5 Kebiasaan yang Memperburuk Gejala Sindrom Eisenmenger

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 Sindrom Eisenmenger

Halodoc, Jakarta - Sindrom eisenmenger merupakan kelainan bawaan yang mengakibatkan bercampurnya darah kotor dengan darah bersih. Bayi yang terlahir dengan sindrom ini akan mudah membiru. Pada bayi yang normal, darah bersih yang mengandung oksigen akan disebarkan ke seluruh tubuh. Namun, pada pengidap sindrom eisenmenger, darah bersih yang harusnya disebarkan ke seluruh tubuh akan kembali ke paru-paru karena adanya lubang di antara ventrikel pada organ jantung.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Sindrom Eisenmenger pada Anak

Kebiasaan yang Memperburuk Gejala Sindrom Eisenmenger

Sindrom eisenmenger biasanya sudah dapat terdeteksi ketika Si Kecil berusia dua tahun atau lebih. Namun, gejala tidak akan langsung muncul. Gejala yang dialami akan semakin bertambah parah ketika:

  1. Si Kecil sering terpapar asap rokok.

  2. Si Kecil dehidrasi.

  3. Si Kecil berada dalam suhu dingin yang ekstrim.

  4. Si Kecil merasa kelelahan.

  5. Si Kecil memiliki masalah pada gigi dan mulut.

Gejala biasanya baru akan muncul saat pengidap beranjak remaja atau dewasa. Gejala pada pengidap sindrom eisenmenger yang dapat dengan mudah terdeteksi, antara lain:

  • Si Kecil memiliki jari-jari tangan dan kaki yang lebar dan tebal.

  • Si Kecil memiliki bibir, kulit, serta jari-jari tangan dan kaki yang berwarna kebiruan.

  • Si Kecil sering rewel karena mengalami pusing atau sakit kepala.

  • Si Kecil mengalami batuk berdarah.

  • Si Kecil mengalami pembengkakan pada perut.

  • Si Kecil sering rewel karena merasa kelelahan.

  • Si Kecil mengalami nyeri dada, hingga sesak napas.

Ketika ibu menemukan serangkaian gejala tersebut pada Si Kecil, segera temui dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat akan menghindari Si Kecil dari komplikasi berbahaya, seperti gangguan irama jantung, henti jantung mendadak, hingga kehilangan nyawa.

Baca juga: Badan Anak Membiru, Waspada Tanda Sindrom Eisenmenger

Sejumlah Penyebab yang Mendasari Sindrom Eisenmenger

Penyebab utama pada sindrom eisenmenger adalah bercampurnya darah kotor dengan darah bersih karena adanya penyakit jantung bawaan. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya tekanan pada pembuluh darah paru-paru, sehingga kulit pengidap mudah membiru. Hal tersebut dapat terjadi karena kelainan struktur pada jantung yang dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Atrial septal defect (ASD), yaitu kelainan jantung bawaan dimana bagian kiri jantung, biasanya memompa darah lebih kuat dari bagian kanan.

  • Ventricular septal defect (VSD), yaitu kelainan jantung bawaan berupa adanya lubang di dinding pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung.

  • Cyanotic heart disease seperti tetralogy of fallot (TOF), yaitu kondisi yang memengaruhi struktur jantung, sehingga darah yang dipompa jantung ke seluruh tubuh tidak mengandung cukup oksigen.

  • Patent ductus arteriosus (PDA), yaitu kelainan jantung bawaan yang dialami oleh bayi dengan kelahiran prematur.

  • Atrioventricular canal defect, yaitu kombinasi dari masalah jantung yang mengakibatkan cacat di pusat jantung. Kondisi ini terjadi ketika adanya lubang antara ruang jantung yang mengatur aliran darah di jantung.

  • Truncus arteriosus, yaitu kondisi ketika adanya kebocoran jantung. Pengidap truncus arteriosus akan mempunyai lubang di antara atrium jantung atau di antara ventrikel jantung.

Baca juga: Sindrom Eisenmenger Dapat Sebabkan Komplikasi pada Jantung

Ketika dokter mencurigai adanya sejumlah kondisi tersebut, biasanya dokter akan merujuk pada dokter spesialis jantung. Sebelum itu, dokter akan memeriksa gejala fisik pada pengidap, seperti warna kulit kebiruan, tekanan darah tinggi, serta kinerja jantung yang tidak optimal. Kemudian, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan secara pasti kondisi apa yang dialami.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Eisenmenger Syndrome?
Medline Plus. Diakses pada 2019. Eisenmenger Syndrome.