• Home
  • /
  • Amankah Diet Keto Diterapkan oleh Ibu Menyusui?

Amankah Diet Keto Diterapkan oleh Ibu Menyusui?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Amankah Diet Keto Diterapkan oleh Ibu Menyusui?

Halodoc, Jakarta - Wanita kerap kali merasa tidak percaya diri dengan perubahan tubuhnya pasca persalinan. Pasalnya, kebanyakan wanita mengalami kenaikkan berat badan dan tidak kembali turun, sehingga kebanyakan ibu hamil pasca persalinan memilih untuk diet. Salah satu diet yang umum dilakukan adalah diet ketogenik. Namun, apakah diperbolehkan jika ibu menyusui melakukan diet? 

Baca juga: 6 Cara Mudah Menurunkan Berat Badan Selain Diet dan Olahraga

Ibu Menyusui Melakukan Diet Ketogenik, Apakah Aman?

Bagi ibu menyusui, diet sebenarnya tidak diperbolehkan karena kurangnya asupan yang dibutuhkan. Ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi biji-bijian, kentang, dan kacang-kacangan. Jika asupan-asupan tersebut kurang, maka akan berdampak bagi kesehatan usus, karena bakteri di dalamnya memakan serat dalam makanan tersebut.

Selain itu, tingginya kadar lemak yang dikonsumsi ibu menyusui tidak baik bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang. Diet yang dilakukan ibu menyusui akan menghilangkan nafsu makan dengan drastis. Dengan begitu, ibu menyusui akan kekurangan ASI.

Masalah lainnya adalah hidrasi. Ibu menyusui membutuhkan 13 gelas air putih sehari untuk suplai ASI yang optimal. Namun, jika ibu menyusui melakukan diet keto, hati akan menghasilkan senyawa keton yang digunakan oleh sel untuk menghasilkan energi, yang kemudian dihilangkan dalam bentuk urine. Meski belum ada bukti hingga saat ini bahwa diet ketogenik memiliki risiko saat ibu menyusui, tapi diet ini tidaklah aman jika dilakukan saat menyusui.

Baca juga: Menu Diet Sehat Bebas Kalori

Mengenal Lebih Jauh Tentang Diet Keto

Diet ketogenik merupakan salah satu teknik penurunan berat badan yang terbilang cukup ekstrem dilakukan dengan menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak dalam waktu yang cukup singkat. Hingga kini, diet keto kerap menjadi perbincangan karena ada dua kubu yang saling berbeda pendapat.

Meski menimbulkan banyak kontroversi, diet ketogenik memiliki banyak keuntungan, salah satunya adalah menurunnya berat badan dalam waktu yang cepat. Selain itu, diet ini memiliki teknik sederhana, yaitu sedikit mengonsumsi karbohidrat, dan banyak mengonsumsi lemak baik, sehingga tergolong mudah untuk dilakukan.

Baca juga: Program Diet yang Tepat Bagi Kamu yang Sibuk

Pertimbangnya Risikonya Sebelum Mencoba

Diet keto merupakan diet yang dilakukan dalam waktu singkat. Jika nekat melakukan dalam jangka waktu yang panjang, seseorang bisa saja kekurangan asupan karbohidrat sehat, kehilangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, serta mengidap gangguan ginjal.

Saat menjalani diet keto, beberapa orang mungkin akan mengalami beberapa keluhan. Hal tersebut wajar terjadi selama proses penyesuaian. Beberapa keluhan yang bisa saja muncul, yaitu lemas, gelisah, sulit tidur, mual, kelaparan, serta penurunan konsentrasi.

Meski tidak selalu terjadi pada semua orang, keluhan yang dirasakan akan memberatkan peserta diet saat memulai diet keto. Keluhan tersebut umumnya akan berkurang, setelah seseorang terbiasa dengan pola makan yang dijalani. Sebaiknya, pertimbangkan manfaat dan risikonya sebelum memulai diet keto. Jangan hanya melihat hasil yang cepat saja.

Pada dasarnya, diet apapun tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Untuk menyesuaikan jenisnya, silahkan diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan tubuh.

Referensi:

Diet Doctor. Diakses pada 2020. Eating low carb or keto when breastfeeding.
Parents. Diakses pada 2020. Is the Keto Diet Safe If You're Breastfeeding?
Abbey's Kitchen. Diakses pada 2020. Is it Safe to Breastfeed on the Keto Diet & How Does it Affect Breastmilk?