25 December 2018

Jangan Sampai Otitis Media Alias Infeksi Telinga Ganggu Malam Tahun Baru

infeksi telinga, gangguan otitis,

Halodoc, Jakarta - Malam tahun baru tinggal sebentar lagi, tentu kamu sangat antusias untuk menyambutnya dengan ikut merayakan keramaian tahun baru. Suara musik, petasan, hingga kembang api akan menggelegar di malam tahun baru. Supaya kamu bisa menikmatinya dengan baik, jangan sampai kamu mengalami gangguan telinga otitis media alias infeksi telinga.

Gangguan otitis media adalah infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, yaitu ruang di belakang gendang telinga yang memiliki tiga tulang kecil. Bagian telinga tersebut berfungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam.

Setiap orang dapat mengalami otitis media. Namun, kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun dan pada bayi berusia 6-15 bulan. Tuba eustachius adalah saluran yang berfungsi untuk menyalurkan udara ke dalam telinga bagian tengah. Pada anak-anak, saluran ini ukurannya lebih sempit dibandingkan dengan yang ada pada orang dewasa. Karena itulah anak-anak lebih rentan terkena otitis media.

Otitis media juga merupakan salah satu penyebab paling umum dari sakit telinga. Berikut ini adalah tanda dan gejala yang dapat terjadi pada anak:

  • Sering menarik, menggenggam, dan menggaruk telinga.

  • Mengalami demam.

  • Tidak mau makan.

  • Mudah marah atau rewel.

  • Tidak bereaksi dengan suara lirih atau pelan.

  • Susah tidur di malam hari.

Gejala otitis media yang biasanya dialami oleh remaja dan orang dewasa adalah munculnya rasa sakit pada telinga dan kehilangan pendengaran. Rasa sakit yang diakibatkan oleh infeksi ini terjadi karena peradangan dan penimbunan cairan di telinga bagian tengah.

Akibat Virus atau Bakteri

Sebagian besar kasus otitis media muncul karena terjadinya infeksi akibat virus atau bakteri. Kondisi tersebut akan menyebabkan terjadinya penimbunan mukosa atau lendir di telinga bagian tengah. Akibatnya, fungsi penyampaian suara ke telinga bagian dalam akan terganggu.

Langkah Pengobatan dan Pencegahan Otitis

Sebagian besar kondisi otitis tidak memerlukan penanganan dokter. Kondisi ini akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Penanganan medis dibutuhkan apabila pengidap otitis media:

  • Mengalami gejala yang tidak membaik dalam waktu tiga hari.

  • Merasakan nyeri hebat pada bagian telinga.

  • Mengeluarkan nanah atau cairan dari telinga.

  • Memiliki kondisi bawaan, seperti cystic fibrosis atau penyakit jantung bawaan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

Pengobatan yang akan diberikan bermanfaat untuk meredakan rasa sakit dan demam yang mungkin dialami. Contoh obat yang biasanya diberikan adalah paracetamol dan ibuprofen.

Perlu diketahui pula bahwa gangguan otitis dapat dicegah dengan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena otitis media, di antaranya:

  • Jauhkan anak-anak dari lingkungan yang penuh asap atau berada di lingkungan perokok.

  • Lengkapi vaksinasi pada anak-anak sesuai jadwal, terutama vaksin pneumokokus dan vaksin pneumokokus dan vaksin DTP/IPV/Hib.

  • Utamakan pemberian ASI, bukan susu formula.

  • Menghindari kontak langsung dengan anak-anak yang sedang sakit atau terserang infeksi.

  • Jangan memberi makan ketika anak dalam posisi berbaring.

  • Setelah anak berusia 6-12 bulan, jangan memberikan dot pada mereka.

Komplikasi Akibat Otitis

Beberapa cara di atas hanya dilakukan untuk mengurangi risiko terkena otitis media, karena tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi telinga tengah. Penyakit ini perlu diwaspadai, karena gangguan otitis media bisa menyebabkan komplikasi dan tergolong sangat berbahaya, meskipun jarang terjadi.

Komplikasi yang muncul harus secepatnya ditangani oleh ahli. Beberapa contoh komplikasi yang terjadi dalam kasus otitis media adalah:

  • Labirinitis. Penyebaran infeksi ke telinga bagian dalam.

  • Mastoiditis. Penyebaran infeksi ke tulang di belakang telinga.

  • Meningitis. Penyebaran infeksi ke selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang, yang disebut meningen.

Jika kamu melihat adanya gejala gangguan otitis media, sebaiknya segera lakukan tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: