19 February 2019

Alasan Batita Lebih Rentan Kena Otitis Media

Otitis Media

Halodoc, Jakarta - Otitis media disebut juga dengan infeksi telinga bagian tengah, yaitu ketika area belakang gendang telinga meradang dan terinfeksi. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh batita. Yuk, baca selengkapnya alasan batita lebih rentan kena otitis media!

Baca juga: Nyeri di Telinga, Bisa Jadi Otitis Media

Ibu, Kenali Otitis Media pada Si Kecil

Otitis media merupakan infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, yaitu ruang yang berada di belakang gendang telinga dan memiliki tiga tulang kecil. Tulang tersebut berfungsi untuk menangkap getaran dan menyampaikannya ke telinga bagian dalam. Meskipun kondisi ini bisa dialami semua orang, otitis media umumnya dialami oleh batita berusia 6-15 bulan.

Si Kecil Mengidap Otitis Media, Ini Gejalanya

Gejala umum yang akan timbul jika Si Kecil mengidap kondisi ini, antara lain:

  • Rewel.

  • Nyeri pada telinga.

  • Mengidap gangguan tidur.

  • Menarik-narik telinga.

  • Demam.

  • Hidung tersumbat.

  • Gangguan pada pendengaran.

  • Adanya cairan kuning, cairan bening, maupun darah yang keluar dari telinga.

  • Menurunnya nafsu makan.

  • Mual dan muntah.

  • Diare.

  • Kehilangan keseimbangan.

Otitis media yang tidak ditangani dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti pecahnya gendang telinga, infeksi yang menyebar ke tulang telinga, infeksi yang menyebar ke cairan otak dan saraf tulang belakang, dan kehilangan pendengaran secara permanen.

Alasan Batita Lebih Rentan Kena Otitis Media

Sebagian besar kasus otitis media muncul karena terjadinya infeksi akibat virus atau bakteri. Infeksi ini sebelumnya terjadi pada saluran pernapasan yang menyebar ke telinga melalui saluran yang menghubungkan faring dan area di belakang telinga atau eustachian tube.

Tuba Eustachius adalah saluran yang berfungsi untuk menyalurkan udara ke dalam telinga bagian tengah. Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penimbunan mukosa atau lendir di telinga tengah dan mengganggu fungsi penyampaian suara ke telinga bagian dalam. Pada batita, saluran ini ukurannya lebih sempit dibandingkan dengan yang ada pada orang dewasa. Karena itulah batita lebih rentan terkena otitis media.

Baca juga: Jangan Sampai Otitis Media Alias Infeksi Telinga Ganggu Malam Tahun Baru

Begini Penanganan Otitis Media pada Si Kecil

Meskipun kondisi ini bisa pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari, penanganan medis juga dibutuhkan untuk menangani otitis media dengan gejala seperti:

  • Merasakan nyeri hebat pada bagian telinga.

  • Mengalami gejala yang tidak membaik dalam waktu tiga hari.

  • Memiliki kondisi kesehatan lain, seperti penyakit jantung bawaan yang membuat risiko terjadinya komplikasi semakin meningkat.

  • Mengeluarkan cairan atau nanah dari dalam telinga.

Penanganan pada otitis media dilakukan untuk meredakan rasa sakit dan demam yang mungkin dialami. Selain itu, ibu juga harus menjaga kebersihan telinga Si Kecil, jangan biarkan Si Kecil mengunyah benda yang kotor, serta hindari asap dan polusi yang dapat memengaruhi kesehatan pernapasan Si Kecil.

Baca juga: Balita Sering Sentuh Kepala, Orangtua Waspada Otitis Media

Kebanyakan kasus otitis media memang hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun. Namun, kondisi ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat infeksi berlangsung. Ibu dapat memberikan ibuprofen untuk menurunkan demam pada Si Kecil dan sebagai penawar rasa sakit. Namun, jika gejala telah berlangsung selama tiga hari, ini adalah waktunya ibu untuk segera diskusi dengan dokter ahli.

Jika Si Kecil yang mengidap otitis media, ibu bisa melakukan diskusi dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, Ibu juga bisa membeli obat yang sedang dibutuhkan Si Kecil. Tanpa perlu repot, pesanan ibu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!