23 November 2018

8 Makanan yang Dapat Meningkatkan Hormon Testosteron

8 Makanan yang Dapat Meningkatkan Hormon Testosteron

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya hormon yang ada dalam tubuh, hormon testosteron merupakan hormon yang memegang peran penting bagi kehidupan kaum adam. Hormon ini juga dikenal sebagai hormon yang memengaruhi libido, pembentukan massa otot, ketahanan tingkat energi, hingga perubahan karakteristik seks sekunder pada pria saat puber. Contohnya, suara akan berubah menjadi lebih berat.

Enggak cuma itu, hormon ini juga membuat kehidupan seks jadi lebih baik. Menurut para ahli, testosteron membantu pria dengan disfungsi seksual mendapatkan kembali ereksinya dan meningkatkan hasrat seksual mereka.

Menariknya lagi, testosteron juga punya peran pada daya tarik seorang pria. Enggak percaya? Menurut studi dari Wayne State University, Amerika Serikat, kadar hormon yang tinggi dalam tubuh ini bisa membuat pria lebih menarik di mata wanita.

Lalu, bagaimana sih cara meningkatkan hormon ini? Nah, selain melalui olahraga yang teratur, cara meningkatkan testosteron juga bisa dari konsumsi berbagai makanan tertentu. Contohnya, seperti di bawah ini:

1. Minyak kelapa

Fungsinya bukan cuma sebagai minyak untuk memasak saja, sebab minyak kelapa juga punya keistimewaan menyoal hormon testosteron. Kata ahli, minyak ini mengandung medium chain triglyceride (MCT). MCT ini memiliki kemampuan untuk memotong sistem limfatik ketika dicerna. Enggak seperti lemak lainnya dan memungkinkan penyerapan cepat oleh hati.

Nah, hal ini memungkinkan untuk oksidasi langsung dan cepat diubah menjadi energi. Kira-kira mirip dengan efek dari karbohidrat sederhana. Kata ahli, kenaikan bahan bakar dan energi ini dapat memperpanjang daya tahan dan meningkatkan hormon testosteron secara keseluruhan.

2. Kacang-kacangan

Menambah kacang-kacangan seperti kenari atau almond dalam menu harian, juga bisa menjadi cara untuk meningkatkan kadar testosteron. Kata ahli, pria yang rutin mengonsumsi kacang-kacangan lainnya, seperti kacang mede, kacang tanah, dan kacang-kacangan kaya lemak tak jenuh tunggal, memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi daripada pria yang tidak mengonsumsinya.

3. Daging Merah

Kurangnya kandungan seng dalam tubuh merupakan alasan utama rendahnya kadar testosteron. Nah, konsentrasi tinggi seng yang terkandung dalam daging merah bisa menjadi solusinya. Kata ahli, daging merah, seperti daging sapi dan kambing telah terbukti untuk meningkatkan tingkat testosteron.

Tak cuma itu, berdasarkan studi dari Harvard Medical School, Amerika Serikat, suplemen seng juga bisa meningkatkan kadar testosteron bebas antara 8 hingga 14 persen. Kok bisa? Ternyata seng dapat memainkan peranan penting dalam modulasi serum testosteron pada pria normal.

4. Anggur

Menurut studi dari Tiongkok, kulit buah anggur mengandung resveratrol. Zat inilah yang mampu meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh.

5. Tuna

Bukan cuma kandungan asam lemaknya saja yang bermanfaat bagi tubuh. Menurut studi dari Graz University Medical, Austria, mengungkapkan tuna mengandung vitamin D yang bisa meningkatkan testosteron hingga 90 persen.

6. Alpukat

Menurut penjelasan ahli dari Penn State University, Amerika Serikat, kadar testosteron dalam tubuh pria juga bisa meningkat bila rutin mengonsumsi asupan tinggi lemak tak jenuh tunggal. Misalnya, alpukat, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

7. Nanas

Menurut studi dalam European Journal of Sport Science di tahun 2017, bromelin atau enzim yang terkandung dalam nanas bisa membantu mempertahankan konsentrasi testosteron tubuh dan melawan kerusakan otot.

8. Delima

Buah yang satu ini juga memiliki keistimewaan menyoal testosteron. Menurut studi yang dipublikasi dalam European Journal of Sport Science, sebanyak 47 persen pria yang mengidap impoten, cenderung membaik setelah rutin mengonsumsi jus delima yang kaya antioksidan tiap harinya.

Mau tahu lebih jauh mengenai cara meningkatkan hormon testosteron? Kamu bisa lho bertanyal langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: