14 December 2018

5 Makanan yang Baik untuk Mencegah Dispepsia

5 Makanan yang Baik untuk Mencegah Dispepsia

Halodoc, Jakarta - Dispepsia atau yang dikenal dengan sakit maag merupakan kondisi yang menyerang lambung. Keluhan kesehatan ini menimbulkan rasa nyeri yang berasal dari lambung, usus halus, ataupun dari kerongkongan karena berbagai macam kondisi.

Kata ahli, sindrom dispepsia ini biasanya lebih sering dirasakan pada saat makan atau setelah makan. Akan tetapi, rasa ketidaknyamanannya bisa timbul dan terasa sejak sebelum makan. Ketika menjelang waktu makan, lambung akan menghasilkan asam. Masalahnya dalam kondisi tertentu, jumlah asam yang diproduksi oleh lambung bisa meningkat. Hal inilah yang bisa menyebabkan iritasi di dinding permukaan lambung, bahkan bisa terasa hingga kerongkongan.

Nah, keluhan nyeri pada lambung inilah yang sering membuat dispepsia  juga disebut sebagai keluhan nyeri lambung atau sakit maag. Menurut ahli, sebenarnya ada beberapa cara untuk mencegah penyakit ini. Salah satunya melalui makanan.

Lalu, seperti apa sih makanan untuk mencegah dispepsia?

Memilih Makanan Untuk Mencegah Dispepsia

1. Makanan Lunak Lebih Baik

Pengidap sindrom dispepsia sebaiknya mengonsumsi makanan dengan tekstur lunak dan lembut. Tujuannya demi mempermudah lambung mencerna makanan, sehingga tak terlalu memperlambat kerja sistem pencernaan. Makanan lunak di sini, contohnya bubur, nasi tim, sayuran yang dimasak lembut, kentang rebus, dan ikan.

2. Jangan Pilih yang Berlemak

Makanan untuk mencegah dispepsia selanjutnya adalah makanan yang tak berlemak. Sebab, menghindari makanan jenis ini bisa meringankan beban kerja perut. Kata ahli, makanan tinggi lebih sulit dicerna dan merangsang otot saluran pencernaan menegang dan bekerja lebih keras. Oleh sebab itu, gantilah makanan tinggi lemak dengan makanan lainnya.

3. Hindari Makanan Pedas

Bila dispepsia sedang kembung, jangan sekali-kali memilih makanan pedas. Apalagi bila disertai mual, muntah, dan diare. Makanan seperti memang menggoda selera. Namun, makanan pedas bisa mengiritasi kerongkongan dan usus besar, sehingga memperparah gejala maag kronis. Di samping itu, hindari pula konsumsi rempah-rempah, seperti bawang putih atau merah yang bisa membuat perut semakin sensitif.

4. Konsumsi Yoghurt

Yoghurt termasuk salah satu makanan untuk mencegah dispepsia yang cukup baik. Kandungan bakteri baik yang ada di dalam usus terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan pencernaan. Salah satunya, meringankan iritasi usus besar dan diare. Oleh sebab itulah, konsumsilah yoghurt yang kaya akan probiotik. Agar hasilnya maksimal, yoghurt bisa dikonsumsi setiap hari ketika sakit maag kambuh, sampai empat minggu setelahnya.

5. Jauhkan Kafein dan Soda

Hal yang satu ini mau enggak mau harus dihindari. Misalnya, kopi, teh, dan minuman bersoda. Menurut ahli, minuman seperti di atas cenderung menimbulkan gas yang bisa membuat perut kram dan diare. Enggak cuma itu, minuman berkafein juga bisa memperburuk keparahan gejala refluks asam lambung (GERD). Sebagai gantinya, kamu bisa kok  memilih untuk mengonsumsi teh herbal atau minuman lainnya yang tak mengandung soda dan kafein.

Punya keluhan sindrom dispepsia atau penyakit maag? Jangan tunda untuk hubungi dokter demi mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: