat bahan kimia inflamasi. Sebaliknya, diet yang didasarkan pada makanan utuh, terutama sayuran dan buah-buahan berwarna cerah, daging yang diambil secara bertanggung jawab, dan lemak anti-inflamasi, seperti asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi risiko aritmia.

  1. Melakukan Olahraga Rutin

Olahraga adalah bagian penting dari gaya hidup sehat, di mana kebanyakan orang yang memiliki gangguan irama jantung tidak boleh menghindari olahraga karena kondisinya. Hanya ada beberapa tipe aritmia genetik yang tidak dianjurkan untuk berolahraga, dan itu sangat jarang. Bagi sebagian besar orang dengan aritmia, termasuk fibrilasi atrium, olahraga sangat dianjurkan.

Untuk memastikan bahwa pilihan olahragamu sudah tepat, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan konsultasi dengan dokter. Mungkin juga membantu untuk menjalani tes stres, seperti treadmill olahraga dengan atau tanpa pencitraan jantung.

Baca juga: Ini 5 Penyebab Gangguan Jantung Bradikardia

Tes stres dapat membantu menentukan apakah kamu memiliki aritmia yang disebabkan oleh olahraga atau memiliki penyumbatan yang signifikan pada arteri jantung. Ini juga dapat mengukur tingkat aktivitas fisik yang dapat ditoleransi.

Aritmia juga bisa menjadi pemicu komplikasi, mulai dari stroke ketika jantung tidak memompa dengan benar, sehingga menyebabkan darah terkumpul dan menggumpal. Jika salah satu gumpalan berpindah ke arteri otak, menyumbatnya dan menyebabkan stroke.

Baca juga: Gejala Serangan Jantung pada Pria dan Wanita, Apa Bedanya?

Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak dan kadang-kadang bisa berakibat fatal. Sedangkan komplikasi yang lain adalah gagal jantung, di mana takikardia atau bradikardia yang berkepanjangan dapat menyebabkan jantung tidak memompa cukup darah ke tubuh.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara jitu mencegah aritmia, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.