12 October 2018

7 Cara Melindungi Anak dari Cedera Olahraga

7 Cara Melindungi Anak dari Cedera Olahraga

Halodoc, Jakarta - Anak-anak biasanya memiliki energi ekstra. Maka dari itu, sebaiknya orangtua mengarahkan anak untuk melakukan olahraga yang cocok dengannya. Banyak jenis olahraga yang dapat anak lakukan, seperti sepak bola, basket, renang, dan lain-lain. Sudah sewajarnya anak-anak terlalu bersemangat ketika melakukan olahraga yang ia suka dan mengalami cedera.

Dengan mengetahui penyebab terjadinya cedera ketika berolahraga dan mengatasinya, orangtua dapat membuat olahraga menjadi salah satu pengalaman yang baik untuk anak. Anak-anak dapat menerima cedera dengan berbagai macam cara. Anak-anak yang masih di bawah usia 8 tahun terbilang sulit berkoordinasi dan reaksinya lambat dibandingkan orang dewasa.

Hal itu karena mereka masih dalam tahap tumbuh kembang dan belajar. Tingkat kedewasaan pada tiap anak berbeda-beda. Selain itu, anak-anak memiliki perbedaan tinggi dan berat yang berbeda. Ketika anak-anak dengan perbedaan fisik berolahraga bersama, maka ada peningkatan cedera yang akan terjadi.

Mencegah Cedera Ketika Anak-anak Berolahraga

Kamu dapat membantu untuk melindungi anak-anak ibu dari cedera dengan beberapa cara mudah berikut:

  1. Pilih Olahraga yang Tepat

Orangtua harus bijak dalam memilih olahraga yang tepat untuk anaknya. Orangtua harus tahu kondisi anak terlebih dahulu. Apakah olahraga tersebut sesuai dengan fisiknya? Bila si anak mempunyai suatu kondisi, coba diskusikan terlebih dahulu kepada dokter apakah kesehatan sang anak menunjang untuk melakukannya.

Apabila anak ibu terlihat sangat aktif, ibu dapat memberikannya izin untuk mengikuti beberapa olahraga. Untuk anak usia tersebut, keterampilan motorik anak dapat berkembang dengan bermacam-macam cara. Diusahakan jangan terpaku pada satu jenis olahraga saja. Melakukan banyak jenis olahraga dapat meningkatkan koordinasi dan perkembangan saraf.

  1. Menggunakan Peralatan yang Sesuai

Salah satu cara mencegah anak agar tidak cedera ketika berolahraga, yaitu menggunakan peralatan yang sesuai. Penggunaan peralatan yang sesuai penting untuk untuk keamanan anak. Seperti pada bisbol, sofbol, dan bersepeda, anak harus menggunakan helm dan pelindung siku juga lutut.

Mintalah pelatih olahraganya untuk selalu memperhatikan alat-alat yang layak untuk menghindari cedera, seperti helm, sepatu, pelindung mulut, dan alat pelindung bagian tertentu. Peralatan pelindung harus disetujui oleh organisasi dari olahraga tersebut.

  1. Perhatikan Tempat Latihannya

Selain memperhatikan peralatan, orangtua juga harus perhatikan tempat latihannya. Pastikan apabila lapangan tempat ia berlatih tidak banyak lubang yang dapat membuat anak-anak terjatuh atau terpeleset. Anak-anak yang melakukan olahraga dengan kemungkinan cedera yang parah, seperti basket atau lari, harus melakukannya di atas lapangan yang rata.

  1. Persiapan yang Tepat

Ketika anak telah memilih olahraga apa yang akan ia lakukan, ajarkan peraturan yang benar dan teknik yang biasanya dipakai. Hal tersebut dapat menghindari mereka dari cedera. Pengertian anak terhadap olahraga yang dilakukan penting, supaya keamanannya tetap terjaga. Selain itu, selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya. Hal tersebut dapat mempersiapkan otot dan juga mengembalikannya seperti semula.

  1. Kecukupan Gizi dan Air

Mencukupi gizi dan air untuk anak-anak ketika berolahraga juga dapat menghindari cedera olahraga. Karena olahraga butuh energi yang banyak, sehingga konsumsinya harus terus dicukupi. Makan sebelum berolahraga dapat membuatnya menjadi lebih semangat dan jika makan setelah berolahraga dapat mengembalikan kebugaran tubuh.

  1. Pastikan Anak Beristirahat Cukup

Istirahat yang cukup sangat dibutuhkan untuk anak-anak setelah berolahraga untuk menghindari cedera. Kurangnya istirahat dapat membuat tubuh kurang bugar, sehingga tidak maksimal ketika berolahraga. Selain itu, kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan otot, sehingga rentan terkena cedera. Bahkan, terlalu sering cedera dapat menyerang atlet yang masih muda karena terlalu banyak latihan tetapi tidak cukup istirahat.

  1. Kenali Cederanya dan Segera Sembuhkan

Jika orangtua melihat ada perubahan pada tekniknya, kemungkinan ia terkena cedera olahraga. Contohnya ketika ia lemas saat berlari dan bermain tidak maksimal, sebagai orangtua harus langsung menanyakan kondisinya. Apabila ia mengatakan bahwa ia merasakan ada rasa sakit di tubuhnya, segera cek atau hubungi dokter untuk mencegah cedera berkelanjutan.

Itulah 7 cara melindungi anak dari cedera olahraga. Jika anak ibu mengalami cedera yang berkelanjutan, Halodoc menyediakan layanan cek lab di rumah. Caranya mudah, hanya dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store. Membeli obat pun mudah dengan Halodoc. Pesanan akan diantarkan sampai tempat tujuan kurang dari satu jam.

Baca juga: