01 March 2019

Alasan Lansia Sering Kena Gangguan Pendengaran

Alasan Lansia Sering Kena Gangguan Pendengaran

Halodoc, Jakarta – Bertambahnya usia sering disertai perubahan dan penurunan fungsi tubuh, salah satunya indera pendengaran. Dalam istilah medis, penurunan pendengaran pada usia lanjut disebut presbikusis. Kondisi ini tidak mengancam nyawa, tapi bisa memengaruhi kualitas hidup pengidapnya.

Baca Juga: 5 Jenis Gangguan Pendengaran yang Perlu Diketahui

Presbikusis terjadi secara perlahan seiring pertambahan usia. Ditandai dengan berbagai perubahan pada indera pendengaran, seperti perubahan struktur telinga dalam, perubahan peredaran darah ke telinga, gangguan saraf pada sistem pendengaran, dan kerusakan pada rambut getar di telinga. Setiap gejala dari gangguan pendengaran ini umumnya terjadi di kedua telinga.

Kapan Pendengaran Mulai Berkurang?

Presbikusis diawali dengan penurunan kemampuan mendengar suara bernada tinggi. Gejala ini berkembang dan membuat pengidap presbikusis sulit mendengar dalam kebisingan, sulit membedakan suara "s" dan "th", dan telinga berdenging. Kamu dicurigai mengalami penurunan pendengaran jika menyetel suara televisi lebih kencang dari biasanya, sulit memahami percakapan di telepon, dan meminta orang lain mengulang perkataannya.

Presbikusis akan terus memburuk seiring berjalannya waktu. Itu sebabnya penurunan pendengaran akibat faktor usia tidak bisa disembuhkan. Jika pendengaran hilang, kondisi ini bisa terjadi permanen. Itu sebabnya kamu perlu diskusi pada dokter saat mengalami gejala penurunan pendengaran. Dokter menyarankan alat bantu dengar atau dalam kasus parah, meminta kamu mempelajari bahasa isyarat dan membaca gerak bibir untuk membantu kelancaran berkomunikasi.

Baca juga:  3 Jenis Gangguan Telinga yang Perlu Diketahui

Bisakah Presbikusis Dicegah?

Sebenarnya tidak bisa, tapi kamu bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah keadaan memburuk. Jika kamu didiagnosa mengidap presbikusis, cobalah untuk:

1. Hindari Suara Bising

Batasi paparan suara bising dari sumber manapun, termasuk earphone, speaker, petasan, kendaraan, dan lainnya. Waktu mendengarkan musik pakai earphone yang direkomendasikan tidak lebih dari delapan jam dengan volume suara maksimal 60 persen.

2. Gunakan Pelindung

Misalnya pakai sumbat telinga saat berada di lingkungan bising. Situasi ini rentan dialami pekerja pabrik atau industri berat, pekerja transportasi, pekerja konstruksi, penambang, dan pekerja lainnya. Jika tidak memungkinkan, beri jarak atau jauhi sumber suara bising.

3. Rutin Periksa Telinga

Tujuannya untuk memastikan presbikusis tidak memburuk dan mengecek gangguan pendengaran lain yang mungkin terjadi. Gunakan momen untuk membicarakan keluhan pada telinga dan tanya dokter tentang cara merawat kesehatan telinga yang benar.

4. Atur Pola Makan Sehat

Caranya dengan konsumsi makanan rendah lemak jenuh dan kalori. Bagi pengidap diabetes, disarankan untuk membatasi konsumsi gula dan rutin memantau kadar gula darah. Pasalnya kadar gula darah yang tinggi bisa membuat presbikusis yang diidap memburuk. Sebaiknya tanyakan dokter Halodoc tentang asupan yang baik dikonsumsi saat mengidap presbikusis atau gangguan pendengaran lain.

Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Menyebabkan Gendang Telinga Pecah

Itulah alasan lansia sering mengidap gangguan pendengaran. Selain karena faktor usia, penurunan pendengaran pada lansia bisa terjadi karena peredaran darah terganggu, sering terkena suara bising, mengidap diabetes, efek samping konsumsi obat, kebiasaan merokok, serta riwayat keluarga dengan penurunan pendengaran.

Kalau kamu punya keluhan pendengaran, jangan ragu berdiskusi dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!