5 Faktor Risiko Seseorang Bisa Terkena Hipertensi Pulmonal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
5 Faktor Risiko Seseorang Bisa Terkena Hipertensi Pulmonal

Halodoc, Jakarta - Hipertensi pulmonal atau yang juga dikenal dengan nama pulmonary arterial hypertension merupakan jenis hipertensi yang disebabkan oleh menyempitnya arteri di paru-paru. Hal ini membuat isi kanan jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah ke paru-paru, sehingga terjadilah tekanan darah tinggi pada arteri, yang disebut arteri pulmonalis. 

Hipertensi pulmonal bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kondisi ini, serta masalah jantung atau paru-paru lainnya, yaitu:

1. Usia dan Jenis Kelamin

Meski bisa terjadi pada siapa saja, hipertensi pulmonal lebih umum ditemukan pada orang dewasa, ketimbang anak-anak. Terkait jenis kelamin, pada beberapa kasus hipertensi pulmonal lebih rentan terjadi pada wanita daripada pria. Selain itu, wanita usia muda atau di usia produktif juga lebih mungkin terserang hipertensi pulmonal.

Baca Juga: 5 Tanda Orang yang Berpotensi Terkena Hipertensi 

2. Riwayat Keluarga

Jika menarik garis ke arah yang lebih umum, hipertensi merupakan kondisi medis yang bisa diturunkan dari generasi sebelumnya alias genetik. Pun halnya pada hipertensi pulmonal. Pada beberapa kasus, hipertensi pulmonal dapat terjadi karena adanya riwayat keluarga dengan kondisi serupa. 

Namun, tidak semua pengidap hipertensi pulmonal disebabkan oleh genetik. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit jantung dan paru sekalipun. 

3. Kondisi Medis Tertentu

Hipertensi pulmonal juga dapat terjadi sebagai komplikasi dari kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena hipertensi pulmonal adalah:

  • Obesitas dan sleep apnea. Kondisi ini dapat mengurangi kadar oksigen dalam tubuh, sehingga jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru.

  • Infeksi HIV.

  • masalah paru-paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit sisi kiri jantung.

  • Pembekuan darah di arteri paru.

  • Penyakit hati.

  • Lupus dan penyakit lain dari jaringan ikat.

  • Sedang hamil. Hal ini berbahaya karena bisa fatal akibatnya.

Jika kamu mengidap kondisi-kondisi medis tersebut, selalu pantau perkembangan kondisi dan diskusikan kemungkinan hipertensi pulmonal atau komplikasi lainnya dengan dokter. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat Chat atau Voice/Video Call, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu dengan dokter.

Baca Juga: 3 Tips Olahraga untuk Pengidap Hipertensi

4. Tinggal di Dataran Tinggi

Orang yang tinggal di dataran tinggi memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hipertensi pulmonal. Sebab, semakin tinggi datarannya, semakin rendah pula tekanan udaranya. Hal ini membuat paru-paru bekerja lebih keras, dibanding orang-orang yang tinggal di dataran rendah. 

5. Efek Samping Obat-Obatan

Beberapa jenis obat-obatan seperti methamphetamine, kokain, dan obat-obatan diet seperti fen-phen dapat meningkatkan risiko seseorang terserang hipertensi pulmonal. 

Gejala Hipertensi Pulmonal yang Perlu Diwaspadai

Gejala hipertensi pulmonal dapat terlihat serupa dengan penyakit jantung dan paru-paru lainnya, seperti:

  • Sesak napas.

  • Pusing atau pingsan.

  • Jantung berdebar-debat.

  • Kelelahan.

  • Nyeri dada.

  • Batuk.

  • Pembengkakan perut atau lengan, kaki, dan pergelangan kaki.

  • Kulit membiru, terutama pada ujung jari.

Baca Juga: Tips Mencegah Tekanan Darah Naik Drastis

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, ya. Sebab semakin awal diagnosis diketahui, penanganan bisa semakin cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Referensi:

National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2019. Explore pulmonary hypertension 

American Lung Association. Diakses pada 2019. Pulmonary arterial hypertension

Pulmonary Hypertension Association. Diakses pada 2019. Risk factors