4 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Suntik KB

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Suntik KB

Halodoc, Jakarta – Suntik KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang banyak diandalkan oleh wanita. Pemberian jenis KB ini dilakukan dengan melakukan injeksi atau suntikan pada lengan bagian atas atau di bagian bokong setiap 3 bulan. Tujuan pemberian suntikan KB adalah untuk melindungi wanita dari kehamilan yang belum diinginkan. 

Pada dasarnya, kontrasepsi injeksi alias KB suntik merupakan bentuk progesteron, yaitu hormon yang secara alami diproduksi pada ovarium wanita. Hormon yang ada dalam suntikan kontrasepsi ini bekerja dengan cara mencegah terjadinya ovulasi. Saat seorang wanita tidak mengalami ovulasi, maka ia hampir tidak memiliki kemungkinan untuk hamil karena tidak ada sel telur yang dapat dibuahi. 

Baca juga: Tips Memilih Kontrasepsi untuk Wanita

Sejauh ini, suntik KB menjadi cara yang sangat ampuh untuk mencegah kehamilan. Kamu bisa mendapat suntikan ini di praktik dokter atau bidan. Agar lebih efektif, pastikan untuk mendapatkan suntikan KB secara rutin setiap 3 bulan satu kali. Dengan begitu, kehamilan yang tidak diinginkan bisa dicegah atau ditunda. 

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Suntik KB 

Selain suntik KB, ada juga jenis kontrasepsi yang digunakan dengan cara dikonsumsi, yaitu pil KB. Sebelum memilih jenis KB yang akan digunakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, termasuk jika kamu ingin menggunakan KB suntik. Apa saja hal yang perlu diperhatikan? 

1. Cari Informasi Lengkap

Carilah informasi selengkap mungkin sebelum memutuskan untuk melakukan suntik KB. Informasi yang dibutuhkan tidak hanya terkait tipe kontrasepsi, tapi keunggulan dan kelemahan, tingkat keefektifan, efek samping yang mungkin ditimbulkan, serta kondisi tubuh

Pasalnya, kondisi kesehatan tubuh ternyata berkaitan dengan tingkat keefektifan jenis kontrasepsi yang digunakan. Selain kondisi kesehatan, seberapa baik kontrasepsi bekerja juga tergantung pada gaya hidup dan riwayat konsumsi obat-obatan tertentu. 

Baca juga: 13 Fakta Tentang Kontrasepsi IUD yang Perlu Diketahui

2. Diskusikan dengan Dokter 

Sebelum memutuskan untuk menggunakan KB suntik, cobalah untuk berkonsultasi dahulu pada dokter. Hal ini penting untuk mengetahui apakah jenis kontrasepsi yang dipilih cocok atau tidak dengan kondisi tubuh. Dengan begitu, risiko munculnya efek samping dari penggunaan kontrasepsi bisa dihindari. 

Jika merasa ragu, kamu bisa mencoba untuk melakukan diskusi dan pemeriksaan pada beberapa dokter. Tanya jawab dengan dokter juga berkaitan dengan pemeriksaan kepadatan tulang. Pasalnya, masalah pada kepadatan tulang merupakan hal yang harus diwaspadai saat seseorang mendapatkan KB injeksi secara rutin. 

3. Berhenti Merokok 

Jika sebelumnya kamu aktif merokok, maka sebaiknya hentikan kebiasaan itu sebelum memutuskan untuk mendapat KB suntik. Seperti diketahui, kepadatan tulang menjadi satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mendapat suntikan KB, dan kebiasaan merokok nyatanya bisa memengaruhi kepadatan tulang dan memicu gangguan kesehatan secara keseluruhan. 

4. Pertimbangkan Efek Samping 

Sebelum memutuskan untuk mendapat suntikan KB, ada baiknya pertimbangkan terlebih dahulu efek samping yang bisa muncul. Kontrasepsi tipe injeksi disebut bisa memengaruhi perubahan pada siklus menstruasi, yaitu menyebabkan jadwal menstruasi berantakan atau malah tidak haid sama sekali. Selain itu, suntik KB juga sering disebut bisa menyebabkan berat badan meningkat, memicu pusing, serta nyeri pada payudara. 

Baca juga: Alasan Berat Badan Berubah Setelah Pakai Kontrasepsi Hormonal

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan suntik KB. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!