Absen Sebulan, Ini Tanda Menstruasi Tidak Normal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Absen Sebulan, Ini Tanda Menstruasi Tidak Normal

Halodoc, Jakarta – Setelah memasuki masa pubertas hingga menopause, setiap wanita umumnya akan mengalami menstruasi. Kendati demikian, tidak semua perempuan mendapat menstruasi setiap bulan, karena terkadang siklus menstruasi bisa datang terlambat tanpa bisa diprediksi. Normalnya saja, siklus menstruasi setiap wanita memang bisa berbeda-beda. Meski bisa saja absen sebulan, seperti apa tanda menstruasi tidak normal?

Selain dari siklusnya, normal tidaknya menstruasi bisa dilihat dari beberapa hal, yaitu:

1. Warna Darah

Warna darah menstruasi yang normal umumnya merah terang seperti buah ceri matang. Namun sebenarnya, seberapa merah warna darah menstruasi juga bisa bervariasi tergantung tingkat kekentalan atau volume darah. Warna darah merah terang biasanya terlihat pada hari pertama dan kedua menstruasi, karena darah yang keluar pada masa ini biasanya masih segar dan alirannya deras.

Sementara itu, pada hari-hari terakhir menstruasi, darah yang keluar dapat berubah menjadi kecoklatan. Sebab, darah yang keluar pada hari-hari terakhir bisa saja merupakan sisa dari siklus menstruasi bulan lalu yang belum luruh sepenuhnya.

Baca juga: Lebih Lengkap tentang Mitos & Fakta Menstruasi

2. Lamanya Waktu Menstruasi

Pada normalnya, wanita akan mengalami menstruasi selama 3 hingga 7 hari. Namun, memang ada beberapa orang yang mengalaminya selama 2 hari saja. Perbedaan lama waktu menstruasi setiap wanita bisa disebabkan oleh banyak atau tidaknya darah yang dikeluarkan. Jika menstruasi hanya berlangsung selama 2 hari, biasanya darah yang dikeluarkan lebih banyak.

Menstruasi yang berlangsung lama bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari penggunaan pil KB, berat badan berlebih, hingga kondisi medis, seperti adenomiosis, PCOS, dan penyakit tiroid. Jika kamu mengalami menstruasi dengan lama waktu yang lebih dari 14 hari, sebaiknya segera bicarakan dengan dokter, untuk mengetahui penyebab pastinya. 

Diskusi dengan dokter bisa dilakukan di aplikasi Halodoc kapan dan di mana saja, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call. Namun, jika ingin melakukan pemeriksaan langsung, kamu juga bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit, melalui aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menstruasi

3. Gejala yang Terjadi

Normalnya, gejala yang terjadi ketika akan memasuki masa menstruasi adalah:

  • Perut kembung.
  • Kram pada perut bagian bawah dan punggung.
  • Kesulitan untuk tidur.
  • Payudara sensitif.
  • Muncul jerawat.
  • Ngidam makanan.
  • Perubahan mood.

Gejala-gejala tersebut dapat muncul beberapa hari menjelang menstruasi, dan berhenti pada hari ketiga menstruasi. Beberapa gejala itu masih termasuk normal. Namun, jika gejala terjadi lebih parah hingga menghambat aktivitas harian, bisa jadi ada kondisi medis tertentu yang menyebabkannya.

4. Keputihan

Keputihan biasanya merupakan gejala yang dialami beberapa hari menjelang menstruasi. Cairan keputihan ini diproduksi oleh leher rahim dan umumnya keluar pada masa subur wanita. Keputihan yang normal keluar menjelang menstruasi biasanya berwarna jernih, bertekstur kental dan lengket, serta tidak berbau.

Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

Seperti Apa Siklus Menstruasi yang Normal?

Umumnya, siklus menstruasi normal terjadi setiap 28 hari. Namun, ada juga beberapa wanita yang memiliki siklus menstruasi sekitar 25 hingga 35 hari, dan siklus ini masih terbilang normal. Perlu diketahui bahwa waktu ovulasi pada siklus haid yang normal akan selalu datang di hari ke-14, tepat di pertengahan siklus. 

Masa ovulasi ini juga sering disebut sebagai masa subur, karena sel telur siap untuk dibuahi oleh sperma. Jika hari pertama menstruasi tepat jatuh setiap tanggal 5, dan selesai di sekitar tanggal 12. Dengan demikian, masa ovulasi yang sebelumnya jatuh sekitar tanggal 20–21 di bulan lalu. Sementara masa ovulasi selanjutnya akan datang dalam empat belas hari setelah hari terakhir menstruasi (tanggal 12), yaitu di tanggal 26–27 di bulan yang sama.

Wanita yang memiliki siklus menstruasi normal biasanya akan mengalami menstruasi sebulan sekali, dengan total 11–13 kali menstruasi dalam satu tahun kalender. Siklus ini akan terus berulang sampai masuk ke usia menopause, ketika tubuh sudah tidak memproduksi sel telur lagi, sehingga tidak akan menstruasi.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What’s a Normal Menstrual Period?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Normal Menstruation.