5 Penyebab Bayi Susah Makan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 penyebab bayi susah makan

Halodoc, Jakarta – Memiliki buah hati usia batita memang sangat menyenangkan. Perkembangannya yang semakin banyak dari hari ke hari menjadi semangat positif bagi para ibu. Namun, semuanya akan terasa menyedihkan saat bayi mulai susah makan tanpa alasan yang jelas. Bayi yang susah makan memang menjadi masalah sendiri bagi orangtua. Dalam tumbuh kembangnya, tentu bayi membutuhkan makan yang cukup untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi dan gizi.

Ada berbagai penyebab bayi mengalami susah makan yang perlu ibu tahu. Agar ibu mengerti penanganan yang tepat untuk bayi yang susah makan.

1. Bosan dengan Menu Makanan

Meskipun masih bayi, tapi jika menu makanan yang ibu siapkan selalu sama dari hari ke hari, tentu bayi juga merasa bosan dengan rasa makanan tersebut. Ibu bisa membuat menu makanan lain yang tentunya juga menarik untuk dikonsumsi oleh bayi.

2. Tumbuh Gigi

Penyebab lain bisa dikarenakan bayi akan tumbuh gigi. Hal ini tentu akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada sekitar gusi maupun mulut. Untuk mengatasinya, ibu bisa mengompres gusi yang akan tumbuh gigi dengan air yang dingin agar anak kembali merasa nyaman. Biasanya, masalah tumbuh gigi akan muncul pada bayi di usia 4 bulan hingga 6 bulan.

3. Sariawan

Selain karena adanya gigi yang tumbuh, penyebab lainnya adalah sariawan. Biasanya kondisi ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman dibagian mulutnya dan menjadi menolak untuk menerima makanan. Penyebab sariawan pada bayi bisa dikarenakan kurangnya asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk bayi. Jadi, sangat penting untuk ibu memerhatikan kandungan gizi dan nutrisi pada setiap makanan yang dikonsumsi oleh bayi. Namun ibu tidak perlu khawatir, ibu bisa memberikan anak ASI secara rutin dan sariawan akan hilang secara alami maksimal satu minggu. Jika masalah sariawan semakin parah maka ibu bisa membawa bayi bertanya kepada dokter.

4. Beradaptasi dengan Makanan Baru

Saat ibu memperkenalkan makanan baru dalam menu makan, terkadang bayi akan menolak makanan tersebut. Bayi mungkin akan terasa asing dengan tekstur atau rasa baru yang diberikan. Tidak ada salahnya untuk memperkenalkan bayi pada makanan yang mirip dengan menu makanan sebelumnya. Jika sebelumnya diberikan makanan dalam bentuk bubur wortel, maka menu selanjutnya bisa diganti dengan bubur ubi untuk variasi. Berikan tekstur makanan secara bertahap agar anak tidak merasa asing dengan tekstur dan rasa yang baru.

5. Gangguan Lambung atau Refluks Gastroesofagus (GERD)

Gangguan pada lambung bisa menjadi salah satu penyebab bayi menolak untuk makan. Kondisi ini dapat membuat bayi mengeluarkan makanan yang sudah ada dalam perutnya, tapi berbeda dengan muntah. Biasanya, saat bayi mengalami gangguan lambung ini akan memberikan beberapa gejala, seperti menangis, rewel yang berlebihan, sulit tidur, hingga terlihat sangat lesu. Tidak hanya itu, bayi juga akan mengalami kesulitan menelan karena adanya peradangan di dinding esofagus. Ibu bisa mencoba memberi makanan sehat pada bayi, kemudian dudukan dengan tegak selama 30 menit setelah makan.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab bayi menolak untuk makan, di antaranya kemungkinan bayi masih cukup kenyang atau terlalu banyak ngemil. Namun, jika bayi menolak makan diikuti dengan gejala penyakit lain sebaiknya ibu bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui kondisi bayi. Download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: